
theya berbalik badan dengan cepat dan kepalanya membentur rak buku tapi untung ada tangan bian yang menjaganya dari belakang
" fyuhhh aku kira siapa tadi. kamu tu ngagetin" ucap theya sambil memukul lengan bian
" kamu terlalu serius liat bukunya sampek gak nyadar aku buka pintu" bian menjauhkan tubuh sang kekasih dari rak buku
" aku tadi pengen baca bukunya sambil nunggu kamu tapi kamunya udah selesai" theya awalnya ingin mengambil buku yang bertuliskan namanya itu
" kebawah gih mama udah nunggu. nanti aku nyusul mau tarok baju kotor dulu" ucap bian dengan senyum manisnya, theya langsung menuruti perintah kekasihnya dan berjalan keluar kamar saat bian rasa theya sudah jauh dari kamarnya ia lantas mengubah raut wajahnya menjadi dingin, kalau saja ia telat sedetik mungkin theya sudah mengetahui semuanya
" ah sepertinya harus menggunakan cara lain untuk menutupi ruang rahasia ini" bian menatap rak buku tersebut sebentar lalu ia berjalan keluar kamarnya.
saat sampai dimeja makan bian menduduk kan diri disamping kekasihnya lalu menggenggam tangan theya
" theya makan yang banyak ya. harus sampek kenyang pokoknya" ucap mama bian sambil menaruh beberapa lauk pada piring theya
" iya ma" theya langsung memakan makanan yang diberika oleh mama bian
setelah selesai makan bian langsung mengantar theya pulang karena ia sudah terlalu lama meminjam theya dari keluarganya awalnya mama bian tidak mengijinkan theya pulang ia menyuruh theya untuk menginap tapi bian menolak dengan alasan theya sudah ditunggu oleh keluarganya dirumah. dengan berat hati mama bian pun meng Iyakan
singkat cerita bian sampai dirumah theya ia memarkirkan mobilnya lalu turun bersama theya. ayah dan kedua kakak theya sudah menunggu mereka di teras
" kemana aja kamu bawa anak saya hah?! " Tanya danuar dengan nada tak bersahabat
" lain kali kalok kamu mau ajak adik kesayangan saya keluar setidaknya jangan sampai larut malam" kata biru dengan tangan mendekap dada
" kata lu gak sampek malem yan, gue khawatir nungguin adek gue pulang" dion menampilkan raut wajah khawatir
" saya minta maaf sebelum nya sudah memulangkan theya telat. tenang aja theya nya pulang tampa ada lecet sedikitpun" ucap bian santai dan mendapat tatapan tajam dari ketiga pria tersebut. Bisa-bisanya bian berkata santai saat tau keluarga gadisnya sedang khawatir
" theya masuk ke dalam, langsung tidur dan kamu bian pulang sekarang!!" perintah danuar tak bisa ditolak, theya bergegas masuk kedalam rumah dan bian dengan santai munuju mobilnya lalu meninggalkan pekarangan rumah theya tanpa pamit. sontak saja tindakan bian mendapat gelengan kepala dari ketiga laki-laki itu
" anak kurang ajar " ucap danuar
" dan sayangnya anak kurang ajar itu akan menjadi menantumu ayah" ucap biru meninggalkan ayah dan adiknya masuk kedalam rumah.
"fyuhh capeknya. akhirnya bisa tidur dikasur juga" ucap theya melempar diri kearah kasur. theya mengambil hp nya yang berada ditas lalu membuka aplikasi dengan logo kamera
ia ingin memposting fotonya tadi bersama bian tapi iya urungkan karena bian melakukan panggilan video, tak buang waktu theya langsung menjawab panggilan itu
dalam panggilan itu terlihat bian sedang duduk pada sofa yang terletak dikamarnya
" kenapa belum tidur?" tanya bian
" belum bisa tidur. jugaan besok minggu jadi gak papa dong begadang" ucap theya santai dan mendapat tatapan tajam dari sangkekasih
" mau besok libur atau enggak tetep gak boleh begadang. nanti kamu sakit" bian memberi pengertian pada sang kekasih
" tapi belum ngantuk bayu" ucap theya sedikit merengek. bian hanya menghembuskan nafas pelan lalu beranjak dari duduknya mengambil gitar yang terletak disamping nakas tempat tidurnya
" mau aku nyanyiin? " tanya bian dan mendapat anggukan antusias dari theya. theya membenarkan posisi tidurnya lalu menaruh hp nya disampingnya ia membenarkan letak posisi hp tersebut agar bisa melihat wajah bian bermain gitar
bian mulai memetik senar gitar tersebut dan melantunkan suaranya.
