BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 29 ( hanya mimpi )



"bian,bian....bangun bian" bian terusik dari tidurnya lalu tiba-tiba berteriak


" theyaaa" diah terkejut mendengar teriakan putranya


" hey... Kamu kenapa sayang" ucap diah menarik bian kedalam pelukannya sambil mengusap punggu tegap sang putra. Diah merasakan bahunya basah ia merasa bian sedang menangis sekarng karena nafas sang putra sedikit tidak teratur


" kamu kenapa sayang? " bian melepas pelukan tersebut lalu menatap diah


" theya maa....theya ninggalin bian" ucap bian dengan nada sesenggukan karena menangis. Diah tak mengerti dengan apa yang putranya ucapkan


" theya gak kemana mana sayang. Dia disini tapi dia belum sadar dari komanya" jelas diah pada putra semata wayangnya itu. Bian terdiam sebentar lalu menatap sang ibu yang menunjuk pada bankar rawat theya, disana terlihat theya masih memejamkan mata dengan berbagai alat medis yang mempel padanya. Akhirnya bian sadar bahwa ia hanya bermimpi


" bian tadi mimpi theya ninggalin bian ma..." diah iba pada sang putra, sebegitu pentingnya theya dalam hidup bian sampai-sampai diah merasa bian lebih menyayangi theya dari pada dirinya sendiri


" tenang ya itu cuma mimpi kok" ucap diah menenangkan sang putra. Bian berjalan kearah theya lalu mendudukkan diri dikursi yang terletak disamping tempat tidur theya. Diah yang mengerti sang anak memerlukan waktu berdua dengan sang kekasih maka dari itu diah memutuskan keluar ruang rawat theya agar bian bisa lebih leluasa.


bian menatap theya dengan pandangan lirih seakan masih tak percaya dengan mimpi yang terasa nyata yang baru ia alami tadi


" aku takut..." bian menjeda ucapannya karena air matanya tak bisa terbendung lagi


" aku takut mimpi itu jadi nyata...aku takut kamu ninggalin aku " bian menggenggam tangan theya


" aku gak bisa bayangin kalok aja mimpi itu jadi nyata...sehancur apa aku nanti " ucap bian mengecup singkat tangan theya


" aku mohon bertahan demi aku...aku tau klok aku banjingan,aku suka bunuh orang,aku brengsek tapi pria brengsek ini butuh orang buat nuntun dia kejalan yang bener. Aku rela kehilangan semua yang aku punya asal jangan kamu....aku gak siap kehilangan kamu" bian merasa bahwa tuhan tak pernah mengijinkannya bahagia dari dulu,tapi ia mohon kali ini saja pada tuhan...tolong jangan ambil theya


" hancur aku ngeliat kamu kayak gini,aku hancur ngeliat mata indah yang sering aku tatap jadi tertutup,aku juga hancur gak bisa denger suara kamu...aku kangen dilarang sama kamu, aku kangen kamu marahin aku...aku sering ngerokok sekarang,aku inget klok kamu pernah bilang kamu gak suka sama cowok perokok tapi itu salah satu cara pelarian aku....ayo bangun marahin aku, aku lebih suka kamu marahin ku dari pada kamu harus diem kayak gini" bian menundukkan kepalanya sambil menangis sesenggukan. Dunianya hancur....alasannya tetap bertahan hidup sedang koma sekarang


...****************...


kalian pasti bisa ngerasain sehancur apa bian sekarang. Orang yang dia jadiin sandarannya sedang berjuang untuk bertahaan hidup jika saja semua laki-laki seperti bian mungkin gak ada wanita yang terluka tapi tak semua laki-laki seperti bian:)