
pernahkah kalian menyukai sesuatu hal sampai rela melakukan apapun agar hal tersebut tetap bersama kalian?, sampai kalian rela kehilangan segalanya hanya agar apa yang kalian inginkan tetap bersama kalian. sama halnya dengan gema, ia akan melakukan apapun demi mempertahankan hal yang ia mau walaupun ia selalu tersakiti Akibat mempertahankan hal tersebut, karena baginya mempertahankan hal yang ia sukai itu harus ia tak masalah dengan rasa sakitnya selagi hal itu tetap bersamanya
"gue gila... gue gila gara-gara lu" gema menatap foto dilayar ponsenya sambil mengelus foto tersebut
"gue gak suka saat lu berusaha menghindar, gue gak bisa jauh dari lu. lu adalah obat sekaligus rasa sakit buat gue" gema menatap foto tersebut dengan intens tampa berpaling sedikitpun
"gue gak masalah kalok lu gak suka sama gue... gue gak butuh itu yang gue butuh itu lu tetep disini" gema menggeser foto tersebut sehingga memperlihatkan foto yang lain
"gue gak bakal ngelepasin lu, walaupun lu buat gue sesakit apapun gue gak perduli" siapa wanita yang tak bahagia jika disukai oleh orang yang mencintai mereka melebihi segalanya, bahkan orang tersebut rela menyakiti dirinya sendiri hanya agar tetap bisa bersama wanitanya
"hahaha... gue bakal pertahanin apa yang seharusnya jadi milik gue" gema menertawakan dirinya sendiri karena telah jatuh jauh kedalam pesona theya
"gue gak perduli kalok lu bakal benci sama gue setelah tau kebenarannya, gue bisa ngurung lu buat diri gue sendiri" ekspresi gema berubah menjadi dingin
"gue bakal ngurung lu buat diri gue sendiri, biar cowok lain gak bisa ngeliat milik gue" obsesi gema sepertinya sudah membuatnya kehilangan akal sampai-sampai ia sudah punya pemikiran untuk mengurung theya
disaat gema tengah asik memandangi foto theya, Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk
"kak gema... ayo kita makan siang bareng" gema yang mendengar suara gadisnya tak mau membuang waktu, gema beranjak dari duduk nya dan berjalan kearah pintu
"maafin kakak ya... ayo sekarang kita makan" gema menarik tangan theya agar mereka jalan beriringan.
sesampainya di meja makan, gema dikejutkan dengan kehadiran gabriel yang sudah duduk tenang dikursi yang ia duduki bersama theya
"itu tempat gema, kamu ngapain duduk disana" gema menggubah kosa katanya karena disana ada mama theya
"riel juga biasanya duduk disini klok makan" gabriel tak mau kalah dengan gema, ia juga memainkan peran
"theya... jangan duduk deket dia, theya duduk aja deket kakak" gabriel menarik tangan adiknya agar duduk dengannya
"theya... tangan riel kan sakit habis dipukul ayah kemarin, katanya theya mau suapin riel" gabriel mengubah raut wajahnya menjadi sendu. theya yang melihat itu seketika menjadi tak tega
" kakak duduk sendiri aja ya, theya udah janji sama riel bakalan suapin dia" ucap theya sambil melepas genggaman tangan sang kakak. theya berjalan kearah gabriel dan duduk disebelahnya tampa theya tahu bahwa gema sedang memendam kemarahannya sambil mengepalkan tangannya
"selamat makan" ucap amira pada anak-anak itu, mereka semuanya makan dengan tenang, tapi pandangan gema tertuju ke arah dua orang didepannya. harunya ia yang ada diposisi gabriel, harusnya ia yang disuapi oleh theya. ini benar-benar tidak adil bagi gema
"milik gue, bakal terus jadi milik gue"