BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 15 ( selalu berdua )



saat ini semua siswa dan siswi sudah bersiap siap pulang karena bell pulang baru saja berbunyi theya dan kedua temanya pun sama, mereka sedang berjalan dilorong menuju gerbang sekolah. saat sampai di parkiran dapat mereka lihat bian dan kawan kawan sedang berbicara


theya berjalan mendekati bian, bian yang menyadari kedatangan sang kekasih lantas langsung merentangkan kedua tanganya meminta peluk


bian dan theya berpelukan sebentar lalu mereka melepaskan pelukan tersebut. bian mengusap rambut sang kekasih lalu mengecup singkat pucuk kepala theya


" terlalu banyak adegan uwu ya kalok kita ada dideket BIYA " ucap sindi dan mendapat tatapan bertanya dari yang lain


" BIYA itu singkatan dari BIan, theYA" ucap sindi dan mendapat anggukan kompak dari mereka semua


" THEYA" panggilan yang berasal dari orang yang sekarang sedang berlari menuju theya dan kawan-kawannya. saat orang tersebut sudah berada didekat theya, theya langsung bertanya


" kenapa fin? "tanya theya pada fino yang tiba-tiba memanggilnya


" mama suruh lu pulang sama gue katanya dia pengen ketemu lu" ucap fino menjelaskan belum sempat theya menjawab bian langsung mengeluarkan suaranya


" gak, theya pulang sama gue" ucap bian dengan nada tak bersahabat


" ya ini mama yang mau. dia kangen banget katanya sama lu" ucap fino tak mendengarkan jawaban dari bian


" gimana ya fin tapi ini gue pulangnya sama bian. gimana klok gue kesana bareng bian aja" ucap theya, theya tahu bian tak akan mengijinkan ia satu mobil dengan fino


" yaudah gak papa" jawab fino pasrah ia tak bisa menolak keinginan theya


"oke klok gitu. ayo cepetan nanti aku sama fino klok kamu lama" ucap theya. bian lantas langsung berlari membukakan theya pintu lalu selanjutnya menyalakan mesin mobil


mobil bian sudah berjalan mengikuti motor fino dari belakang. satu tangan bian menggenggam stir mobil dan satu lagi memegang tangan theya, theya sudah terbiasa dengan tingkah sang kekasih ia hanya bisa pasrah karena kalok gak diturutin entar bisa ngambek bayi besarnya ini


" nanti setelah dari rumah fino aku mau bawa kamu ke suatu tempat" theya yang awalnya fokus dengan jalan lantas menoleh


" mau kemana? "tanya theya penasaran


" pokoknya tempatnya bagus aku jamin kamu suka. aku biasa ke sana kalok lagi ada masalah" ucap bian menjelaskan. theya hanya bisa mengangguk sebagai jawaban


singkat cerita bian dan theya sampai dirumah fino. bian dan theya turun dari mobil lalu mengikuti fino masuk kedalam rumah tersebut


" maa fino pulang ni bawa pesenan mama" ucap fino sambil berteriak dan mendapat sahutan dari arah dapur. mama fino yang berada didapur ia berlari ke arah sang anak


" yaya mama kangen" ucap mama fino sambil berlari ke arah theya lalu memeluk gadis tersebut. theya juga memeluk wanita yang masih terlihat muda padahal sudah memiliki anak bujang tersebut


" yaya juga kangen sama mama" ucap theya. yaya itu panggilan sayang yang diberikan keluarga fino untuk theya. mama fino melepaskan pelukan itu lalu manatap laki-laki yang berdiri disamping theya


" ini siapa? temen kamu ya fin" tanya mama fino menatap sang anak. sebelum fino menjawab theya sudah lebih dulu


" kenalin ma dia ini pacar theya" mama fino menampilkan wajah terkejutnya namun ia langsung memberikan senyumnya


" kenalin saya abian tante pacar theya" bian memperkenalkan dirinya


" wah yaya udah besar ya, udah punya pacar aja" ucap mama fino menatap theya


" ayo kita ke ruang makan, mama udah masak banyak banget buat kamu" ucap mama fino membawa theya ke arah dapur


