
setelah selesai menikmati momen berdua akhirnya bian mengantarkan theya pulang karena hari sudah mulai gelap. sang gadis sudah tertidur didalam mobil karena kelelahan, jalanan hari itu sangat macet apa mungkin karena malam minggu. bian yang awalnnya fokus pada jalanan kini pandanganya terfokus pada gadis yang tertidur disebelahnya dengan damai
memandang theya tidur adalah kegiatan favorit nya karena baginya wajah theya saat tidur itu seperti bayi sangat lucu dengan dengkuran halus yang keluar dari bibir mungil yang berwarna pink alami
bian saat ini benar-benar ingin merasakan bagaimana rasa bibir mungil itu. saat pikiran kotor memenuhi pikirannya bian lantas menggelengkan kuat kepalanya untuk menghilangkan pikiran kotor itu karena ia tak mau melakukan sesuatu yang akan membuat theya benci padanya, ia akan menunggu theya siap dan menyerahkan itu sendiri padanya, ia tak mau mengikuti nafsu yang akan membuat theya jauh darinya. Autor: cowok idaman sejuta wanita ya gini:).
bian terus memandangi wajah damai itu tak akan pernah bosan ia memandanginya. bian mengelus rambut panjang milik theya, theya sama sekali tak terusik sedikitpun dengan tindakan bian justru ia akan semakin lelap tertidur jika kepalanya dielus. bian selalu bisa memberi kenyamanan pada pasangannya
hal-hal kecil yang bian lakukan itu selalu bisa membuat hati kecil theya tersentuh. Beruntung adalah satu kata yang bisa theya gambarkan untuk saat ini karena bisa bertemu dengan laki-laki seperti bian, laki-laki baik yang mengubah hidupnya menjadi berwarna, laki-laki yang tiba-tiba datang menawarkan kebahagiaan padanya. sebenarnya banyak kata yang ingin ia sampaikan untuk menggambarkan sosok laki-laki baik ini. theya berharap bian tetap disini dan menemaninya selalu hanya itu harapannya saat ini tapi jika suatu saat takdir berkehendak lain maka ia akan melepaskan laki-laki baik ini dengan ikhlas, itu janjinya karena pada dasarnya ia tak bisa melawan takdir. apabila suatu saat bian nyaman dengan wanita lain maka ia akan pergi saat itu juga karena baginya kebahagiaan bian itu nomber satu
" gak usah pura-pura tidur. aku tau kamu udah bangun" ucap bian
" ishhh gak ada romantis-romantisnya deh jadi cowok" ucap theya kesal ia membenarkan posisi duduk nya sambil menatap ke arah bian
" klok suatu saat kamu bosen sama aku kasi tau ya atau suatu saat kamu suka sama cewek lain kasi tau aja aku biar aku yang mundur" sang laki-laki hanya bisa tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban
" gak akan ada yang bisa gantiin kamu, klok suatu saat kita selesai aku lebih milih sendiri sampek kamu balik lagi ke aku" ucap laki-laki itu dengan yakin. theya harap kata-kata bian dapat ia percaya
" cewek diluar sana banyak. kamu bahkan bisa ketemu yang lebih dari aku" ucap theya
" aku maunya kamu. aku mohon jangan tinggalin aku kalaupun suatu saat nanti kita selesai aku harap kita gak asing" ucap bian dengan nada lembut sambil menggenggam tangan sang gadis
" iya. kita gak akan asing aku janji" ucap theya
" ini udah sore banget. mau makan dulu? " ucap bian menatap sang gadis
" aku belum izin sama orang rumah " theya takut keluarganya dirumah khawatir padanya
" tenang aja aku udah izin sama keluarga kamu" ucap bian menenangkan sang kekasih. jika boleh jujur ini merupakan bagian dari rencana bian, ia sengaja menyusun rencana agar ia bisa lebih lama berduaan dengan sang kekasih
" makasi ya" ucap theya, bian sangat mengerti dirinya
bian menghentikan mobilnya disalah satu lestoran yang terbilang mewah dikota itu
" makan di sini ya " sebelum beranjak untuk membuka pintu mobil bian tangan bian dicegat oleh theya
" bisa gak klok kita ganti baju dulu? aku gak nyaman pakek baju sekolah" jujur theya saat ini ingin mandi
singkat cerita theya selesai dengan belanjaanya. bian kembali menjalankan mobilnya menuju rumah
theya sedikit gugup karena ini pertama kalinya ia kerumah bian. bian memarkirkan mobilnya di garasi lalu turun dari mobil tak lupa ia membukaan pintu untuk sang kekasih. ia berjalan menuju kedalam rumah sambil menggenggam tangan theya
saat sampai di dalam rumah mama bian yang sudah tau bahwa anaknya pulang lantas bergegas menuju sang anak, mama bian melihat sang anak datang dengan menggenggam tangan wanita sontak itu membuatnya terpekik girang
" aaaaa bian kamu bawa theya?, jadi ini yang namanya theya?. cantik banget" ucap mama bian sambil memegang kedua bahu theya dan menggoyang kannya kekanan dan ke kiri
theya yang di perlakukan seperti itu jujur ia sangat senang karena mama bian tak seperti apa yang ia bayangkan
" mama jangan digituin theyanya" ucap bian, sungguh keputusan yang salah mempertemukan theya dengan sang mama
" ohh iya iya maaf hehehe. mama kan seneng ketemu theya" ucap mama bian langsung menurunkan tangannya dari bahu theya
" papa, papa sini anakmu bawa calon mantu" ucap mama bian berterian memanggil papa bian. awalnya papa bian sedang bersantai diruang tv langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri istrinya
" ma jangan teriak kayak gitu theya jadi kaget" ucap bian sambil menarik pinggang theya agar mendekat ke arahnya
" ini yang namanya theya?. kenalin saya agas papa bian. kamu bisa panggil saya sama seperti bian" ucap agas sambil mengarahkan tangannya kearah theya untuk jabatan tangan theya ingin menjabat tangan itu tapi ia di hentikan oleh bian
" jangan pegang-pegang dia punya bian" ucal bian tak terima theya berjabatan tangan dengan sang ayah. agas menurunkan tanganya ia paham dengan sifat posesif sang anak yang menurun darinya
" kamu tadi mau mandi kan. mandi aja dikamar aku dulu biar aku pakek kamar tamu buat mandi" ucap bian berlalu pergi bersama sang kekasih karena ia tak tahan melihat respon kedua orang tuanya yang berlebihan
" kamu lain kali gak boleh gitu dia kan papa kamu" ucap theya menjelaskan
" biarin aja. aku gak suka kamu jabatan tangan sekalipun itu sama papa aku. nanti aku ke sini lagi jemput kamu klok udah selesai mandi" ucap bian membukakan pintu kamarnya lalu membiarkan theya masuk lalu meninggalkan sang kekasihnya
singkat cerita theya sudah selesai mandi ia menatap penanpilannya pada kaca fullbody yang terletak dikamar bian. puas dengan penampilannya theya sekarang memilih melihat-lihat makar bian sambil menunggu sang kekasih menjemputnya. lalu ia terpaku dengan rak buku yang terletak di kamar bian ia sedikit terpaku dengan sebuah buku dengan judul namanya saat theya hendak mengambil buku tersebut tapi ia di kagetkan dengan suara orang di belakangnya
" kamu ngapain? " ucap orang tersebut