
hari senin adalah waktu siswa dan siswi untuk melaksanakan upacara,hari yang paling dibenci oleh siswa siswi sekolah. dilapangan sudah banyak siswa siswi berbaris rapi dibawah terik matahari. setelah selesai pengibaran bendera dilanjutkan dengan amanat pembina upacara, sialnya yang memberi amanat hari ini adalah kepala sekolah jadi sudah bisa dipastikan amanat tersebut akan lama. theya menyeka keringatnya dengan menggunakan tangan keringat yang sudah bercucuran sama halnya dengan kedua temannya tanpa theya sadari ia dari tadi sudah dipantau oleh sang kekasih. bian mengambil hp yang terletak pada saku celananya dan menelfon seseorang
" suruh kepala sekolah ini menghentikan ceramahnya, gadisku sudah kepanasan " bian memutus panggilan itu sepihak sebelum mendapat jawaban dari orang yang ia telfon. tak lama kepala sekolah itu menghentikan ceramahnya
upacara selesai semua murid bersorak senang, bian berjalan kearah theya lalu mengelap keringat sang gadis menggunakan saputangan yang dibawanya
" panas banget ya?. kita kekantin yuk beli minum" ucap bian sambil menarik tangan sang kekasih
sesampainya dikantin bian mendudukan diri dan memesan dua minuman dingin. saat minuman itu sampai bian memberikan satu minuman itu ke theya, theya menerimanya dengan senang hati lalu meminumnya. selesai minum theya menatap bian
" kalok suatu saat masa lalu kamu balik lagi, kamu bakal ninggalin aku atau enggak? " pertanyaan theya sontak membuat bian yang awalnya fokus minum jadi menoleh
" kenapa kamu nanyak kayak gitu" bian bingung mengapa gadisnya memberikan pertanyaan itu
"gak papa aku cuma penasaran aja" theya ingin tahu jawaban yang akan bian lontarkan
" aku bakal tetep milih kamu, gak ada yang bisa gantiin kamu" ucap bian jawaban yang bian lontarkan belum membuat theya puas. kenapa selalu itu jawabannya apakah sespesial itu theya sampai bian tak akan menggantikan posisinya dengan orang lain?
" aku yakin. jodoh kamu itu aku bukan orang lain " ucap bian penuh penekanan
" bayu kamu tau hubungan yang kita jalanin sekarang pasti akan ada aja masalahnya suatu saat ada aja yang berubah entah itu sifat kamu atau aku. bakal ada aja kebohongan itu awal yang bakal buat hubungan kita gak lagi sama" entah kenapa theya merasa bahwa ada kebohongan dalam hubungan ini. bian terkejut saat theya membahas tentang kebohongan karena saat ini bian sedang menyembunyikan sesuatu
" kamu tu ngomong apa sih? " bian mencoba untuk tenang agar theya tidak curiga
" aku cuma takut klok kamu bohongin aku karena aku gak suka dibohongin bayu " theya hanya merasa bahwa bian sedang menyembunyikan sesuatu
" gak ada orang yang suka dibohongin sayang, aku juga gak suka dibohongin" bian merasa bahwa theya sedang mencurigai nya berbohong saat ini walaupun itu memang kebenaran
" aku lebih suka kejujuran walau itu menyakitkan" ucap theya sambil fokus pada bian saat ini. firasat yang theya dapat kadang tak pernah salah
" udah ya ngapain jadi bahas gini sih. aku gak bakal bohongin kamu" ucap bian sambil mengelus rambut sang kekasih. bian tau theya saat ini sedang berfikiran yang tidak-tidak tentangnya. ia harus lebih waspada mulai sekarang dengan firasat sang kekasih karena firasat theya itu kuat bian takut suatu saat semuanya akan terbongkar dan menyebabkannya kehilangan theya. ia tak akan membiarkan itu terjadi sampai kapanpun