
yudana buru buru merebut kontrakan itu dan merobek nya dengan senyum lebar.
yudana berkata "kontrak 6 bulan, aku robek, oke?"
keputusan mu tepat sekali...
"aku... aku sangat menyukai semua keluargamu, mereka selalu baik padaku. papa yang menghawatirkan ku selalu peduli padaku dan mama yang banyak mengajarkan ku dan nenek walaupun sedikit kasar tapi dia juga peduli padaku. untuk semua itu aku sangat berterima kasih pada mereka dan 3 tahun dari sekarang... saat bercerai bahkan sekarang pun... sulit berpisah dengan mereka... apalagi jika mereka tahu tentang ini semua mereka pasti akan marah dan kecewa"
Yudana kaget mendengar nya....
Kiara tidak bisa tidur, sedangkan Yudana tersenyum bahagia sambil memeluk kontrak baru itu... sebelum menyimpannya didalam laci.
Yudana turun...
Kiara berkata "sarapan nya sudah siap, duduklah"
diatas piring, yudana hanya melihat ada 2 roti bakar"
"hey, apa ini?"
"sarapan, kita sudah sepakat, kan"
"aku? kapan?"
"ada dikontrak nya *pasal 21: makan apa saja yang dimasak*"
"itu ada juga?"
"ya, satu lagi, *sehabis makan kamu juga harus cuci piring sendiri?"
"aku cuci piring?"
"ya, emangnya kamu nggak bisa"
"siapa bilang nggak bisa"
"buktikan dong" ucap Kiara tertawa
"oke"
setelah mereka sarapan.... mereka bersama sama saling membersihkan rumah...
setelah yudana selesai membersihkan rumah, yudana segera bersiap siap untuk keluar...
"aku mau pergi"
"mau pergi?"
"ya"
"pulang bawakan aku bunga, oke"
"bunga? bunga apa?"
"kamu sudah menyetujui nya, sudah ada dikontrak nya"
"itu ada juga?"
"tentu, makanya baca baik baik baru tanda tangan"
"sampai nanti!"
Marina memikirkan sesuatu... dan saat ingin menelpon seseorang... Marina mengurungkan niatnya.
ternyata Marina ke full house, menemui Kiara.
Kiara mendengar suara bel berbunyi...
"siapa? tunggu sebentar"
Kiara membuka pintu dan kaget melihat marina
"hai!"saut Marina.
"hai juga"
"maaf kesini mendadak"
"tidak apa, masuklah"
mereka pun duduk di ruang makan saja... Kiara menghidangkan jus jeruk...
Marina pun mulai berbicara "sebelum menanyakan pada yudana, aku ingin tanya padamu dulu"
"apa? soal apa?"
"soal kalian berdua, tentang kontrak nya"
Kiara kaget...
"pernikahan kalian begitu mendadak, kusangka murni karena... kalian benar benar saling mencintai. aku hampir tidak percaya, kenapa bisa secepat itu. apa alasan kalian?"
"aku tidak tahu... apa alasan itu. tanya saja yudana"
"dia pasti tidak mau jawab, makanya... aku tanya padamu. jujur saja, dari dulu aku memang tidak suka denganmu. saat... yudana tidak didampingi, tapi malah bersamamu itu menyakitkan bagiku. dia satu satunya teman baikku... tapi sekarang aku kehilangannya... dia selalu mendukunku dan menenangkan ku aku merindukan itu sekarang"
"kalau kamu menyukai orang lain, tapi tetap ingin yudana ada di sampingmu, itu tidak adil bagi yudana"
"aku tahu itu, aku tahu aku egois... tapi mulai sekarang... mataku hanya tertuju pada yudana... aku ingin dia kembali lagi. tolonglah aku, nona Kiara"
"yudana... Yudana... sangat menyukaimu, karena itu dia menikahiku"
Marina kaget...
Kiara menyesal "harus nya aku tidak bilang apa apa sudahlah"
yudana masuk ke mobil dan membuka telpon nya.... ada telpon masuk...
"oh Marina!"
tiba tiba Kiara menelpon...
"halo? yudana, kamu dimana sekarang?"
"Dibar, aku tidak minum cuma mau bertemu Marina sebentar... kamu makan duluan saja, aku tidak tahu pulang jam berapa, jadi tidur saja duluan oke!" yudana langsung menutup telponnya tanpa mendengar kata-kata Kiara.
didalam hati Kiara berkata "Yudana tinggalkan saja Marina disitu... sekarang, pulanglah kerumah kita"