
"yudana! yudana!" saut nyonya maura.
nenek mau mengejarnya... tapi kakinya terkena bantal dan terjatuh. siku tangannya terluka... nyonya maura buru buru mendekati nenek dan membantunya bangun.
Diluar rumah Kiara dan yudana bertemu dengan ayahnya...
Kiara berkata kepada yudana "lepaskan aku! lepaskan!"
yudana pun melepaskan tangan nya dari tangan kiara... Yudana kaget saja saat bertemu dengan ayahnya... ayahnya hanya diam... yudana hanya menundukkan kepalanya "hai ayah, apa kabar ayah?"
Kiara mengerti dan membungkukkan badan "halo?" Kiara tersenyum lebar.
yudana buru buru menarik tangan Kiara menuju mobilnya...
Kiara masih membungkukkan badannya dan ayah menutup pintu dengan keras...
yudana dan Kiara yang akan masuk ke dalam mobil kaget. yudana lalu masuk ke mobil, begitu pula Kiara dan pergi... ke Bandara untuk pulang.
beberapa saat kemudian... pintu pagar terbuka... muncullah ayah yang memandangi kepergian anaknya yang sudah lama tidak pulang.
beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di Jogja mereka sedang dalam perjalanan pulang...
yudana berkata "nenek bilang apa saja? apa dia memarahimu?"
"tidak" ucap Kiara
"jangan pedulikan kata katanya dan jangan terlalu diambil hati ... mengerti?"
Kiara menjawab "nenek, ayah maksudnya papa mama... kukira kamu tidak punya keluarga lagi... hidupmu sempurna sekali"
yudana tidak mengerti "apa?"
Kiara penasaran "kenapa hubungan kalian kaku sekali? sekilas saja aku sudah tahu..."
yudana kesal "diamlah... jangan sok tahu... kalau kamu ngomong saja ku turunkan ditengah jalan! diamlah"
"kamu tidak boleh begitu atau kamu akan menyesal nantinya..." ucap Kiara.
"sudah kubilang diam!"
"kamu juga perlu nasehat orang lain"
yudana marah "kenapa semua menasehati ku hari ini?"
yudana marah dan menghentikan mobilnya disisi jalan yang lain... yudana marah "keluarlah! kamu bisa bicara apa saja di luar sana!"
Kiara kesal dan turun dari mobil dengan membawa tasnya...
Yudana lalu pergi... Kiara akan berjalan ke arah yudana pergi... tapi diurungkan dan balik arah.
didalam mobil... yudana kesal dan melirik kaca spion nya. sampai beberapa kali karena tidak melihat sosok Kiara....
Kiara sendiri berjalan kaki sambil berteriak frustasi "dasar gila! berani sekali dia, akan kubalas dia!"
Kiara sendiri awalnya akan berjalan ke depan... tetapi mengurungkan niatnya dan balik kearah, turun ke jalan yang ada dibawahnya. bersamaan dengan yudana yang kembali ke tempat dia menurunkan Kiara tapi tidak menemukannya... yudana mau menelpon Kiara tapi mengurungkan nya.
dirumah keluarga yudana...
mama, papa dan nenek makan malam, ayah terlihat masih kesal...
nyonya maura berkata "hari Minggu ini dia akan menikah, kamu bisa datang, kan?"
tuan pranata menjawab kesal sambil makan "kenapa aku harus datang? dia sudah punya hidupnya sendiri... aku tidak peduli lagi..."
nyonya maura dan nenek kaget...
nenek berkata "wanita itu sudah tidak punya orang tua lagi"
nyonya maura menambahkan "siapa yang akan jadi pengiringnya?"
tuan pranata menjawab "lalu? apa aku yang harus mengiringinya?"
nyonya maura kaget dan berkata "dia sudah memohon padaku, dengan berurai air mata"
nyonya maura memberi syarat pada nenek agar mau membantunya...
nenek menambahkan "ini bukan untuk yudana, tapi demi wanita itu"
tuan memakan makanannya dengan kesal...
,......
Rumah Full house
yudana melihat jam tangannya... kira kira jam 22.20 Kiara belum juga pulang. Yudana berkali kali melihat jam tangannya dan gelisah didalam kamarnya... bahkan membuka tirai jendela kamarnya... jadi bisa langsung melihat jalan didepan rumah... siapa tahu Kiara sudah pulang.