Azielio

Azielio
Chapter 9



yudana menatap Kiara dengan bingung. Kiara hanya tenang - tenang saja tanpa merasakan kesedihan jika ditinggalkan pergi oleh kekasihnya. Jika seseorang ditinggalkan pergi oleh seseorang yang ia cintai pasti terlihat sangat jelas raut wajah sedihnya, apa mungkin Kiara telah mengiklaskannya.


"kamu ngak merindukannya?" tanya yudana penasaran.


kiara merasa bingung pasti seseorang yang dimaksud nya Angga, dirinya harus berkata apa lagi.


"aku sudah tidak ingin membicarakan nya lagi," ucap nya dengan gugup.


Angga dan Marina berjalan memasuki restoran tempat mereka telah rencana tidak lupa tempat yudana telah menunggunya bersama Kiara. Mereka terlihat begitu berjalan mendekati tempat yudana dan Kiara duduk, Kiara yang melihat keberadaan Angga merasa takut.


Kiara mengambil buku menu makanan di atas meja itu, langsung menutupi wajahnya "bagaimana ini apa yang harus aku lakukan? oh my good" ucapnya dalam hati.


"hai, Yudana" sapa Angga.


Angga dan Marina yang melihat keberadaan seorang gadis disebelah Yudana menjadi sedikit heran, karena ini pertama kalinya Yudana dekat dengan seorang gadis selain Marina ataupun berhubungan dengan pekerjaan nya.


"dia, siapa?" tanya Angga penasaran.


"oh, ya dia ini temen aku waktu SMA.. gue tidak sengaja ketemu dia disini, jadi gue ajak aja makan bareng sekalian.. ngak apa - apa kan?" ucapnya berbohong.


"Lo tidak pernah cerita sebelumnya kalau punya temen seorang gadis," saut Marina.


Kiara tidak sengaja menginjak kaki Yudana dengan keras, membuat Yudana kesakitan.


"aduh, sakit!" teriaknya.


Angga dan Marina mendengar nya langsung wajah nya berkerut "ada apa?" ucap Angga.


"oh, tidak apa - apa" ucapnya.


"oh, ya makanan nya udah dipesen?" tanya Marina.


"oh, itu sudah datang" ucapnya, melihat kedatangan pelayanan yang telah membuat makanan khusus yang telah ia pesan.


Kiara menahannya dan melototkan matanya kepada Yudana, mengisyaratkan agar untuk diam.


Angga yang merasa gadis disampingnya terus saja diam tidak berkata sepatah pun, langsung menyapa nya dan ingin memperkenalkan dirinya. Tetapi dilihat - dilihat ia seperti mengenal seseorang itu tetapi ia lupa dimana.


"ngomong - ngomong kita belum kenalan, gue Angga" ucap Angga.


"hai, aku Kiara" ucapnya, sambil menundukkan kepalanya malu.


Angga yang melihat Kiara dengan baik - baik dan mengingat - mengingatnya, Yudana yang melihat nya langsung saja hati nya begitu senang sekali.


"apa kakak telah mengingatnya, ini adalah berita yang sangat menggembirakan" ucap yudana dalam hati.


"ah, aku baru mengingatnya!" ucap Angga.


"apa?" tanya Kiara singkat.


"bukannya kita sering ketemu di hotel bintang 5 di Jakarta waktu itu kan?" tunjuk Angga mengingat kejadian waktu itu.


"oh, ya aku ingat!" ucap Kiara pura - pura mengingatnya.


"kamu mengenalinya? kok kamu tidak pernah cerita sama aku sih?" ucap Marina, dengan wajah yang marah.


karena Marina orang nya cemburuan jadi ia kalau orang yang ia cintai dekat dengan gadis lain, ia tidak suka pastinya ia akan marah. karena hanya dirinya yang boleh dekat dengan seorang Angga.


Marina pergi meninggalkan Angga keluar dari restoran itu dan disusul oleh Yudana.


"kamu mau kemana?" tanya Angga.


Yudana menyusulnya dan mengikuti Marina keluar, disana ia duduk di bangku taman restoran dan yudana menghampiri nya.


Yudana yang melihat nya menangis, " hei, kenapa menangis?" ucapnya, sambil mengusap rambut Marina dengan lembut.