Azielio

Azielio
chapter 17



"sedang apa kamu disana? kamu sedang latihan?"


yudana sedikit malu "kenapa kamu belum tidur juga? sudah kubilang, kamu jika aku suruh keluar baru boleh keluar.cepat kekamarmu sana!"


"menyebalkan!"


"apa?"


"oh, tidak ada apa apa. aku cuma haus saja makanya aku turun".


Kiara selesai ke dapur bertanya kepada yudana "kalau sarapan pagi mau nggak roti bakar saja, kamu maukan?"


"aku mau nasi!"


yudana akan pergi ke kamarnya tapi dihentikan oleh Kiara.


"aku akan pergi besok ada acara kumpul kumpul sama temen besok akan sedikit lama. jadi mungkin aku akan pulang agak malam".


"ya sudahlah boleh"


"benarkah? terimakasih banyak kamulah teman terbaikku".


"soalnya aku juga besok akan ada urusan penting, jadi mungkin aku juga akan pulang agak malam".


Kiara menduga "kau syuting film? aku mencintaimu, menikahlah denganku? begitu kan? konyol sekali. menyedihkan sekali".


yudana bersabar "hey! ingat tapi kamu harus menyiapkan sarapan pagi? dan jangan lupa bersih bersih?"


"oke, siap tenang saja aku akan menyiapkan nya dan juga bersih bersih".


***


Di rumah sakit bersalin.


Andi memapah Nara duduk di kursi. Andi bertanya "sudah selesai?dokter bilang apa? bayi kita tidak kenapa kenapa, kan? sehatkan?"


"tenang saja dia baik baik saja, tidak ada yang harus dikhawatirkan dia sehat sehat saja"


"ohhh, syukurlah"


Nara menutup hidungnya "ayo kita pulang sekarang, bau rumah sakit ini membuatku sedikit mual.


Andi memapah Nara berjalan "baiklah hati hati".


"sayang aku capek sekali" kata Nara.


"makanya kita harus cepat pulang. sayang pasti kamu kepanasan?"


sambil mereka berjalan untuk pulang, mereka tidak tahu Kiara ternyata sudah menunggu mereka di lorong.


Andi dan Nara kaget dan balik badan, mereka tersenyum manis pada Kiara yang tersenyum juga.


Nara pura pura bertanya "Kiara, bagaimana kabarmu? kamu baik baik saja, kan?"Kiara tersenyum dan mengangguk...


"maaf, kami tidak sempat memberitahu soal kepindahan kami" saut Andi.


"tidak apa-apa, ayo kita pergi cari makan dan mengobrol". kata Kiara.


Andi tersenyum dan menatap Nara dan berkata "sayang, lari!"


Andi menarik Nara lari dan dikejar oleh Kiara ...


"hey! kalian" kata Kiara.


sampai di gang sempit, Andi terjatuh dan dipukuli habis habisan oleh Kiara dengan botol plastik.


Andi memohon "hei, Kiara kumohon berhenti"


"teman macam apa kamu? penghianat" kata Kiara.


lalu Nara tiba tiba merasa sakit di perutnya dan jatuh. Andi khawatir lalu berlari mendekati nya dan Kiara juga bigung... Andi menggendong Nara dipunggungnya sedangkan Kiara mengikuti nya dari belakang. Kiara khawatir "ayo cepat!"


Kiara dipinggir jalan menghentikan taksi tapi tidak ada yang mau berhenti. Kiara lalu berdiri di tengah jalan... lalu ada taksi yang berhenti. Kiara memanggil mereka dan kaget karena mereka tidak ada disana. Kiara meminta maaf pada sopir taksi... dan mencari cari mereka berdua di sekitar sana tapi tidak ketemu. ini kedua kalinya Kiara dibohongi oleh temannya...


"awas kalian!"


Kiara duduk dikursi dan melihat kakinya terluka. Kiara mulai menangis... dan berkata "tuhan! mengapa hidupku seperti ini semenjak orang tua ku telah pergi... mengapa?


***


yudana malama itu sedang berada di sebuah restoran menunggu seseorang.


Marina sendiri baru sampai dan sedang diantar seorang pelayan ke tempat yudana sudah menunggunya. yudana tersenyum melihat Marina datang


Marina tersenyum "sudah lama kamu menunggu?"


"tidak juga, aku juga baru sampai"


yudana menarik kan kursi untuk Marina dan Marina berterima kasih.


Marina melihat sekeliling "mengapa sepi sekali disini?"


"benarkah?" saut yudana pura pura tidak tahu.


pelayan menuangkan minuman di gelas Marina... yudana sendiri gugup dan hanya minum air putih.


pelayan tadi menutup pintu yang ada tulisan " closed!"