BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 56 (tentang gema)



gema axselio adalah ada kedua dari keluarga axselio. dulu gema digambarkan sebagai anak yang penuh dengan prestasi dan memiliki keluarga yang harmonis sampai akhirnya semua itu hilang akibat tragedi kecelakaan yang menimpa keluarganya, gema benar-benar terpuruk dengan kejadian tersebut sampai akhirnya sahabat ayahnya membawa nya untuk tinggal bersama karena tak ada keluarga sang ayah yang mau menerimanya, sedangkan keluarga ibu gema sudah tidak ada kakek dan nenek dari pihak ibu sudah meninggal, ibunya juga tak memiliki saudara. saat awal di bawa kerumah danuar, gema tak menampilkan raut apapaun sampai ia bertemu dengan seorang gadis.


"gema kenali ini anak om" ucap danuar sambil menyuruh theya mendekat


"Hai... nama aku theya, nama kamu siapa?" ucap theya dengan nada ramah dan senyum diakhir kalimat, gema diam saja tampa membalas uluran tangan theya


"namanya gema, mulai sekarang dia jadi kakak theya ya" danuar yang mengerti jika gema masih tak mau intraksi


"selamat datang dirumah kakak gema" ucap theya sambil tersenyum, gema yang melihat senyum theya merasa dunianya kembali berwarna seolah senyum theya adalah sihir


"theya kamu ajak kak gema main dulu ya, soalnya papa mau balik dulu ke kantor" theya yang mendengar ucapan sang ayah memberi anggukan sebagai jawaban


"kak gema... ayo kita main" theya yang awalnya ragu akhirnya menarik tangan gema untuk mengikutinya menuju ruang main yang terletak di lantai dua.


sesampainya theya disana ia duduk di karpet yang sudah disediakan, dan gema juga melakukan hal yang sama.


theya sibuk dengan permainannya tampa menyadari sedari tadi gema memperhatikannya.


"cantik" ucap gema dengan nada pelan


"kak gema bilang apa tadi?" theya seperti mendengar gema mengucapkan sesuatu tadi


"gak ada" mendengar ucapan gema theya melanjutkan lagi permainan yang sempat tertunda


"gema bakal selalu temenin yaya" mendengar ucapan gema dan nama panggilan yang gema buat untuknya, theya menjadi senang


"theya seneng kakak gema panggil yaya" ucap theya dengan nada antusias


"lucu" gema mengelus rambut panjang milik theya


"kak gema... yaya ngantuk mau tidur" gema yang mendengar ucapan theya seketika beranjak dari duduknya


"dimana kamarnya nya? " tanya gema


"itu disebelah sana" jawab theya sambil menunjuk sebuah pintu yang dicat dengan warna biru, tampa buang waktu gema menggenggam tangan theya menuju pintu itu.


sesampainya dikamar theya merebahkan badannya dan gema juga melakukan hal yang sama, ia tidur disebelah theya sambil mengelus rambut sang gadis agar cepat tertidur dan benar saja theya dengan mudahnya terlelap karena elusan rambut dari gema. gema tersenyum ketika menyadari jika gadis kesayangannya sudah terlelap


"you are mine and will always be mine" ucap gema sambil mengelus pipi gembul milik sang gadis


"those who dare to approach you means they are ready to die...." gema menjeda ucapannya dan mengubah pandangan menjadi dingin


"because what's mine will always be mine" gema mengucapkan kalimat tersebut sambil memandang wajah damai theya yang sedang tertidur.


"sweet dreams sweet heart"