BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 10 (taktik fino)



bian tiba di kelasnya dan langsung mendudukan dirinya di kursinya lalu menaruh kepalanya dilipatan tangan. sudah menjadi kebiasan bian tidur di kelas kalau kalian mengira bian itu tidak pintar maka kalian salah karena bian itu adalah siswa yang pintar di sekolahnya dia juga beberapa kali menyumbang penghargaan untuk sekolahnya. di kelas tidak ada yang berani ribut saat bian sedang tidur karena mereka takut dikeluarkan dari sekolah, bian itu anak dari pemilik sekolah tersebut jngan kan teman kelas bahkan guru pun tak berani berurusan dengan bian. saat sedang menikmati waktu tidurnya guru datang dengan seorang laki-laki yang berjalan di belakang


" selamat pagi anak-anak hari ini kalian kedatangan siswa baru. silahkan perkenalkan nama kamu" ucap guru tersebut sambil menatap siswa tersebut


" hai semua nama gue alfino adinata putra pradiksa, kalian bisa panggil gue fino. gue pindahan dari belanda" jujur fino risih sekarang karena banyak mendapat tatapan menuja dari siswi siswi kelas tersebut


" selamat bergabung di kelas Xl IPA2 fino. kamu bisa duduk di kursi kosong sebelah sana "ucap buk ita


bian menatap fino dengan tatapan permusuhan sedangkan fino yang di tatap begitu hanya bisa menampilkan senyum miringnya, iya tak bisa menganggap remeh sosok bian karena menurutnya bian adalah parasit yang sulit di singkirkan


pelajaran selesai semua siswa berbondong bondong keluar kelas dan menuju kantin. tujuan bian kali ini tak langsung ke kantin karena iya harus menjemput sang kekasih terlebih dahulu


singkat cerita bian sampai di kelas theya dan mendapati kekasihnya sedang duduk sambil memainkan hp, bian berjalan mendekat tapi sepertinya theya belum sadar dengan kedatangan sosok bian. saat bian sudah di dekat theya iya menupuk pundak sang ke kasih


" ayo ke kantin " theya terkejut dengan kedatangan bian


" bisa gak sih ngasi tau dulu aku kaget" bian hanya diam tak merespon tapi iya langsung menarik tangan sang kekasih theya hanya bisa pasrah iya awalnya tidak mau ke kantin dan membiarkan ririn dan sindi saja yang ke kantin tapi sekarang iya justru diseret oleh bian menuju kantin


saat sampai di pintu kantin bian dan theya langsung masuk dan menjadi pusat perhatian dari murid yang awalnya sedang makan. bian melihat teman-temannya dan kedua teman sang gadis lalu iya berjalan mendekat


" wih ada pasanga baru nih" ucap dafa yang melihat kedatangan bian dan theya, lantas semua langsung menoleh tadinya mereka sedang sibuk memesan makanan


" duduk sini yan" ucap dion


" tadi katanya gak mau ke kantin ternyata lagi nunggu ayang toh" ucap sindi menyindir theya. bian hanya cuek dengan ocehan teman-teman nya


" pesen " ucap bian sambil menyodorkan daftar menu ke arah theya


kantin di sekolah mereka tu udah kayak di lestoran, klok dikantin biasanya murid yang akan menghampiri penjual maka di sekolah ini tidak justru penjual yang akan menghampiri murid. balik ke cerita


" aku pasta aja sama jus strawberry " ucap theya pada pelayan


" saya pasta juga sama jus jeruk" ucap bian


" di tunggu ya pesanannya" ucap pelayan itu setelah itu pergi meninggalkan meja tersebut setalah pelayan tersebut pergi bian menatap sang kekasih yang sedang bermain ponsel dan merebut ponsel tersebut, seketika theya kaget dan menoleh ke arah bian dengan tatapan bingung


" jangan cuekin aku" ucap bian sambil memasukan ponsel theya ke sakunya


" ini makanannya " ucap pelayan yang tiba-tiba datang membaya nampan berisi pesanan bian dan theya. theya dan bian memakan makanan nya dengan bian yang tetap menggenggam tangan theya. saat sedang menikmati makan tiba-tiba fino datang


" gue boleh gabung gak? meja yang lain udah penuh" ucap fino dengan senyum manisnya dengan tangan membawa nampan berisi makanan


" duduk aja fin" ucap dion. setelah fino duduk dion mulai membuka suara


"kenalin dia fino, dia ini sepupu gue sama theya dia baru pulang kemarin dari belanda dia masuk kelas yang sama kayak bian" ucap dion memperkenalkan fino pada teman-teman nya


" kenalin gue dafa cowok paling ganteng diSMA ini" ucap dafa penuh percaya diri


" kenalin gue lio cakepan gue dari dafa "ucap lio, tingkah lio dan dafa hanya bisa mendapat gelengan dari teman-teman nya yang lain


" kenalin gue ririn dan di sebelah gue itu sindi" ucap ririn


" fin itu yang di ujung namanya zion dia sebelas duabelas lah sama bian. dingin gitu" ucap lio menjelaskan dan mendapat anggukan dari fino


setalah selesai sesi perkenalan mereka melanjutkan makannya. selama makan fino terus memperhatikan theya dan bian menyadari itu, jujur bian tak suka dengan fino yang secara diam-diam memperhatikan kekasihnya


" ya kenapa gak makan nasi? "ucap fino


" theya yang awalnya fokus pada makananya langsung menengok kearah fino


" iya masih kenyang soalnya" ucap theya singkat dan melanjutkan makannya


" makan nasi juga dong. sarapan tadi kan cuma pakek roti" ucap fino mengingatkan. theya ingin menjawab tapi bian lebih dulu menyela


" dia cewek gue, lu gak perlu ngasi perhatian sampek segitunya " ucap bian yang dari tadi menahan emosinya


" apa salahnya gue perhatian sama sepupu gue? " ucap fino menatap bian dengan tatapn mengejek


" tapi yang lo perhatiin itu cewek gue dan gue gak suka itu" ucap bian yang masih mencoba sabar


" lu cuma pacarnya sedangkan gue sepupunya lebih berhak mana?. keluarga atau pacar? " ucap fino memancing bian, fino berusaha membuat bian marah dan merusak citranya di depan theya karena fino tau theya tak suka cowok pemarah