
bian yang biasanya pagi-pagi ke kantor tapi pagi ini beda, bian sudah duduk anteng dimeja makan bersama keluarga theya, dia diajak untuk sarapan bersama.
"bian hari ini gak ngantor? " ucap amira
"enggak bunda, bian hari ini mau seharian bareng theya" setelah mengucapkan kalimat nya, Tiba-tiba terdengar suara batuk dari ayah theya
"ekhm... saya gak mau punya mantu miskin" sindiran yang ayah theya lontarkan itu untuk bian dan bian merasa akan hal itu
"biarpun saya gak pergi ke kantor berbulan bulan, uang saya tetep ngalir" ucap bian santai sambil trus melanjutkan kegiatan makannya yang tadi sempat tertunda
"cih... sombong" danuar merasa direndahkan oleh bocah ingusan yang sayangnya akan menjadi menantu nya ini
"saya tidak sombong, itu memang fakta" ucap bian santai.
"anak saya cuma suka sama harta kamu aja bukan cinta beneran" ucapan danuar seketika membuat theya yang tadi fokus dengan makanan nya jadi menoleh
"yaudah gak papa... harta saya juga harta dia" theya sama sekali tak menduga jika bian akan mengucapkan hal itu ia kira bian akan ilfil padanya
(autor: sisain satu cowok kayak bian ya Tuhan๐).
"udah lah pa, papa kenapa sih suka banget ngajak bian berantem" danuar tidak Terima disalahkan oleh anaknya
"wajar papa kayak gini, biar kamu gak salah milih pasanagan" ucap danuar. (autor :dih jealous ya pak? ๐)
"saya udah terlanjur sayang sama anak om jadi om tenang aja" bian menatap wajah theya yang memerah karena malu mendengar ucapan bian
..."kita harus ngomong berdua bian" ucap biru beranjak dari duduknya, bian juga mengikuti dari belakang. theya menatap kepergian mereka berdua dengan pandangan bertanya...
...****************...
Biru dah bian duduk di gazebo yang terletak dibelakang rumah theya
"sesayang apa kamu sama adik saya?" tanya biru
"kamu hebat karena bisa membuat dia melupakan gabriel" biru menepuk pundak bian sekilas
"dia gak bener-bener bisa melupakan gabriel, tapi dia paham jika gabriel hanya tokoh dimasalalu yang akan tetap dia kenang di bab sebelumnya dan saya tokoh baru yang dibuat dalam ceritanya yang akan mengisi semua halaman yang ada didalam buku itu" ucapan bian berhasil membuat biru bangga ternyata adiknya tak salah memilih pasangan
"orang yang menjadi penghalang dalam hubunganmu bukan hanya gabriel... " bian menatap biru dengan pandangan serius
"orang itu sebentar lagi akan kembali, theya benar-benar menyayangi orang itu dan theya tak pernah membantah apa yang ia katakan. jadi kamu harus berhati hati" bian tak tahu siapa orang yang dimaksud oleh biru
"kenapa theya gak mau ngelawan perintah dia? " tanya bian
"karena orang itu adalah penyelamat buat theya, theya sangat menyayanginya. orang itu gak suka theya deket sama kamu" bian menebak-nebak siapa orang yang biru maksud
"aku gak tau siapa yang kamu maksud tapi aku bakal berusaha biar orang itu suka aku" biru menatap bian dengan pandangan ragu
"kamu gak bisa buat dia suka sama kamu, dia bakal gunain berbagai cara biar kamu pisah sama theya" ucap biru
"siapa dia sebenernya? " bian benar-benar tak bisa menebak siapa orang ini
"dia kakak tertua theya, dia bukan anak kandung dari orang tau saya, dia hanya anak teman ayah saya yang sudah meninggal dan ayah saya mengangkatnya jadi anak" bian sama sekali tak tahu jika theya punya kakak selain biru dan dion
"dia amat sangat menyayangi theya, bukan hanya sayang tapi dia juga mencintai theya bukan sebagai adik tapi sebagai pasangan" ucapan yang biru lontarkan membuat bian tak suka
"kenapa theya sangat menyayanginya? " tanya bian
"karena dia pernah menyelamatkan nyawa theya bukan hanya sekali tapi berkali kali, theya sangat penurut dengan dia" jawab biru
"apapun yang menjadi penghalang dalam hubungan ku, maka dia harus mati" biru dapat mendengar ucapan yang bian lontarkan dan dia sudah mengetahui jika bian suka membunuh laki-laki yang coba mendekati theya
"kamu buat dia mati maka theya akan sangat membencimu" ucap biru lalu beranjak dari duduknya
"siapapun yang jadi penghalang harus dimusnahkan"