Azielio

Azielio
Chapter 19



langsung yudana pergi kekamarnya...


"hey! kamu jangan pergi dulu aku ingin menyelesaikan ceritanya" kata Kiara.


saat dilantai atas yudana sengaja melihat kiara ke bawah... sedang merapikan kaleng bir yang diatas meja. yudana hanya tersenyum melihatnya.


pagi harinya, dirumah Kiara...


Kiara sudah mengenakan celemek dan menyiapkan sarapan pagi "akhirnya selesai juga".


sekarang Kiara akan mulai beres beres rumah... saat Kiara akan membuang plastik sampah yang ada di tempat sampah dia melihat kotak cincin yudana yang dibuang. Kiara membukanya dan kaget melihatnya cincin itu. Kiara bahkan menggigit cincin itu, ternyata memang asli. Kiara mencoba memakainya "cantik sekali". Kiara menyiapkan sarapan pagi untuk yudana. yudana mencicipinya dan terdiam. Kiara bertanya "tidak enak ya?"


"ini makanan berkuah atau sayur?" tanya yudana.


"semuanya ada disitu kreatif,kan?"


yudana ingin makan saat Kiara menunjukkan cincin yang tadi.


Kiara berkata "oh ya, apakah kamu ada kehilangan barang? aku tadi menemukan cincin di tong sampah, seperti nya kelihatan asli".


"sudah dibuang saja!"


"kenapa dibuang?"


"kusuruh buang ya buang!"


"bagaimana untukku saja?"


yudana kesal dan mengambil cincin itu... lalu membuangnya keluar jendela... dan melanjutkan makannya.


Kiara tidak percaya "kamu memang orang yang aneh? karena kamu telah membuangnya, jadi itu bukan punya siapa siapa, aku mau pergi sebentar. kalau mau tambah ambil saja sendiri". Kiara lalu pergi meninggalkan yudana yang sedang kesal, lalu yudana menghentikan makannya.


beberapa menit kemudian Kiara pergi keluar rumah untuk berkumpul dengan teman sekolah nya yang dulu dan berkata kepada yudana "aku mau pergi dulu, mungkin lama aku pulang".


"emang nya kamu pergi ke mana?" tanya yudana.


"kamu nggak boleh tahu aku kemana!"


"emangnya jam berapa pulang nya?"


"antara jam 7 malam" saut Kiara.


"kalau begitu ngak boleh pergi!"


"memangnya kenapa?"


"karena nanti malam aku akan ada acara diluar"


"kalau begitu aku akan pulang jam 3?"


"tapiiiii, ya sudahlah" lalu Kiara masuk kedalam kamarnya untuk bobo siang.


saat malam itu juga ternyata Kiara datang ke louncing film yudana. Kiara sampai begong karena sangat mewah.


ada seorang wartawan yang memfoto yudana dan berdiri berhadapan dengan direktur, setelah mendapatkan nya wartawan itu lalu pergi.


yudana melihat sekitar dan kaget melihat Kiara. Kiara sendiri sedang mengambil makanan dan piringnya hampir penuh dengan makanan.


yudana mendekati Kiara dan berkata "kenapa kamu bisa kesini? kan aku suruh jaga rumah!"


"ya naik bus, kalau rumah udah aku suruh temanku yang jagain hehe..."


"sudah kubilang, kamu itu jangan datang"


"aku mau pergi kemana saja emangnya tidak boleh? aku berhak mau pergi kemana saja"


"apa?"


"pura pura tidak kenal saja. kamu urus saja urusanmu sana, aku juga urus urusanku sendiri!" lalu Kiara pergi dan memakan makanannya...


yudana berkacak pinggang melihat perilaku Kiara.


bahkan roti yang di makan Kiara jatuh dan mengenai bajunya... yudana menatapnya... mereka saking tatap dengan benci.


Kiara pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan bekas roti yang mengenai bajunya . setelah selesai Kiara keluar dari kamar mandi dengan menundukkan kepalanya... hingga tidak sengaja menabrak angga. Kiara masih menundukkan kepala "maaf, saya tidak sengaja"


"hai,jumpa lagi? apa kabarnya?" Angga malah menanyakan kabar Kiara, ia juga tidak marah kepada Kiara.


" hallo, bagaimana kabarmu?" tanya Kiara balik.


mereka pun saling mengobrol satu sama lain sambil memegang segelas minuman. Kiara duduk sedangkan Angga berdiri dan menatapnya. Kiara berkata "sebenarnya aku lagi membutuhkan pekerjaan. apakah kamu bisa membantu ku mencari pekerjaan?"


"ya, kamu boleh bekerja di perusahaan ku menjadi sekretaris ku? bagaimana? tapi jika kamu mau?"


"apakah benar aku boleh bekerja disana?"


"ya, benar"


"makasih ya! makasih banyak"


sedangkan yudana sedang berkeliling mencari Kiara diantara orang orang.


yudana bertanya tanya "kemana perginya wanita itu?"


yudana tidak sengaja melihat Marina yang terlihat mencari cari seseorang. mereka saling tatap dan berjalan ke jalan yang berlawanan.