BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 2 (mulai tertarik)



bel pulang sekolah sudah berbunyi theya bergegas merapikan alat tulisnya kedua temennya sindi dan ririn juga melakukan hal yang sama mereka ber3 berjalan di lorong sekolah menuju ke kantin karena theya berniat membelikan minum untuk sang kakak setelah selesai membelikan minum mereka lanjut berjalan menuju gerbang sekolah karena jemputan ririn dan sinta sudah sampai


" ya lo gak papa kan nonton sendiri gue sebenernya pengen banget nonton tapi gak bisa jemputan gue udah dateng"ucap ririn dengan wajah sendu


"udah santai aja kali gue juga biasa nonton sendiri. buruan gih lu udah di tunggu dari tadi"


"gue juga pamit ya theya"ucap sindi sambil berlari melambaikan tangan meninggalkan theya. ririn pun melakukan hal yang sama jujur ririn dan sindi sebenarnya tak enak meninggalkan temannya sendiri untuk menonton.


setelah kepergian ke dua sahabatnya theya bergegas menuju lapangan.


sesampainya di lapangan dia duduk di tribun yang menurutnya tidak panas, iya duduk sambil trus memperhatikan sang kakak yang sedang sibuk mengoper bola


saat istirahat latihan sang kakak yang melihat adiknya lantas langsung berlari menuju sang adik, theya bergegas bangkit dari duduknya dan menyerahkan sebotol air pada sang kakak. dion menerima air itu dengan senang hati dan duduk di dekat sang adik teman-teman biru juga ikut duduk di sana


"hai calon pacar " ucap lio dan mendapat tatapan tajam oleh dion


"santai dong yon gue kan cuma bercanda" ucap lio sambil cengengesan


" lu klok bercanda jangan godain adek gue dong"


"ya kali aja adek lo mau sama gue" ucap lio sambil menatap theya


theya yang di tatap hanya bisa tersenyum canggung iya bingung harus merespon apa


" adek gue gak akan suka sama cowok modelan kayak lu"


theya hanya bisa melihat perdebatan antaran kakaknya dengan lio, tapi saat asik melihat mereka ber dua berdebat theya merasa ada yang menatapnya dari samping. dan benar saja saat iya menoleh kesamping matanya bertemu dengan mata hitam legam milik laki-laki yang dia tak tahu namanya mereka trus bertatapan, mereka seakan enggan untuk memutus tatapannya sampai akhirnya suara dion mengagetkan keduanya


" kalian berdua gak capek tatap-tatapan gitu? ". theya yang kaget lantas memutuskan kontak mata itu


sampai akhirnya Abian mulai mengeluarkan suara


" gue mau kenalan sama lu, nama gue Abian Bayu Anggara"


"nama lu siapa? ". ucap abian sambil mengulurkan tangannya


theya langsung menjabat tangan itu


" nama gue theya putri pradiksa dewi " theya berkata tak lupa dengan senyum manisnya. iya langsung melepas jabatan tangan setelah mengenalkan namanya


" salam kenal dewi" theya yang di panggil dengan nama belakangnya pantas bengong karena ini pertama kalinya iya di panggil dengan nama belakangnya


" kenapa bengong?. lu bingung panggil gue apa? "


" lu bisa panggil gue Bian atau bayu. terserah lu mau pilih yang mana" bian berkata karena dia merasa theya bingung memanggilnya apa


"gue panggil lu bian. salam kenal bian" theya tersenyum lagi tapi kali ini senyum nya membuat bian terdiam karena terpesona


tapi semuanya buyar ketika dion mengajak theya untuk pulang


" dek ayo pulang udah sore"


"woy gue cabut ya " ucap dion sambil menarik theya menjauh


bian menatap kepergian keduanya dengan senyu tipis sambil berkata pelan


" lu menarik dan gue suka"