Azielio

Azielio
chapter 54



"mama... lihat koran papa ngak?"


"ti...tidak, kenapa? belum dikirim juga?" ucap nenek.


"dimana ya?"


"makanlah dulu" ucap mama.


diruangan direktur yudana...


direktur berkata "gosip soal aktor ini, pasti itu yudana kan?"


manajer berkata "seperti nya kita harus segera cari tahu, tanyakan Surat kabar ini"


tiba tiba Andi datang dan berkata "permisi, apa anda memanggil ku?"


"ada yang mau kutanyakan" ucap direktur.


"soal yudana, apa dia masih sering bertemu Marina?"


"benar, tidak terlalu sering"


manajer berteriak keras "kamu kan kusuruh jaga mereka!"


"aku sudah berusaha, mereka sering minum dibar"


"sudah kularang tapi dia tidak mau"


Andi kelepasan lagi "maaf aku berkata begini, menurutku Marina itu orang yang banyak masalah... sudah tahu yudana sudah menikah, tetap saja menelpon nya. pernikahan tetap pernikahan, kan? kenapa Kiara mau dengan kontrak itu?"


manajer kaget "kontrak pernikahan?"


"apa katamu tadi? pernikahan kontrak katamu?"


full house


suasana dirumah full house mulai dingin... Kiara menyiram tanaman sambil mencuri pandang pada yudana yang membaca buku. karena merasa terganggu sebab Kiara bolak balik di depan nya sambil menyiram, yudana masuk kedalam rumah.


kali ini yudana meneruskan membaca bukunya didalam rumah. Kiara mengepel lantai dan yudana Merasa terganggu dan pergi.


"aku yang patah hati? kenapa dia yang begitu?"


beberapa jam kemudian...


telpon rumah berbunyi...


"hallo?"


"Kiara ini direktur... kamu ada waktu sekarang? saya ingin bertemu, ya! yudana jangan sampai tahu soal ini kamu mau, kan?"


"ya, aku mengerti"


"aku cuma mau bicara sebentar, aku sudah dengar soal pernikahan kontrak itu"


"apa?"


"dan itu tidak penting bagiku, asal kamu tahu saja karirnya yudana sedang turun sekarang.. turun drastis, hampir semua iklan dan filmnya dibatalkan. kalau ada skandal lagi hancur sudah semuanya, karirnya akan tamat"


"ya aku mengerti"


"sekarang lupakan soal perceraian dulu, kita harus rendam pemberitahuan diluar sana, harusnya aku bilang ini pada yudana tapi akan lebih nyaman mengatakannya padamu. kalau mau bercerai, dengarlah kataku tadi, sabarlah"


di boutique Marina...


direktur berkata "Marina!"


"oh, direktur"


"kamu masih sibuk"


"tidak"


"lalu bisa bicara sebentar"


"ya, tentu"


"Marina, menjauhkan dari yudana"


"apa?"


"aku sudah sering memperingatkan nya, tapi dia tidak mendengar. kamu tahu, kan ini menyulitkan yudana... bagaimana kalau skandal terkuak?"


"tapi aku tidak bisa"


"kamu merasa bersalah? pernikahan tetaplah pernikahan"


"apa?"


"semua orang tahu yudana sudah menikah, dia juga akan bercerai. jadi kamu tunggu saja... jangan mendekatinya untuk sementara"


Marina terdiam memikirkan permintaan direktur.


Kiara juga sama bingungnya didalam kamarnya...


yudana masih mendiamkan dan menghindari Kiara...


"yudana kamu tidak berubah pikiran? aku tidak akan mengganggumu lagi?"


"apa?"


"aku tahu ini sulit bagimu, tapi perceraian ini harus kita tunda dulu.... bagaimana menurutmu?"


yudana berteriak "hey, kamu bercanda?"


"bukan begitu, ini untuk kebaikanmu? jangan terlalu ambil pusing soal masalah ini, kita tunda saja dulu perceraiannya dan lupakan soal Marina untuk sementara waktu dan itu yang kumau. kamu mau atau tidak? kenapa? tidak mau?"


yudana berteriak "jadi... selama ini... kamu mengetes ku?"


"bukan begitu"


"Kiara! kamu benar benar mempermainkan ku"


"apa?"


yudana berteriak marah "orang seperti kamu ini... lupakan saja"


yudana pergi dan Kiara tampak bigung...


yudana berteriak frustasi "hey, kenapa kamu begitu padaku? memangnya apa salahku? membuatmu menunggu? aku minta maaf soal itu, aku tidak akan mengulanginya apalagi salah ku? memanggilmu ayam? memanggilmu mangkok nasi? apa itu menyakitkan hatimu? kalau begitu panggil juga aku begitu... apa lagi? bersihkan rumah? kamu tidak suka? kalau begitu tidak usah kamu kerjakan pekerjaan rumah"


"bukannya begitu"