
ternyata seorang pria tadi yang mendatangi Kiara untuk membawa Kiara ke Jakarta tempat tinggal ayah Yudana.
yudana yang berada dirumahnya dan berkata
"kemana dia pergi rumah ini sangat berantakan sekali?" yudana pun menelpon Kiara...
Kiara pun mengangkat nya "hallo? ada apa? oh ya tadi masih berantakan sekali jadi aku tidak sempat membereskan nya... aku sedang dibawa seseorang... mereka bilang mau membawaku ke Jakarta tempat tinggal orang tuamu...
yudana yang berada dirumah bertanya "Jakarta? rumah orang tua ku? mau apa kamu kesana?"
mobil Kiara sudah sampai dirumah orang tua Yudana... pengawal buru buru turun dan membukakan pintu mobil untuk Kiara... Kiara turun dengan canggung...
pengawal membunyikan bel rumah "Ting tong"
"dia sudah datang, nyonya" saut Pelayan itu.
pintu pagar pun terbuka... Kiara kaget... didalam rumah ibu yudana sudah menunggunya.
nyonya maura adalah mama yudana berkata "masuklah, terima kasih sudah mau datang... aku mamanya yudana"
Kiara memperkenalkan diri "senang bertemu denganmu, aku Kiara Larasati panggil saja Kiara..."
"nyonya maura berkata "nenek sudah menunggumu, ayo!"
mereka berjalan menuju kamar nenek... Kiara merasa tidak enak dan nyaman dengan semua ini... sesampainya dikamar nenek... Kiara hampir saja membawa sandalnya masuk ke kamar nenek... dan buru buru membuangnya ke luar kamar nenek. nenek sendiri sedang membersihkan daun tanaman yang ada diatas meja. melihat kedatangan istri dari cucunya...
Kiara memperkenalkan diri "halo nek! senang bertemu denganmu... aku Kiara Larasati panggil saja Kiara"
nenek kaget "begitu caramu bersikap dengan orang tua?"
Kiara tidak mengerti "maaf?"
nyonya maura menjelaskan "kamu harusnya berlutut"
kiara mengerti "oh... maafkan saya!"
Kiara lalu berlutut sebatas yang dia bisa walaupun sedikit canggung... lalu berdiri. nenek tidak percaya melihat nya... ibu menyuruh Kiara duduk "duduklah!"
nenek bertanya "apa harus aku yang berlutut padamu?"
kiara menjawab "maafkan saya!"
nenek bertanya "berapa umurmu?"
Kiara menjawab. "17 tahun"
"apa? yudana cucuku menikahi wanita masih sangat muda sekali! lalu apa pekerjaan ibu ayah kamu?"
Kiara menjawab "kedua orang tua ku sudah meninggal"
"hanya sampai tamatan SMA"
"hanya itu saja?"
"ya"
"mengapa kamu tidak kuliah?"
"nilaiku tidak begitu bagus"
nenek tidak senang mendengar latar. belakang Kiara....
nenek bertanya "apa benar kamu tinggal serumah dengan yudana?"
Kiara menjawab "ya"
nenek tambah kaget dan tengkuk lehernya menjadi sakit... juga kepalanya... nyonya maura mendekat "ibu! ibu! kamu tidak apa apa? mau minum obat? apa suruh ayah Yudana pulang?"
nenek menjawab "tidak usah! tidak perlu buat apa apa lagi"
tiba tiba ada suara yudana "nenek! nenek!"
yudana tiba tiba masuk...
nenek terlihat senang "yudana datang! anak nakal! kenapa sulit sekali bertemu denganmu?"
yudana menjawab "sudah kubilang, nanti juga aku akan mengenalkannya! kenapa nenek memaksa nya kesini?"
Kiara hanya diam... dan berkata dalam hati "menyusul juga dia kesini"
nenek menjawab "nenek tidak memaksa!"
nyonya maura berkata "kenapa kamu kasar begitu? kamu mau melihat nenek mu kecewa lagi?"
yudana cuek "Kiara, ayo pergi kita pulang"
Kiara berkata "aku..."
"kamu tidak mau?"
Kiara tidak enak hati "kalau begitu, nenek sampai bertemu lagi"
Kiara membungkukkan badannya... dan memberi salam... tapi yudana sudah menarik tangannya dan membawanya pergi.
nenek kaget " kenapa pergi begitu saja... makanlah dulu yudana!"