
theya dan bian masih duduk diruang tamu sambil menonton TV, dengan kepala theya yang sudah bersender di bahu bian.
"bian...kalok theya minta sesuatu bian bakal beliin gak? " ucap theya yang masih fokus dengan acaran nonton tvnya
"apapun yang kamu minta bakal aku beliin. kamu tinggal sebut aja mau apa" theya menegakkan badannya lalu mulai berfikir setelah mendengar ucapan bian
"beliin aku mobil, sama satu dus es krim" theya asal saja mengucapkan permintaannya karena ia bingung ingin meminta apa
"anything for you honey" ucap bian sambil mengelus kepala theya.
"aku gak yakin kamu bakal beneran nurutin kemauan aku" ucap theya dengan nada ragu
"besok pagi pesanan yang kamu mau bakal dateng" bian terkekeh karena gadisnya meragukannya.
"aku pulang dulu ya ini uda malem" bian bangun dari duduknya dan mengecup kepala gadis nya singkat, lalu beranjak meninggalkan theya yang masih bergulat dengan pikirannya
"udah ahh ngapain dipikirin, lebih baik tidur" theya berjalan menuju kamarnya dari pada memikirkan bian.
saat sampai dikamarnya theya merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu memejamkan matanya ke alam mimpi.
...****************...
Pagi harinya theya dikejutkan dengan sang mama yang menggedor pintu kamarnya dengan keras
"THEYA BANGUNNN!!!" mendengar teriakan sang mama theya lantas segera bangun dari kasurnya dan berjalan kearah pintu kamarnya.
"mama apaan sih kenapa teriak-teriak ini masih pagi" theya sedikit kesal karena ulah mamanya
"kamu harus liat apa yang pacar kamu beliin buat kamu" amira menarik tangan sang anak menuju kearah halaman rumah mereka.
singkat cerita mereka sampai dihalaman rumah.
theya dibuat terkejut dengan sebuah mobil yang berada di hadapannya
"kamu tanya aja sama mas itu" ucap amira sambil menunjuk mas-mas yang sedang berdiri disamping mobil putih itu. mas itu berjalan kearah theya dengan senyum ramah
"benar anda yang bernama theya?. saya minta tanda tangan anda sebagai bukti pengiriman mobil ini" theya yang masih linglung mengambil kertas yang berada di tangan mas tersebut kemudian memberi tanda tangannya
"mas ini beneran mobil buat saya? " ucap theya masih dengan nada tidak percaya
"iya mbak... ini mobil nya punya mbak" setelah mengucapkan terimakasih, mas tersebut menyerahkan kunci mobil lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah theya. tidak sampai situ saja terkejut an theya karena Tiba-tiba ada kang paket yang mengantarkan sebuah kardus berukuran sedang ke arah theya
"benar atas nama mbak theya? " theya menggangguk sebagai jawaban karena ia sudah tidak bisa berkata-kata lagi
"ini ya paket nya mbak, saya tinggal dulu" kurir tersebut meninggalkan theya saat theya hendak menanyakan isi paket tersebut.
theya yang sudah penasaran akhirnya membuka paket tersebut dan ternyata isinya....
Adalah sekotak es krim seperti yang ia inginkan. theya bergegas berlari ke kamarnya lalu mengambil HP nya dan menelfon bian, tak lama telfon itu tersambung
"udah dateng semua kan sayang? " ucap bian dengan santai tampa tau theya sekarang sedang syok berat
"kamu gila ya... aku kemarin cuma bercanda bian" ucap theya dengan nada sedikit dinaikkan
"apa semua barangnya sesuai sama keinginan kamu? " bukannya menenangkan kekasihnya bian malah bertanya lagi pada theya, theya memijat pangkal hidungnya karena pusing
"aku balikin semua ke kamu ya, aku gak mau semua ini" tampa theya sadari ucapan yang ia keluarkan membuat bian marah
"berani kamu kembaliin semuanya, maka jangan salahin aku klok perusahaan mobil dan eskrim itu aku buat bangkrut" ucap bian penuh penekanan. theya yang mendengar ancaman bian hanya bisa menghela nafas lelah
"yaudah aku Terima semua, makasi ya" dengan berat hati theya harus menerima semua pemberian bian, ia takut jika ia tetap bersikeras menolak dan berakhir bian benar-benar menjalankan ancamannya. pasti bakal banyak orang yang akan kehilangan pekerjaannya
"anything for you honey" setelah mendengar ucapan bian, theya langsung mematikan panggilan telfon itu
"au ah dari pada pusing mending makan eskrim sambil Jalan-jalan pakek mobil baru" ucap theya sambil mengambil kunci mobilnya dengan riang (autor: ya Tuhan sisain satu cowok kek bianðŸ˜).