Azielio

Azielio
Chapter 14



lalu kiara langsung membuka pintu... langsung Kiara mengajak Nia masuk...


"Kiara!" ucap Nia sambil memeluk Kiara.


"katanya kamu sakit? apakah itu benar?"


"ya, kok kamu tahu?" ucap Kiara.


"tadi pagi aku menelpon mu tapi ada seseorang laki laki yang mengangkat dia bilang tetanggamu".


dalam hati Kiara berkata "pasti dia yang mengangkat nya, tapi mengapa dia bilang dia itu tetanggaku? mungkin dia menutupi identitasnya".


"ya itu tetanggaku" jawab Kiara berbohong.


"oh iya Kiara ini raport mu kemarin Bu guru bilang kamu itu selalu dapat rinking 1,"


"oh, ya".


"ini juga aku bawakan buah untukmu"


"wahhh kamu baik banget sih"


" kita kan temen, kalau kita lagi jeguk orang lagi sakit kita harus membawakannya makanan. kalau begitu aku pergi dulu ya, soalnya aku mau pergi dulu mau les menyanyi, daahhh" lalu Kiara menutup pintu.


beberapa jam kemudian yudana datang lalu Kiara mendengar suara mobil lagi, ia membuka korden dan ternyata benar yudana sudah datang. lalu Kiara cepat cepat kembali ke sofa... dan buru buru menyembunyikan buah yang diberikan oleh Nia dan melap meja agar tidak berbekas kalau dia sudah makan di sana. Kiara buru buru kembali tiduran kesofa dan pura pura tidur.


yudana masuk dan hanya sekilas melihat Kiara yang masih tertidur... lalu menuju keatas. Kiara merasa lega... beberapa saat kemudian yudana turun kebawah dengan baju yang lain... dan akan pergi...tapi...yudana curiga akan sesuatu dan menuju meja dapur. Kiara melirik sekilas dan kaget. yudana melihat sepanci bubur tadi sudah habis tanpa tersisa diatas meja. lalu melihat kain dimeja dapur yang lain... juga sisa roti,telur yang pecah, buah pisang tinggal sedikit dan sosis ada dibak cuci. yudana tambah curiga dan membuka isi kulkasnya.kiara sendiri ketakutan dan memejamkan matanya. yudana kaget karena isi kulkas nya sudah berantakan... bahkan rotinya tinggal setengah saja, juga ada kulit pisangnya juga. yudana terlihat marah sekali dengan tatapan tajam.


yudana mendekati Kiara yang pura pura tidur.


yudana menendang sofa "hey! hey! hey!"


Kiara pura pura masih sakit " kau sudah pulang? aku ketiduran, jadi aku tidak tahu kalau kamu sudah pulang".


yudana kesal "kamu sudah sembuhkan, bagunlah".


Kiara bahkan sampai pura pura batuk.


yudana bertanya kesal " mau menipuku lagi? cepat, bersihkan dapurnya".


yudana melangkah pergi dengan kesal.


Kiara kaget dan membuka lebar matanya, Kiara tak habis akal " tapi aku masih sakit".


yudana berhenti sebentar dan menahan marahnya... lalu melangkah pergi.


Kiara memegang dahinya dan merasa bodoh karena ketahuan berbohong. Kiara mau tidak mau harus bangun dan mencuci semua piring yang ada didapur.kiara mencuci sambil mengomel tanpa suara.


mendengar suara pintu dibuka... kiara mulai berakting lagi.


Kiara berkata "sakit sekali"


"tidah usah berpura pura lagi?" ucap yudana.


Kiara kesal menatapnya.


yudana duduk didapur...


yudana berkata "hey! ambilkan aku minuman"


Kiara yang masih mencuci menoleh " apa?"


yudana menoleh ke belakang "ambilkan aku minuman".


beberapa saat kemudian... Kiara sudah mengambilkan minuman untuk yudana.


yudana berkata "oh ya, apa kamu ini pengemis?"


Kiara tidak mengerti "apa?"