
setelah hari yang cukup panjang menurut bian akhirnya bian sampai di rumah nya, bian bingung apa masih pantas ini disebut sebagai rumah?
bian membuka pintu rumah mewah itu saat bian masuk iya di kejutkan dengan kedatangan kedua orang tuanya yang gila kerja sedang duduk berdua di ruang tamu mereka memang pulang tapi pikiran mereka masih saja tentang pekerjaan yang pulang hanya raga mereka tidak dengan jiwanya, bian hanya bisa menghembuskan nafas lelah iya memutuskan untuk mengabaikan mereka dan naik ke kamarnya tapi suara sang ayah membuatnya berhenti
" duduk disini dulu papa mau ngomong sama kamu" ucap agas papa dari bian. bian berjalan ke arah sang papa dan duduk di sofa dekat sang mama. saat dirasa sang anak sudah duduk agas lantas melepas tabletnya dan meletakannya dimeja yang terletak di dekat sofa lalu menatap sang anak bertanya
" kenapa lagi kamu di sekolah?. papa denger kamu habis nonjok temen kamu" ucap agas bertanya
" bian kamu kenapa sayang? mama kaget denger kabar itu dari sekolah"ucap sang mama dengan pandangan khawatir karena bian merupakan putra satu-satu nya
" peduli apa mama papa sama bian?. kalian sibuk sama kerjaan kalian tanpa peduli sama bian dari kecil bian selalu sama bik asih " ucap bian dengan pandangan kecewa menatap kedua orang tuanya
" mama sama papa kerja buat kamu bian, kamu harus ngerti itu" ucap sang papa mencoba menjelaskan, berharap putra sematawayangnya ini bisa mengerti
" selalu itu jawabannya dari bian kecil sampai bian besar kayak sekarang selalu itu jawabannya. bian mau kayak temen-temen bian ,bian mau pas bian pulang sekolah ada mama yang lagi didapur nyiapin makanan, bian mau di sambut sama mama pas baru pulang pa bukan di sambut sama bik asih, bian mau kita makan berasama tiap malem, bian mau sarapan bareng kayak keluarga yang lain,bian mau ngerayain ulang tahun bian bareng mama sama papa, bian mau pas bian sakit dirawat ama mama, kalian berdua terlalu sibuk kerja sampek gak pernah pulang kalian gak pernah nge cek kondisi bian,kebutuhan bian emang terpenuhi semua tapi bukan itu yang bian mau, bian cuma mau waktu kalian.apa itu susah? " bian mengeluarkan keluh kesahnya selama ini .orang tua bian hanya bisa menatap anak laki-laki nya dengan tatapan sedih ternyata apa yang mereka anggap baik selama ini justru malah menyakiti bian mereka pikir dengan bekerja dan bisa memenuhi semua kebutuhan bian itu dapat membuat anak mereka bahagia tapi ternyata mereka salah. diah ibu dari bian sudah menangis mendengar curhatan dari sang anak iya merasa gagal menjadi ibu untuk sang putra
" maafin mama bian, mama akan ninggalin semua kerjaan mama buat kamu ya sayang. kita mulai dari awal ya lagi " ucap sang mama mendekat kearah bian dan memeluk sang anak bian menerima pelukan sang mama dia senang keluarganya mulai utuh akhirnya
" maafin papa juga bian, papa bakal luangin waktu untuk pulang sekarang " ucap sang papa
mereka berpelukan di ruang tamu sungguh ini yang bian mau dari dulu akhirnya semuanya terwujud bian senang mama dan papanya akan meluangkan waktu untuknya
...****************...
sekarang bian dan orang tuanya sedang berada di meja makan untuk makan malam bersama, bian senang karena iya bisa merasakan makan malam bersama dengan papa dan mamanya setelah sekian lama. meja makan hening hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar mereka fokus makan. selesai makan malam mereka berkumpul diruang keluarga dan sedang asik menonton
"papa denger kamu punya pacar ya? " ucapan sang papa sontak membuat bian dan sang mama menoleh. mama bian melihat anaknya dengan tatapan berbinar meminta penjelasan
" beneran sayang?, siapa?. ayo dong cerita sama mama" ucap sang mama antusias
" wah namanya cantik pasti orang nya juga cantik, kapan-kapan ajak kerumah ya mama mau liat" ucap sang mama antusias
" putri satu-satunya dari keluarga pradiksa? . mau papa bantuin kamu lewat perjodohan? " ucap sang papa menatap bian dengan pandangan bertanya
" boleh pa aku setuju, aku mau ngikat theya dalam hubungan yang serius" ucap bian yakin
" oke besok kita urus perjodohanya"
"kamu tidur gih sekarang besok kan sekolah" ucap sang mama mengingatkan
" yaudah bian tidur dulu pa,ma" ucap bian beranjak dari duduknya menuju ke dalam kamarnya
saat sampai di dalam kamar bukannya tidur bian malah menuju rak buku yang berada disudut kamarnya lalu mengambil salah satu buku tapi bukan untuk dibaca melainkan untuk membuka ruang rahasia. diruangan tersebut terdapat dua komputer dan dua komputer itu sama-sama memperlihatkan seorang gadis cantik yang sedang tertidur tapi dari dua sisi yang berbeda satu komputer menampilkan sisi depan sedangkan satu komputer yang lain memperlihatkan sisi belakang. bian terus menatap layar komputer tersebut sambil memperlihatkan senyum tipis
ahh bian rasa dia sudah terjebak dalam pesona wanita tersebut sampai enggan untuk berpaling. wanita cantik yang baru beberapa hari mengisi ruang kosong dihatinya dan selamanya akan begitu. katakanlah bian gila karena menaruh kamera tersembunyi pada kamar gadisnya
kalau kalian tanya bagaimana bisa bian menaruh kamera sedangkan masuk ke kamar theya saja iya tidak pernah jawabanya simpel sebelum masuk ke kamar gandisnya dimalam hari bian akan merentas seluruh cctv yang terletak disetiap sudut rumah theya lalu masuk kekamar theya dan menaruh dua kamera kecil pada sudut kamarnya. bian itu cerdas dan juga licik iya bisa dengan mudah masuk dan keluar kamar kekasihnya dimalam hari hanya karena rindu.
" bahkan saat tidurpun iya tetap terlihat lucu" ucap bian dengan mata yang terus menatap layar komputer tersebut sambil menggoyangkan gelas wine yang iya pegang
bian di pagi hari itu sangat beda dengan bian dimalam hari kalau kalian berfikir bian punya kepribadian ganda jawabanya salah bian tidak mempunyai kepribadian ganda. bian itu manipulatif
jika di pagi hari bian bisa terlihat seolah olah laki-laki normal pada umumnya, didepan orang-orang bian juga akan bertingkah normal.
bian punya moto yang sedari kecil sudah ditanamkan oleh keluarga sang ayah "APA YANG SUDAH MENJADI MILIK BIAN MAKA SELAMANYA AKAN JADI MILIK BIAN"
gila memang tapi inilah bian laki-laki tampan dengan otak cerdas yang nampak sempurna didepan orang-orang namun menyembunyikan banyak rahasia.