BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 31 ( amnesia )



Saat ini bian tengah berada didepan ruang rawat theya, ia bingung hal apa yang akan ia katankan pada theya nanti disaat bian asik melamun ia tiba-tiba pintu rawat theya terbuka dan menampilakan sosok danuar dan amira


" kamu ngapain disini bian?...masuk aja theya dia lagi nonton tv" setelah mengatakan itu danuar dan amira meninggalkan bian


" kamu pasti bisa bian" ucap bian menyemangati dirinya sendiri. Tangan bian perlahan membuka pintu kamar itu dan memperlihatkan theya yang sedang sibuk menonton.


" hai" theya menoleh mendengar sapaan itu dan tersenyum


" hai juga. Nama kamu abian kan?" tanya theya dan memdapat anggukan dari abian


" iya. Kedepannya kita bakal sering ketemu" theya menatap bian penuh kebingungan ia tak mengerti apa yang bian maksud


" maksudnya apa?" bian tak menjawab pertanyaan theya


" enggak papa, apa aku boleh tanya sesuatu?" theya mengangguk sebagai jawaban dan bian lebih mendekatkan diri ke theya lalu duduk disamping ranjang rawat theya


"kamu sama sekali gak inget aku?" bian mengucapkan kalimat itu dengan nada lirih ia seakan masih tak percaya bahwa theya melupakannya


" apa kita temenan sebelumnya?" bian tersenyum lirih mendengar pertanyaan theya


"bahkan kita jauh dari sekedar teman" theya berusaha mengingat bian tapi otaknya sama sekali tak menemukan kenangannya bersama bian malahan sekarang kepalanya merasa sakit karena berusaha mengingat. Theya memegangi kepalanya yang sedang sakit karena berusaha mengingat


" hey udah jangan diinget lagi ya kasian kamunya" bian mengelus kepala theya dengan sayang, ia tak bisa melihat theya kesakitan. Theya merebahkan badannya ke kasur rawat


" kamu tidur aja ya, aku bakl trus disini jaga kamu" bian trus mengelus kepala theya sambil menatap wajah sang kekasih yang sedang memejamkan mata.


"kenapa harus kayak gini?...bian sedih karena theya gak inget bian" bian menatap wajah damai sang kekasih yang tengah tertidur


"gimana pun caranya kamu harus sembuh. Aku gak kuat harus trus-trusan bersikap kayak orang yang baru kenal kamu" nyatanya bersikap seperti orang asing ke orang yang kita cintai itu gak enak:). kamu harus bersikap seperti dua orang yang tak saling mengenal padahal kalian punya banyak cerita singkat bersama tapi yang lebih menyakitkan adalah disaat satu orang sudah melupakan kenangan itu sedangkan kamu masih mengingat jelas kenangan itu.


" kita mulai dari awal lagi. Mungkin tuhan gak suka cara pertemua pertama kita dulu" bian tersenyum hangat seolah semuanya akan kembali seperti semula


" mimpi indah tuan putri" ucap bian lalu mengecup singkat pucuk kepala theya.


bian trus memandangi wajah damai theya tapi tak lama theya mengigau


" gabriel...gabriel" they berkali kali menyebut nama laki-laki yang sama dan bian tak menyukai itu, seharusnya theya menyebut namanya


" siapa gabriel?" bian seperti tak asing mendengar nama itu. Bian merogoh saku celananya dan menelfon salah satu bawahannya


" carikan saya semua data tentang gabriel. Sepertinya dia adalah masa lalu gadis saya, saya mau semua datanya dalam lima menit!" gabriel matikan telfon itu sepihak, siapa sebenarnya laki-laki itu?


saat bian tengah berfikir tiba-tiba ia mendapat notif dari bawahannya. Ia membaca semua yang dikirimkan


ternyata gabriel adalah mantan yang sudah membuat gadianya trauma dan ia adalah satu-satunya mantan theya, gabriel dirumorkan sudah pindah keluar negri tapi sebenarnya gabriel masih dikota ini .


" ahh musuh baru ya" bian terkekeh, ia menemukan mangsa baru


" tidak ada masalalu yang akan kembali karena semua ingatanmu itu milikku...semua ingattanmu harus hanya ada aku, aku tak ingin berbagi tempat dengan masalalumu " tidak ada seorang pun yang mau berbagi tempat dengan masalalu orang yang mereka cintai.