
"lalu apa?"
"apa kamu tidak pernah mempermainkan ku?"
"apa?"
"kamu pura pura jarimu kena pisau, kan? padahal aku sudah cemas sekali?"
yudana berteriak "hei, itu beda? maksudku, kita sungguh bercerai kali ini"
yudana pergi dan Kiara kaget mendengar nya... kali ini giliran Kiara malah yang bigung.
ternyata yudana masih ngambek...
"yudana, kamu mau dengar cerita lucu? yang ini pasti lucu... ada seorang"
yudana balik badan dan menatapnya tajam, Kiara diam sedangkan Yudana kembali merajuk lagi.
Kiara pun menyanyi lagu beruang...
yudana marah "hey! tidak usah... diam saja"
yudana merajuk lagi...
Kiara menakut nakutinya "yudana! yudana, jangan marah lagi!"
yudana berteriak "hey, kubilang diam?"
yudana merajuk lagi...
Kiara kesal "sudah cukup! kalau aku salah, aku minta maaf... tapi jangan begini"
yudana masih tetap merajuk...
"oke kalau begitu pukul saja aku"
Kiara mendekatkan kepalanya minta dipukul...
"apa?"
"pukul saja sepuasmu"
"aku tidak mau"
Kiara memegang tangan yudana agar memukul nya...
"pukul! pukul saja!"
"kubilang tidak, kenapa kamu ini?
"pukul saja aku!"
karena tarik menarik tangan, malah wajah yudana yang tidak sengaja kena tonjolan kepalan tangannya sendiri. tentu saja Kiara kaget, yudana menatap marah kepadanya sambil memegang wajahnya yang kena tonjok.
Kiara kaget "kamu tidak apa apa?"
yudana memegang wajahnya sebelah kiri dengan marah...
sedangkan Kiara malah ketawa melihatnya...
"pasti sakit sekali"
yudana masih memegang wajahnya itu dengan kesal, sedangkan Kiara memberikannya telur rebus yang masih hangat...
"pakai ini"
"tidak perlu"
Kiara tertawa geli...
ternyata memang ada bekas lebam dibawah mata kiri yudana...
"Kiara"
"apa?"
"aneh?"
yudana berteriak "oh... maksudku menyengarkan... sangat menyengarkan"
"terus kenapa tadi kamu teriak segala?"
"maksudku... kita tunda perceraian nya... Belum waktunya kita harus persiapkan itu"
"tapi kita akan tetap bercerai... untuk apa pakai persiapan? untuk apa?"
"kamu selalu mempersiapkan nya? bersiap berpisah?"
"ya"
"aku tahu"
"sekarang sudah beres semuanya... hati hati mulai sekarang, oke? mengerti! kenapa diam saja? mengerti?"
"tidak, kenapa?"
"yudana? kenapa kamu tidak mengerti?"
"apa?"
"kalau kamu begitu lagi, awas kamu"
yudana kesal "kamu..."
Kiara tersenyum melihat senyumnya kesal yudana sirna...
yudana tidak bisa tidur tapi ada senyum tersungging disudut bibirnya sambil menyentuh luka lembam dipipinya.
Kiara sendiri tampaknya menyesal karena memang tidak ada pilihan, dia akhirnya mencoba untuk tidur.
Kiara kaget saat melihat yudana memaki celemek dan mengepel lantai... plus perubahan yang lainnya.
"apa yang kamu lakukan?"
"tidak lihat? aku sedang bersih bersih"
"bersih bersih?"
yudana tersenyum "kalau kamu sibuk, itu jadi tugasku, kan? mau makan, kan?"
yudana menyiapkan sarapan dan melayani Kiara...
"enak? kamu suka?"
Kiara bigung...
Kiara mengetik tapi masih sempat melihat yudana yang mencuci piring... Kiara bigung... apalagi saat yudana memberikan segelas orange juice. Kiara tampak bigung lagi...
"bagaimana skenario mu? jangan terlalu kecapean, pikirkan kesehatanmu juga.
yudana melangkah pergi sambil tersenyum...
Kiara penasaran "yudana sini"
"apa? kenapa?"
"kenapa kamu aneh sekali?"
"aneh? kenapa?"
"kamu tidak menyuruh yuruhku lagi... kamu kenapa? apa kamu salah makan?"
"apa?"
"dan apa itu? kenapa beri itu padaku? aneh sekali? kamu mau meracuniku?"