
Kiara dan Marina duduk dan ngobrol di beranda atas.
Marina berkata "maaf soal yang kemarin, oh ya selamat atas pernikahanmu".
"ya! terima kasih"
"oh ya, gomong gomong bagaimana kalian saling kenal?"
"aku tidak begitu ingat, kalau kamu lihat berita nya di tv, pasti kamu akan tahu"
Marina tidak mengerti "apa?"
"maksudku, bukan begitu. ah sulit menjelaskan nya, cerita nya panjang"
"aku sempat mendengarnya, setahuku dia tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun"
"yah,aku tahu. dia memang aneh,kan? tapi seperti apapun dia, aku tetap mencintai nya"
petugas spa memanggil "nona Kiara!"
"aku mau melanjutkan perawatan ku dulu sampai jumpa"
"aku juga mau pergi, senang bertemu denganmu".
Kiara buru buru menghabiskan minumnya dan berlari mendekati petugas spa...
Marina memandang kepergian Kiara dengan tatapan gimana gitu...
didepan life juga marina seperti menyesal atau memikirkan sesuatu.
yudana sendiri sedang ditempat fitnes... sampai seorang gadis lewat dan terpesona memandangnya.
lalu ada telpon masuk... Ternyata dari Marina, yudana tidak mengangkat nya.
Marina yang masih didepan life spa... sangat kaget.
Tempat fitness...
yudana akan pergi tapi dia melihat Angga kakaknya sedang bermain tenis seorang diri. Angga terlihat kelelahan dan menoleh... memandang yudana.
mereka istirahat dan mengobrol...
Angga bertanya "bagaimana rasanya menikah duluan? kenapa kamu terlalu cepat menyerah?"
"maksudmu?"
"kamu harusnya pikirkan baik baik sebelum memutuskan ini semua. kamu tahu bagaimana sifatnya Marina, kan?"
"jangan bicarakan dia lagi! memangnya kamu tahu apa?"
"aku lebih tahu dia dari pada kamu, katanya kamu pintar? kuharap kamu bisa mengatasi semua ini sebelum terlambat, kuharap ini juga baik untukmu"
"terimakasih atas nasehatnya dan tidak usah ikut campur urusanku"
yudana mengambil jaketnya dan pergi dari sana... yudana terlihat sangat kesal...
Angga berteriak "selamat atas pernikahanmu!"
Dikontrakkan Andi dan Nara...
"ada apa?"
"lihat ini, lihatlah"
"memangnya ada berita apa?"
"disini mereka bilang Kiara Larasati akan segera menikah, akhirnya kita bebas! kita selamat! kita bebas!"
Nara kaget membaca berita dikoran itu...
Dirumah full house...
Kiara membuka pintu "siapa?"
Nara dan dan Andi menyerahkan buket bunga dan berkata bersamaan "Kiara, selamat atas pernikahanmu!"
"terimalah ini!" kata Andi
"hei bolehkah kami masuk?" tanya Andi
"benarkah?" kata Kiara
mereka langsung saja yelonong masuk kedalam rumah Kiara...
Kiara kesal dan mengikuti mereka masuk...
Andi kagum "wah! rumah ini sudah banyak berubah"
Nara berkata "soal masalah kemarin itu, aku minta maaf karena tidak memberitahumu"
Andi menambah kan " sebenarnya kami juga mau menemuimu, apa benar soal berita yang ada dikoran itu? selamat ya"
Nara bertanya lagi "benar! apa yudana ada disini sekarang?"
Kiara tidak kuasa menahan amarahnya... dan berteriak "mati kamu! penjahat... pergi mati kamu... sial!"
Kiara lalu menyerang Andi membabi buta dengan buket bunga pemberian mereka berdua... Nara menghalanginya.
Andi memohon "jangan pukul lagi!"
"jahat kamu! katakanlah!"
nara berkata "kita teman baik! mana boleh kamu begini? sayang!"
"pergi! jahat kamu!"
Andi menjawab "sudah cukup! sudah cukup!"
"sudah cukup!" saut Nara.
setelah beberapa saat kemudian... kiara berhenti setelah Andi melihat Nara ada di sampingnya terkena pukulan Kiara. Nara melihat tangan Andi terluka "sayang, kamu tidak apa apa? ada yang terluka?"
Nara marah pada Kiara...
Kiara tidak percaya