" maa maaf gak bisa lama theya harus pulang " ucap theya yang mendapat tatapan sedih dari mama fino tapi tak ayal ia mengangguk


" yaudah Hati-hati ya titip salam buat mama di rumah" ucap mama fino sambil mengantarkan theya dan bian menuju mobil


saat theya dan bian sudah didalam mobil mereka melangsung meninggalkan kawasan rumah tersebut


"kita jadi pergi ke tempat yang kamu bilang? " tanya theya


"iya jadi" jawab bian dan mendapatkan anggukan dari sang kekasihnya


singkat cerita mereka sampai ditempat yang dimaksud bian. theya turun dari mobil dengan pandangan takjub



theya menatap pemandangan didepannya dengan takjub ia sampai tak berkedip dibuatnya. pemandangan indah yang tak pernah ia lihat sebelumnya, theya tak tahu ada tempat sebagus ini


" tempatnya cantik banget " ucap theya sambil terus menatap kearah depan


" iya cantik, tapi masih lebih cantik kamu" ucap bian dengan pandangan fokus pada theya seakan pemandangan didepannya tak lebih menarik dari gadisnya. karena bagi bian tak akan ada yang bisa mengalahkan theya


" kita duduk disana yuk" ucap bian sambil menggenggam tangan sang kekasih menuju kursi taman yang tak jauh dari sana


theya dan bian duduk dikursi tersebut dengan kepala theya yang bersandar pada dada bidang bian. theya terus menatap kearah danau tersebut


"pantes kamu suka disini. aku aja suka " ucap theya


" iya aku suka disini soalnya tempatnya tenang. kalok kamu suka disini kita bisa jadiin ini tempat favorit kita" ucap bian sambil mengelus kepala sang gadis. theya menerima usapan tersebut


" bayu apa yang kamu takutin? " tanya theya tiba-tiba tapi tak ayal bian tetap menjawabnya


" aku suka kamu panggil aku dengan nama bayu" ucap bian


" gak ada yang aku takutin tapi itu dulu sebelum aku ketemu kamu tapi sekarang ketakutan aku banyak setelah kenal kamu. ketakutan terbesar aku itu kamu pergi" bian takut jika theya pergi darinya


" kenapa kamu takut aku pergi padahal cewek diluar sana banyak?" ucap theya kembali bertanya


" kamu gak bisa dibandingin sama cewek lain diluar sana. kamu itu beda theya " bian tak bisa merangkai kata untuk sang kekasih, bian itu gak romantis kayak cowok-cowok lain


" bayu jika suatu saat aku buat kesalahan apa kamu bakal mau maafin aku? " theya tak pernah kehabisan pertanyaan jika dihadapkan dengan bian dan bian akan dengan senang hati menjawab pertanyaan itu


" aku bakal maafin kamu apapun yang kamu lakuin " jawab bian, bian akan selalu memaafkan apa yang theya lakukan bahkan hal fatal sekalipun akan ia maafkan


" kalok aku buat salah apa kamu bakal maafin? " sekarang pertanyaan itu dibalik untuk sang gadis


" apapun bisa aku maafin kecuali perselingkuhan dan kebohongan karena bagi aku dua kalimat itu gak pernah bisa dimaafin yu" sang gadis menatap mata laki-laki yang saat ini mengisi ruang hatinya saat ini dengan tersenyum. theya tak pernah menyangkan akan dipertemukan dengan sosok bian,sosok yang perlahan bisa menggantikan sosok DIA dalam hidupnya. theya hanya ingin bian untuk saat ini tapi jika suatu saat bian melakukan dua hal yang ia sebutkan tadi maka dengan berat hati maka theya akan melepaskan bian


...****************...


jangan lupa like ya. ikuti juga akunnya biar aku makin semangat buat update cerita SEE YOU sampai ketemu di Bab selanjutnya ♡♡♡