
haiii semuanya ๐
gimana sama perubahan judul nya?, bagus gak?
ada beberapa alasan yang buat aku ngerubah judul itu.
aku mau tanya pendapat kalian tentang judul nya tulis di komen ya
SELAMAT MEMBACA!!!
...****************...
tahun berlalu begitu cepat sekarang theya dan gabriel sudah memasuki bangku SMP. mereka berdua bersekolah disekolah yang sama, bahkan mereka duduk di satu kelas yang sama. theya tumbuh menjadi gadis yang cantik dan periang sedangkan gabriel, ia tumbuh menjadi laki-laki tampan dengan sejuta pesona tapi sayangnya dibalik ketampanannya ia adalah orang yang dingin dan tak tersentuh tapi sebaliknya jika ia bersama theya maka gabriel akan menjadi sosok laki-laki yang hangat dan romantis. (autor: kulkas mah klok sama pawang nya langsung cair dia ygy)
saat ini gabriel sedang duduk di taman belakang sekolahnya sambil merokok, ia sengaja memilih taman belakang sekolah agar tidak ketahuan oleh theya. sebenarnya gabriel sudah mengurangi rokoknya, ia akan merokok jika ia sedang dalam masalah saja.
saat gabriel tengah sibuk dengan fikiran nya tiba-tiba suara seseorang mebuatnya terkejut
" KAMU NGEROKOK LAGI?!! " gabriel langsung menoleh ke samping dan mendapati theya yang sudah duduk disebelahnya dengan tangan yang dibuat menyilang didepan dada, gabriel yang mendapatkan tatapan tatan tajam dari theya hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil terkekeh
"maaf ya...lagi kangen bunda soalnya" jawaban yang gabriel lontarkan seketika membuat theya menjadi sedih
"kenapa gak cerita? " gabriel menatap wajah theya sambil tersenyum
"aku gak papa kok" ucap gabriel mencoba menenangkan theya
" kamu jangan ngerokok lagi ya, klok kamu lagi ada masalah cerita aja sama aku" gabriel merasa beruntung dengan kehadiran theya disampingnya, ia merasa kesedihan yang tadi ada seketika menghilang.
gabriel menarik theya ke dalam dekapannya
"aku beruntung punya kamu" bisik gabriel pada theya. kalimat yang gabriel bisikan pada theya adalah kalimat yang tak semua wanita bisa dapatkan dari pasangan mereka:).
"aku mohon jangan tinggalin aku, aku butuh kamu" theya mengangguk dalam dekapan gabriel sebagai jawaban
" aku gak bisa bayangin gimana hancurnya kamu pas aku pergi. apa kamu bakal nakal lagi? " theya menguraikan pelukan itu dan menatap gabriel sendu
"aku pasti bakal lebih parah dari ini klok kamu pergi" theya adalah alasan gabriel berubah. dari awalnya gabriel yang suka minum-minum dan merokok jadi merubah semua kebiasaan nya karena larangan theya. bagi gabriel larangan theya adalah suatu perintah yang tak boleh ia langgar
Bagi gabriel theya adalah wanita istimewa
theya menatap wajah gabriel lekat sampai tiba-tiba bell istirahat berbunyi
"ayo kita ke kantin" ucap theya sambil menarik tangan gabriel, gabriel hanya bisa patuh saja saat tanganya ditarik oleh theya.
saat sampai dikantin theya dan gabriel duduk di salah satu meja kantin
"kamu pesen gih, aku mau makan mie sama.... " belum selesai theya menyebutkan pesanannya gabriel sudah beranjak dari duduknya dan meninggalkan theya untuk memesan
"belum juga selesai ngomong udah ditinggal aja... cowok mah gitu" ucap theya menatap kepergian gabriel.
tak lama gabriel datang sambil menyerahkan sepiring nasi goreng dan jus strawberry, theya merasa bingung ia merasa tak menyebutkan nasi goreng tadi
"kok nasi goreng sih?, kan tadi aku pesen mie" theya tak Terima karena gabriel memberinya nasi goreng dan bukan mie
"kamu tadi belum sarapan. gak baik klok langsung makan mie" jawab gabriel sambil mengelus rambut theya berusaha memberi pengertian agar theya mengerti (autor: ya Tuhan kapan ya saya juga kek gitu๐)
"jangan diliatin trus makanannya, itu gak bakal buat kamu kenyang" theya menghembuskan nafas sebentar lalu memasukan sesendok nasi goreng itu ke mulut nya.
saat theya dan gabriel sedang makan dengan tenang tiba-tiba ada yang menepuk bahu theya
"woyyy nanti pulang sekolah jangan lupa piket" ucap Daniel dan mendapat decakan malas dari theya
"iya, iya gue inget" jawab theya lalu melanjutkan kegiatan makanya. Daniel masih disitu sambil merangkul bahu theya tampa memperdulikan tatapan tajam yang sudah gabriel lontarkan sedari tadi
"lepasin tangan lo dari pundak theya" gabriel sudah tak bisa menahan diri lagi. Daniel yang awalnya fokus pada theya seketika menoleh sambil terkekeh melihat wajah marah gabriel.
"emangnya lo siapanya theya sampek ngatur-ngatur kayak gitu? " emosi gabriel mulai tersulut mendengar kalimat yang Daniel lontarkan
" yang jelas gue lebih berhak atas theya dari pada lo" theya yang jengah dengan pertengkaran mereka berdua seketika beranjak dari duduknya dan meninggalkan area kantin. gabriel dan Daniel hanya bisa menatap kepergian theya
"harusnya lo sadar, theya itu cuma kasian sama lo makanya dia masih mau deket sama lo" ucap Daniel lalu beranjak dari duduknya untuk menyusul theya
"gue emang sengaja berlagak kayak orang lemah biar theya kasian sama gue. apapun bakal gue lakuin yang penting theya tetep sama gue" ucap gabriel sambil terkekeh pelan
"kayaknya ada hama yang harus gue singkirin secepatnya"