BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 30 ( sadar )



Bian hari ini bersekolah dengan perasaan sedikit kesal. Niatnya bian ingin menjaga theya dirumah sakit tapi ia dipaksa tetap sekolah oleh agas dan danuar. Danuar mengancam tak akan merestui hubungan theya dan bian dengan alasan ia tidak ingin mempunyai menatu bodoh, sebenarnya tidak sekolahpun bian sudah pintar sangat pintar malah tapi ya mau gimana lagi, ia harus nurut dengan calon mertuanya itu klok enggak nantik gak dapet restu. Bian berjalan melawati beberapa siswa siswi dikoridor sekolah banyak dari mereka yang bingung karena bian hanya berangkat sendiri. Mereka bertanya tanya dimana theya


...----------------...


saat bian hendak membuka pintu kelas tapi. tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dilayar ponsel tersebut tertera nama agas tampa buang waktu bian mengangkat panggilan itu


" bian cepet dateng kerumah sakit. Theya udah sadar" bian tak membuang banyak waktu ia langsung memutus panggilan itu sepihak dan bergegas menuju mobilnya.


bian melaju dengan mobilnya menggunakan kecepatan tinggi saat ni bian hanya ingin lebih cepat sampai kerumah sakit dan menemui sang kekasih. Banyak klakson yang bian dapatkan dari pengendara lain karena ia membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi tapi bian tak menghiraukannya sama sekali karena fokus utamanya saat ini adalah cepat menemui theya.


singkat cerita bian tiba didepan ruang rawat theya lalu membuka ruang rawat tersebut. Pemandangan pertama yang bian lihat adalah seorang gadis cantik yang selama ini ia tunggu akhirnya sadar tapi anehnya diruangan itu hanya ada keheningan. Bian tak ambil pusing dengan situasi tersebut karena ia sangat senang theya sudah sadar tapi tiba-tiba ia dikejutkan dengan ucapan theya


" ini siapa kak? Temennya kak dion ya?" tanya theya menghadap ke dion, dion hanya bisa tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban


"kok theya baru liat sih?"


"dia baru pindah kemarin"


" ayo ikut saya. Kita harua bicara empat mata" bian mengikutin danuar dengan rasa penasaran dan ketakutan kenapa takut?,karena bian sudah membayangkan kemungkinan terbesar yang akan ia dengar dari danuar


danuar dan bian sudah berada cukup jauh dari ruangan theya


" dokter bilang theya mengalami amnesia karena benturan yang cukup keras pada bagian kepalanya. Kemungkinan theya akan susah untuk mengingat kembali hal-hal yang terjadi theya kehilangan ingatan 2 tahun sebelum tahun ini itu artinya ia kehilangan semua memorinya bersama mu" bian yang mendengar perkataan danuar seketika melemas seakan tubuhnya tak mampu lagi ai topang perasaan senang yang tadi ia rasakan seketika hilang berganti dengan perasaan sedih yang luar biasa.


" apa yang harus saya perbuat sekarang?..." danuar yang mendengar ucapan lirih dari bian seketika menjadi iba tapi danuar tak bisa berbuat apa-apa karena ini kehendak tuhan


" kamu harus kuat" danuar meninggalkan bian yang masih terdiam, danuar rasa bian butuh waktu sendiri untuk bisa menerima semua ini.


bian masih bengong dan berusaha mencerna semua yang dikatakan danuar tadi jika boleh jujur saat ini bian benar-benar ingin marah pada tuhan karena sudah membuat gadis yang ia cintai melupanya.


" hukumanmu terlalu berat tuhan...kau yang mempertemukan kami berdua tapi kau juga yang membuat kami berdua seakan menjadi dua orang asing yang tak pernah saling mengenal padahal kami berdua mempunyai banyak cerita walau itu singkat...apa semua cerita itu harus terkubur dan menjadi kenangan?" bian merasa bahwa semua ini tak adil untuknya. Sekarang bagaimana caranya bian mengembalikan ingatan theya?


" gue harus ketemu theya sekarang. Apapun hasilnya nanti pokoknya gue harus bisa buat dia inget sama gue".