...****************...
Kamu mau sembunyi dimana
Aku bisa mengendus baumu
Jangan pernah lari dariku
Biar matahari bohong pada siang
Pura-pura tak mau panas
Tak perlu menyiksa diri sendiri
Sembunyikan cinta yang ada
Aku tak perlu bahasa apapun
Untuk mengungkap aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
Untuk mencintai kamu sesuai janjiku promise
Seribu wajah goda aku
Yang ku ingat hanya wajah kamu
Janjiku tak pernah main-main
Sekali kamu tetap kamu
Aku tak perlu bahasa apapun
Untuk mengungkap aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
Untuk mencintai kamu sesuai janjiku
Aku tak perlu bahasa apapun
Untuk mengungkap aku cinta kamu
Aku tak pernah beristirahat
Untuk mencintai kamu sesuai janjiku promise
Sampai pada petikan terakhir bian menyelesaikan lagu itu, lagu yang berjudul promise milik melly goeslow
bian menatap wajah sang kekasih pada layar hpnya ternyata theya sudah tidur dengan pulas
" selamat tidur tuan putri " ucap bian lalu mengakhiri panggilan video itu. bian belum bisa tidur seperti biasanya, saat ini bian sedang ada diruang rahasianya sambil memandangi sang kekasih yang sedang tertidur dengan lelap. bian menatap wajah damai itu sambil meminum segelas wine "tenang" satu kata yang bisa ia gambaran jika ia melihat wajah theya. hp bian bergetar dan menampilkan ratusan notifikasi dari aplikasi pesan berwarna hijau tapi itu bukan milik bian tapi itu notifikasi chat dari hp milik theya. tampa sepengetahuan theya bian merentas Hp milik sang kekasih
bian dapat leluasa melihat sang kekasih sedang chat dengan siapa saja, bian juga memblok semua kontak laki-laki yang ingin dekat dengan theya dan itu semua ia lakukan tanpa sepengetahuan theya karena bian rasa ia berhak melakukan itu agar tidak ada parasit yang mendekati gadisnya
" ingin rasanya ku bunuh semua laki-laki yang ingin mendekatimu" ucap bian sambil menghela nafas lelah karena menjaga theya itu tak semudah kelihattannya. theya itu terlalu menarik sampai ia kewalahan ingin rasanya bian mengurung theya untuk dirinya sendiri ia tak ingin berbagi dengan orang lain
" aaargghhh aku bisa gila karenamu" ucap bian sambil menarik rambutnya frustasi
" apakah setelah kamu tahu kebenarannya kamu akan tetap bersamaku?" tanya bian pada dirinya sendiri. ia tak bisa membayangkan theya pergi darinya setelah tahu semua rahasia yang ia sembunyikan
" bolehkah aku memintamu untuk tetap bersamaku disaat kamu sudah mengetahui kebenarannya?" egois adalah salah satu kata yang dapat menggambarkan sosok bian
" jika suatu saat kamu memilih untuk meninggalkanku maka jangan harap itu akan terwujud karena aku akan mengurungmu saat itu juga" rasanya bian sudah kehilangan akal sehatnya jika membayangkan theya meninggalkannya. bian melupakan satu fakta penting ia lupa jika rahasia tak akan bisa bertahan lama karena seiring berjalannya waktu maka rahasia itu akan terbongkar dengan sendirinya