
hari ini adalah hari dimana bian akan membawa sang kekasih untuk jalan-jalan ke taman. bian trus mendekatkan dirinya ke theya agar theya cepat melupakan masa lalunya tetapi sama seperti sebelumnya theya selalu mendiami bian dan cuek akan semua sikap bian (autor: modelan kek bian kok dianggurin sih, mending kasi ke autor aja hehehe).
saat ini theya dan bian sedang duduk di tepi danau. theya melihat kearah bian yang sedang menahan kantuknya
"sini kepalanya tidurin aja dipaha aku" mendengar ucapan theya dengan senang hati bian meletakan kepalanya diatas hama milik theya. saat bian sudah merasa nyaman dengan posisinya ia mencoba memejamkan mata untuk tidur tetapi baru saja memejamkan mata tiba-tiba ia dikagetkan dengan tangan theya yang tiba-tiba menusap rambutnya, bian mengarahkan pandangannya dan bertatapan dengan wajah theya
"udah kamu tidur aja" bian menurut dengan perintah theya
"jangan kasi aku harapan" ucap bian, bian takut jika semua perlakuan theya padanya itu hanya sebuah rasa kasian.
"aku udah nerima kamu sepenuhnya" beberapa saat bian dibuat mematung dengan ucapan theya, lalu tiba-tiba ia bangkit dari tidurnya dan menatap wajah theya dengan pandangan tak percaya
"aku gak salah denger kan?, kamu serius?" bian ingin memastikan ia tak salah dengar dengan ucapan theya barusan
"kenapa kamu gak percaya? yaudah aku balik suka sama gabriel lagi" mendengar ucapan theya seketika bian kelabakan
"gak, gak bolehhh... kamu itu punya aku!! " bian memeluk tubuh theya yang hendak berdiri, theya yang awalnya kaget dengan tindakan bian tak lama menormalkan ekspresi nya dan membalas pelukan tersebut
"aku beruntung disukain cowok sebaik kamu bian" theya mengusap punggung tegap itu
"aku seneng kamu udah nerima aku, makasi sayang" bian mengeratkan pelukan tersebut seolah theya akan pergi jika ia melepaskan pelukan tersebut
"aku yang harusnya bilang makasi karena kamu udah mau sabar nungguin aku" theya merasa beruntung karena telah dipertemukan dengan sosok laki-laki seperti bian. (autor: aku juga klok ketemu cowok kek bian bakal seneng banget. semoga kalian yang baca bisa nemuin sosok laki-laki kayak bian)
"wajar jika banyak gadis mengidamkan sosok laki-laki sepertimu tapi sayangnya mereka tak bisa memilikimu karena pemilikmu adalah aku" theya mengelus pipi bian. bian yang mendapat elusan itu memejamkan matanya
"aku milik kamu dan bakal tetep kayak gitu" bian benar-benar senang karena theya bisa menerima, ternyata semua perjuangan yang ia kerahkan membuahkan hasil
"kamu harus ingat poros hidupmu itu aku... Semua hal tentangku adalah kesukaanmu" bian mengangguk sebagai jawaban, tampa theya suruh pun bian sudah menjadika theya sebagai poros hidup nya
(autor: makk mau cowok yang kek giniðŸ˜).
setelah bian dan theya berbaikan. bian selalu nempel ke mana pun theya pergi, theya yg sudah lelah dengan sikap bian hanya bisa pasrah nanti takutnya klok dia marah bian nangis.
singkat cerita bian sampai dirumah theya, ia keluar dari mobilnya dan berlari membukakan theya pintu mobil dan berjalan sambil menggenggam tangan theya. sesampainya mereka di dalam rumah dapat mereka lihat mama theya sedang asik menonton diruang tamu, saat menyadari kehadiran bian dan theya amira menatap keduanya dengan pandangan senang
"udah baikkan ya kalian, mama harap kalian enggak berantem lagi" theya dan bian mengangguk sebagai jawaban
"yaudah mama tinggal keatas ya, kalian duduk aja disini" ucap amira meninggalkan kedua remaja tersebut.
theya dan bian duduk disofa ruang tamu tersebut dengan tangan yang masih saling menggenggam. bian menatap wajah theya yang sedang fokus menonton TV
"sampai kapanpun aku gak akan ngelepasin kamu. kamu sendiri yang udah masuk kedalam hidup aku, jadi jangan salahi aku klok makin terobsesi sama kamu" ucap bian dalam batinnya