
hai semua sorry ya baru update lagi, ada masalah dikit hehehe. semoga makin banyak ya yang baca SELAMAT MEMBACA
...****************...
hari ini theya sedang bersantai dirumahnya karena hari ini sekolah diliburkan. theya bosan seharian di rumah ia sudah menelfon bian untuk mengajaknya keluar tapi bian bilang ia sedang ada meeting dikantor ayahnya
" bosennn bangen. apa gue ajak sindi ke mall aja ya? " theya berfikir sejenak lalu iya mengambil Hp nya dan langsung menelfon sindi. tak lama orang yang theya telfon menjawab
" kenapa lu" tanya sindi
" nge mall yuk"
" yaudah ayok. jemput gue" sindi langsung mematikan sambungan telfon itu tanpa menunggu jawaban theya
" wahh ni anak bener-bener ya. belum juga gue jawab udah di matiin aja" ucap theya dengan nada kesal. theya hanya mengajak sindi pergi ke mall karena ririn sedang ada dirumah nenek nya diluar kota
theya siap-siap dengan dress berwarna biru muda dan sepatu warna putih, theya menatap pantulan dirinya pada kaca fullbody ia merasa penampilannya sudah pas ia bergegas turun ke bawah untuk berpamitan dengan orang rumah kebetulan papa, mama dan kedua kakaknya ada dirumah
theya turun menuju ruang keluarga, disana ia dapat melihat keluarganya sedang berkumpul sambil menonton tv. theya berjalan kearah mereka
" ma,pa theya ijin keluar ya sama sindi mau ke mall" ucap theya sambil menatap papa dan mamanya
" yaudah Hati-hati pulangnya jangan kemaleman " ucap sang mama dan mendapat anggukan dari theya
" Hati-hati baby. ini kartu buat kamu belanja" ucap sang papa sambil memberi theya sebuah kartu berwarna hitam, theya mengambilnya dengan senang hati lumaya itung-itung pakek jajan
" Hati-hati ya dek" ucap samudra dan dion bersamaan, theya memberi anggukan sebagai jawaban lalu meninggalkan ruangan tersebut dan menuju garasi dan mengambil salah satu mobil berwarna putih
theya menggalkan halaman rumahnya dan pergi kerumah sindi
singkat cerita theya dan sindi sudah berada dimall mereka memasuki beberapa toko untuk belanja
mereka berdua duduk disalah satu meja dan mulai memesan makanan. theya mengamati keliling restoran tersebut sampai pandangannya terpaku pada satu objek. ia melihat seorang laki-laki dan perempuan sedang duduk disatu meja, theya sangat mengenali laki-laki itu
theya mengeluarkan ponselnya lalu ia menelfon laki-laki tersebut tak lama telfon itu diangkat
" kamu dimana bayu? " ucap theya sambil mengamati meja sebrang
" aku ada disalah satu restoran bersama klien " jawab abian, theya pikir bian akan berbohong padanya
" yakin dengan klien? " ucap theya memastikan
" iya sayanggg. gk cuma sama klien aja sih tapi ada skertaris aku pak dito, dia lagi dikaamar mandi" ucap bian menjelaskan
" oohh ini dia udah balik". theya memang melihat pak dito skertaris dari bian
" coba kamu hadap belakang" ucap theya memberi perintah pada bian, bian menurutinya dan membalikan tubuhnya kearah belakang
bian yang awalnya bingung mengapa theya menguruhnya menghadap belakang seketika senang karena ia melihat sang kekasih yang sedari tadi pagi tak ia temui, bian langsung menghampiri theya dan memeluknya ia rindu
theya membalas pelukan bian dan mengusap rambut nya
" kenapa kesini? kerjaannya udah selesai" tanya theya
" udah selesai tapi klien aku ngajak makan awalnya aku mau nolak tapi dia maksa" jawab bian dengan nada lemas, ia tak suka di paksa tapi ia juga tak bisa menolak karena ini adalah klien
" udah dong masa gitu aja lemes harus semangat. nanti klok kita nikah trus kamunya kayak gini aku mau makan apa?" ucap theya
bian melepaskan pelukan mereka lalu menatap theya, theya yang ditatap seperti itu bingung
" yaudah ayok kita nikah harta aku gak bakal habis " sungguh jawaban bian diluar ekspektasi theya, theya mengucapkan kalimat tadi itu biar bian rajin tapi ini kenapa malah diajakin nikah:)