BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 27 ( kehilangan cahaya )



Ruang gelap dengan satu lampu redup berwarna kuning. seorang pria duduk disofa singgle dengan memegang segelas wine menatap ke arah seseorang yang tengah duduk terikat disebuah kursi. bian beranjak dari duduknya dan mendekatkan diri kearah orang yang pingsan dengan posisi terikat pada sebuah kursi tersebut


" siram dia dengan air itu " ucap bian pada bawahannya


tanpa membuang waktu lama sang bawahan menyiram orang yang tengah terikat itu. pria itu terkejut karena disiram menggunakan air dingin, pria itu mengedarkan pandangan nya ia melihat sekeliling tempat yang menurutnya asing dan merasakan jika tubuhnya terikat pada sebuah kursi


" aku tak bisa terlalu lama menunggumu bangun. jadi aku menyirammu" pria itu mengangkat pandangannya untuk melihat siapa yang berbicara


" siapa kamu?, kenapa kamu mengikatku disini?, bukankah aku ada dipenjara? " bian berdecih mendengar suara pria itu. suara yang menurut bian mengganggu pendengaran nya


" hukuman penjara itu terlalu mudah...dan aku rasa itu tidak adil dengan apa yang gadisku rasakan" pria itu mengernyit bingung dengan penuturan abian


" kamu harus merasakan apa yang gadisku rasakan...kamu harus menerima hukumanmu karena membuat gadisku harus terbaring diranjang rumah sakit itu" ucap bian sambil mengeluarkan sebuah pisau kecil dari sakunya


" apa yang mau kamu lakukan?!" bian berjalan mendekat sambil memainkan pisau tersebut


" menjauhlah dariku!! " bian terkekeh melihat raut wajah ketakutan dari pria itu


" ohh ayolah...kenapa harus takut " bian mendekatkan pisau tersebut kearah dagu pria itu sambil memainkan pisau tersebut mengitari wajah pria itu


" aku mohon...lepaskan aku" bian seakan menulikan pendengarannya saat sang korban memohon untuk dilepaskan


" aku bahkan belum memulai permainan nya. kenapa kamu sudah takut" kekeh bian pada akhir kalimat


" itu semua murni kecelakaan...gadismu masih bernafas sekarang bukan meninggal" bian menggoreskan pisaunya pada pipi pria itu saat kalimat terakhir diucapkan


" kau menabrak gadisku,kau membuat aku kehilangan senyum gadisku, kau membuat gadisku memejamkan matanya dan tak melihatku..." bian trus menggores wajah pria itu membabi buta tanpa ampun


" kau membuatku tak bisa mendengar suara gadisku, kau membuat aku kehilangan dunia ku, kau membuat dunia ku terluka" bian terus menerus memberi serangan pada wajah pria itu tanpa memperdulikan jeritan kesakitan yang sedari tadi pria itu keluarkan.


Bian berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju mobilnya dengan pandangan kosong seperti tidak ada kehidupan didalamnya.


Singkat cerita....


bian saat ni sedang berjalan menuju keruangan tempat gadisnya dirawat dengan tangan membawa sebuah buket bungan berwarna biru



saat sampai diruangan theya, bian langsung membuka pintu ruangan tersebut. bian berjalan kearah meja yang terletak disamping kasur rawat theya dan meletakan bunga yang tadi ia bawa disana


Bian menatap gadis cantik yang masih senantiasa memejamkan matanya, gadis itu seakan enggan membuka mata


Bian meneliti setiap inci wajah pucat theya lalu mengusap pipi theya menggungakan tangan nya. bian mendudukan diri disebelah theya yang masih enggan terbangun dari tidurnya, ia menggenggam tangan theya yang dilengkapi infus


" kapan kamu mau bangun?...apa mimpimu sangat indah? sampai kau enggan membuka mata?" rentetan kalimat menyayat hati keluar dari bibir bian


" kamu gak mau ngeliat keadaan aku?... " bian menjeda kalimatnya lalu menundukan kepalanya dengan tangan masih menggenggam tangan sang gadis


" aku... hancur" setitik bulir air mata jatuh dari mata bian


" ayo bangun...aku kangen kamu, aku hancur negeliat kamu kayak gini" nada lirih menggema diruangan rawat itu


" aku harus apa biar kamu bangun?...aku butuh kamu" bian mengangkat kepalanya dan menatap wajah kekasihnya


" kalok mimpinya terlalu indah... kenapa kamu gak bawa aku juga?, kenapa kamu tega tinggalin aku sendirian disini?" banyak pertanyaan yang bian keluarkan tapi satupun pertanyaan itu tak ada yang mendapatkan jawaban


" aku bakal tunggu kamu bangun. mau seberapa lama itu, aku pasti bakal nunggu kamu"