
theya sedang bersiap-siap akan pergi bersama dua temannya dia melihat pantulan dirinya pada kaca fullbody yang terdapat di kamarnya dirasa semua sudah pas dia turun ke bawah dan mendapati kakak tertuanya yaitu biru yang sedang duduk di ruang keluarga sendiri sambil menonton tv. biru yang awalnya fokus menonton jadi menoleh ke arah theya
" Princess mau kemana udah rapi kayak gitu" ucap biru sambil meneliti penampilan adiknya dari atas sampai bawah
"theya mau pergi main sama teman theya kak. kakak kok udah pulang aja biasanya malem pulangnya"
" kerjaan kakak udah selesai di kantor"
"mama mana kak? " ucap theya yang mencari keberadaan sang mama karena ingin meminta ijin
"mama lagi arisan. kamu pergi aja gih pulangnya jangan kemaleman"
" yaudah theya pergi ya kak. bye"
theya berjalan menuju garasi mobilnya hari ini dia berencana untuk memakai mobil pemberian ayahnya yang berwarna hitam. theya menyalakan mesin mobil dan meninggalkan area rumah
singkat cerita theya sampai di kafe yang iya tuju setelah memarkirkan mobilnya theya berjalan menuju meja yang telah diisi oleh dua orang wanita yang tak lain adalah sindi dan ririn
" sorry gue telat tadi jalananya macet"
" kamu dimana?" ucap orang di sebrang sana
" aku dikafe ngumpul sama temen-temen"
" yaudah pulangnya jangan kemaleman oke. aku sayang kamu" setelah selesai mengucapkan itu bian langsung mematikan panggilan itu sepihak. theya di buat bingung dengan tingkah pacarnya itu, menurut theya bian suka sekali melakukan sesuatu tanpa hal diluar nalar yang dapat berakibat fatal untuk jantung theya karena semua tingkah manis yang bian tunjukkan padanya entah itu perkataan atau perbuatan sangat-sangat membuat theya senang. jika boleh jujur theya mulai menyukai bian
ririn dan sindi penasaran siapa yang menelfon theya tadi tapi tak lama mereka sudah dapat menebaknya dari tingkah theya yang senyum-senyum sendiri jujur mereka berdua senang karena theya sudah mendapatkan kebahagiannya. selesai dari kafe mereka memutuskan untuk pergi ke bioskop mereka berencana akan menonton film horor
" tiketnya udah ada ni tapi harus nunggu 3 jam. kita jalan-jalan aja sambil nunggu entar juga gak berasa" ucap sindi yang mendapat anggukan dari theya dan ririn. akhirnya mereka ber3 jalan-jalan sebentar sekitar mall tersebut sampai ada seseorang yang memanggil theya.
theya langsung menoleh dia melihat seorang laki-laki tampan tinggi theya yang awalnya kaget langsung berlari dan memeluk laki-laki itu. sontak tindakan theya membuat ririn dan sindi kaget karena mereka tidak tau siapa laki-laki yang sedang theya peluk
" gue kangen banget sama lo fin" ucap theya yang masih memeluk cowok tersebut. cowok tersebut juga memeluk theya sambil. terkekeh karena ucapan gadis yang sedang iya peluk
" gue juga kangen sama lo" ucap fino. ya nama cowok tersebut adalah fino dia adalah salah satu kakak sepupu laki-laki theya. mereka berdua belum melepas pelukan itu sampai ada tangan yang menarik theya untuk melepaskan pelukannya. theya terkejut saat tahu siapa yang menarik tangannya dan itu adalah bian