
theya sedang mengobati luka gabriel dengan cara mengompres nya dengan air dingin.
"apa ini sakit? " gabriel menggeleng lalu tersenyum sebagai jawaban
"ini gak sakit sama sekali" jawaban yang gabriel lontarkan itu hanya sebagai penenang agar gadisnya tidak mengeluarkan tangisanya lagi.
" riel besok siang kita pergi ke mall yuk" theya berencana ingin mengajak gabriel jalan-jalan agar dia melupakan semua masalahnya
"besok siang riel gak bisa theya, soalnya besok riel mau sholat jumat" riel mengusap kepala gadisnya berharap theya akan mengerti
"gimana klok hari minggu" ucap gabriel agar gadisnya tak bersedih lagi
"klok minggu theya kan ke gereja riel" gabriel lupa bahwa ia dan theya beda agama. gabriel memberikan senyum tulusnya sebagai jawaban tapi lain halnya hatinya yang merasa sedih karena perbedaan ini
"klok theya udah besar... theya mau gak nikah sama riel? " theya memandang riel seolah pertanyaan yang riel lontarkan itu mustahil untuk diwujudkan
"gak bisa" walaupun theya masih kecil tapi dia tahu bahwa pada dasarnya pernikahan beda agama itu tidak diperbolehkan tapi jika pihak laki-laki atau perempuan ada yang mau mengalah dengan masuk salah satu agama itu masih bisa.
"apa riel bakal mau pindah agama? " pertanyaan yang theya lontarkan membuat Gabriel mengangguk
"riel mau pindah agama biar bisa nikah sama theya" theya tersenyum simpul mendengar jawaban itu
" pada dasarnya Tuhan menguji umatnya dengan cara memperkenalkan mereka dengan lawan jenis yang berbeda keyakinan untuk melihat apakah ia lebih memilih penciptanya atau ciptaannya " gabriel mendengar kata-kata yang theya lontarkan seketika menjadi murung
"apapun bakal aku lakuin biar bisa sama kamu terus" theya menggenggam tangan gabriel sambil tersenyum
"jangan, theya gak mau riel ninggalin agama riel cuma buat theya" ucapan theya memang ada benarnya karena memaksakan sesuatu yang sebenarnya tak mungkin itu sulit, theya akan sangat marah jika gabriel ingin meninggalkan agamanya hanya agar mereka bisa bersama.
...****************...
sakit? IYA itu sakit sangat sakit jika kita mencintai seseorang yang memiliki keyakinan berbeda dengan kita, apa kamu menyesal bertemu dengan nya? saya jawab TIDAK karena bertemu sosok laki-laki baik sepertinya adalah suatu keberuntungan, saya harap bisa bertemu dengan sosok laki-laki sepertinya dalam agama saya. saat aku dipertemukan sosok laki-laki sepertimu membuatku sadar bahwa tidak semua laki-laki itu hanya bisa menyakiti wanita saja, dipertemukan dengan sosokmu membuatku merasakan rasanya diperlakukan seperti sosok ratu,
kau membuat ku merasa sangat dihargai sebagai wanita. sosok laki-laki sepertimu akan abadi dalam karyaku agar orang-orang yang membaca bisa tau bahwa masih ada laki-laki seperti mu.
aku harap saat kau tak bersamaku kelak maka kau akan dipertemu dengan sosok wanita yang lebih baik dari pada aku,
TERIMAKASIH M. EDWIN WIRANADI karena sudah hadir walau sebentar, aku beruntung bertemu kamu
biarkan namamu tetap menjadi sosok spesial yang memiliki tempat tersendiri dihati. aku mengambil nama belakang mu sebagai nama belakang tokoh dalam novel ku.
sosok Laki-laki masalalu theya yang kalian semua baca sekarang adalah adaptasi dari sosok laki-laki baik yang ku temui didunia nyata:)