
setelah sampai dirumah dion menaruh motornya digarasi sedangkan theya langsung masuk kerumah
"sore mama theya pulang". mama nya yang berada di dapur lantas langsung meninggalkan aktifitasnya dan bergegas menuju sang anak
" bersih-bersih gih sana entar kalok makanannya udah jadi mama panggil". setelah mendengar perintah sang mama theya langsung bergegas ke kamar untuk mandi
saat tiba waktu makan malam semua keluarga berkumpul di meja makan sambil bertukar cerita apa saja yang mereka alami hari ini, selesai makan mereka memutuskan untuk keruang keluarga mereka duduk disana sambil bercanda. tepat saat jam menunjuk kan pukul 21.01 theya memutuskan untuk berpamitan tidur
" ma, pa theya naik kekamar ya mau tidur".ucap theya sambil mencium pipi kedua orang tuanya
"yaudah good night princess " ucap sang papa dan kedua kakak theya secara bersamaan
"selamat tidur tuan putri nya mama". setelahnya theya langsung bergegas ke kamarnya dan tidur lebih awal agar tidak bangun kesiangan dan benar saja tepat pukul 06.00 theya sudah bangun dari tidurnya iya memutuskan untuk mandi dan bersiap-siap tepat pukul 06.30 theya selesai dan memutuskan untuk turun kebawah sarapan. saat sampai di meja makan dia dapat melihat snag mama yang di bantu beberapa ART sedang menata sarapan
"tumben gak di bangunin. gini dong bangun pagi sendiri" ucap sang mama yang menyadari kedatangan putri satu-satunya
" iya ma theya bakal bangun sendiri mulai sekarang" . theya langsung duduk di kursinya tak lama biru datang dengan jas kantor yang sudah melekat di tubuhnya
" tumben udah bangun dek? " ucap biru yang berjalan ke kursi sebelah theya sambil memasang jam tangannya
" iya bang theya mulai sekarang mau bangun sendiri"
tak lama setelah biru duduk datanglah dion dan danuar yang sudah rapi dengan pakaian masing-masing. mereka langsung duduk di kursinya
amira yang sudah selesai dengan pekerjaannya langsung menghidangkan nasi goreng untuk keluarganya ke piring mereka. keluarga itu sarapan dengan tenang
sampai sarapan itu habis. " ma theya udah selesai"
Sesampainya di parkiran sekolah dion langsung memarkirkan motornya dan theya yang turun sambil melepas helm yang iya kenakan tak lama teman-teman dion sampai dengan menggunakan motor masing-masing mereka turun dari motor dan melepas helm secara bersamaan. kehadiran dion dan kawan-kawannya di parkiran membuat siswi-siswi SMA tersebut berteriak karena dion and the geng merupakan siswa tertampan disekolahnya
" aaaaa dion ganteng banget woy"
" temen-temennya juga gak kalah ganteng". begituah kira-kira ucapan mereka
" aduh fans gue banyak benget" ucap lio sok kegantengan
"halu lu, mereka lagi teriakin kegantengan gue " ucap dafa sambil merapikan rambutnya. (autor bilek: sok kegantengan lu berdua padahal kan yang gateng itu bright 😼)
dion , theya dan zion hanya bisa menghembuskan nafas lelah melihat tingkah kedua orang itu
tak lama datanglah Abian dengan menggunakan mobil, itu menambah pekikan histeris dari siswi-siswi di sana saat Abian turun dari mobilnya perhatiannya langsung memusat pada gadis yang ada di sebelah dion. iya berjalan mendekat ke arah theya dan langsung menggenggam tangannya
" ke kelas bareng gue" ucapnya yang meninggalkan dion serta kawan-kawannya yang begong akan perlakuan Abian. theya yang di tarik tiba-tiba hanya bisa pasrah. saat melewati koridor sekolah banyak dari siswa-siswi yang berbisik melihat Abian yang bergandengan dengan theya
sampai di kelas theya ,Abian melakukan tindakan yang membuat theya mematung ditempat
" belajar yang rajin, gue ke kelas ya entar gue kesini lagi pas jam istirahat buat jemput lo ke kantin" ucapnya dengan nada lembut sambil mengecup singkat pucuk kepala theya, theya menganggukkan kepala spontan sambil bengong. sampai satu kalimat ancaman yang keluar dari mulut abian membuatnya tersadar
bian mensejajarkan tingginya dengan theya sambil membisikan sesuatu
" jangan deket sama cowok lain selain gue atau abang dan temen-temen gue. kalok sampek gue tau atau dapet laporan lu deket sama cowok lain, gue pastiin cowok itu gak bakal bisa ngeliat lu lagi besok" setelah membisikan itu Bian langsung pergi meninggalkan theya yang ketakutan dengan ancaman itu theya sadar bahwa itu bukan ancaman biasa. Bian berjalan meninggalkan theya sambil tersenyum miring mengingat wajar ketakutan gadisnya setelah iya beri ancaman sebenarnya itu bukan hanya ancaman belaka yang bian lontarkan untuk theya karena itu ancaman sungguhan dari bian agar theya nya tidak berdekatan dengan laki-laki lain ( ini baru awal dari semua keposesifan bian terhadap theya)