Azielio

Azielio
chapter 60



"sebenarnya... yudana... katanya dia mau pindah dan lebih tepatnya dia bilang akan kembali pada Marina"


"yudana bilang begitu? dia kembali pada Marina?"


Kiara berkaca kaca "ya, maksudku... dia bilang, dia juga bahagia bersama ku dan juga... dia sedikit menyukai ku, tapi tidak lebih dari itu. dia harus kembali pada marina...


kalau dia kembali pada marina, kamu tahu apa akibatnya? skandal nya akan tersebar kemana-mana walaupun dia sangat menyukai Marina, tapi kenapa bisa dia sebodoh itu? dia benar benar otak burung"


"yudana tidak bisa menyakitinya"


"aku tahu... sejak mereka masih kecil, dia berjanji selalu menjaganya. itukan cuma janji anak-anak? dasar bodoh"


"yudana meninggalkanmu, itu baik untuk mu"


"apa?"


"beritanya sedang menyorot kalian berdua... jadi sementara waktu kalian masih aman"


"lalu... bagaimana dengan yudana?"


"dia tidak punya pilihan lain, yudana pasti juga menyadari nya"


Kiara terdiam...


full house


yudana dirumah terlihat tidak tenang... dan saat mendengar suara mobil, yudana mengintip dari balik pintu.


yudana melihat Kiara turun dari mobil Angga...


saat mobil Angga pergi, yudana buru buru lari kedalam rumah... pura pura menonton tv.


"sudah pulang?"


"belum tidur?"


Kiara berjalan menuju dapur dengan terhuyung huyung.


yudana berteriak "ada apa? kamu mabuk?"


"cuma minum sedikit, kenapa?"


"kenapa kamu minum?"


"cuma sedikit"


"Dengan Angga?"


"tentunya, siapa lagi?"


yudana berteriak "apa?"


"yudana, buatkan aku teh"


"apa? apa katamu?"


"apanya yang apa? cepat buatkan teh"


Kiara duduk dikursi dan memperhatikan yudana yang membuatkannya teh.


"yudana aku mau bilang sesuatu"


"ini, kamu mau bilang apa?"


"tidak boleh... kmau tidak boleh kembali pada Marina, aku tidak akan membiarkan nya, kau sangat peduli padamu"


yudana menggendong kiara dengan hati hati ke kamarnya dan membaringkannya.


yudana lalu menyelimuti nya sebelum menatapnya.


yudana lalu duduk dipinggir tempat tidur... ingin membelai pipi Kiara tapi mengurungkan niatnya. yudana menatap nya...


"demi aku janganlah terluka... demi aku janganlah tersakiti aku bahkan tidak bisa melindungimu"


yudana menangis sambil menatap Kiara yang tertidur...


yudana melihat Kiara yang menyiapkan sarapan... saat sarapan Kiara makan dengan diam. yudana tampak tidak nyaman dengan diamnya Kiara.


"jam berapa sekarang? bukannya harusnya jam 7.00?"


"aku telat bangun soalnya aku begadang semalaman"


Kiara merasa kepalanya sakit...


"dan sekarang kamu pakai mabuk segala"


"apa?"


"apa kamu mau ketempat bulan madu kita dulu lagi?"


"tidak, aku disini saja"


"kenapa? kenapa tidak mau?"


"kamu tidak suka sama aku, karena aku orang nya kasar dan suka teriak padamu"


"tidak"


yudana lalu pergi meninggalkan Kiara yang masih bigung. Kiara hanya bisa mendesah pelan dan bersabar menghadapi yudana.


sebelum pergi, yudana masih sempat melihat full house.


dikantor direktur...


"karirmu sedang dipertaruhkan sekarang, tidak ada tawaran pekerjaan lagi... kamu bisa apa sekarang? sebenarnya apa masalah mu?"


"aku pergi dulu"


"tidak perlu pindah ke apartemen"


yudana pergi...


"direktur bilang apa? bagaimana soal apartemen?" ucap manajer.


yudana terdiam...


restoran...


"kamu sudah siapkan semua ini?"


"tentu nya, aku memang bermimpi jadi istri yang baik? kalau kamu mau apa saja, katakan saja padaku kamu suka sup ayam, kan? lain kali mau kumasakkan itu?"


"apa?"


"tentu nya tidak seenak masakaan mamamu"


"aku tidak suka sup ayam lagi"


"kenapa?