
saat itu juga Kiara pergi kerumah nara dan Andi...
suara Kiara berteriak memanggil manggil "Nara!"
Andi berkata "Kiara! ada apa?"
"kalian punya uang berapa?"
"untuk apa?" tanya Nara.
"bawa kesini semuanya"
" kami tidak punya uang" saut Andi.
"aku mau melunasi hutang ku pada yudana"
"bukannya kamu terima gaji darinya?" ucap Nara.
"aku mau menceraikan nya, kenapa?"
Nara dan Andi saling pandang...
saat akan membuka pintu, Kiara melihat cincin dijemari nya... lalu melepaskan nya.
lalu Kiara pergi meninggalkan Andi dan Nara menuju full house.
yudana berkata sambil duduk disofa "hey! kamu kemana tadi?"
"aku kerumah keluarga mu tadi"
"lagi? kamu suka keluargaku, kan?"
"ya, emang kenapa... tapi kalau sudah tidak ada kontrak lagi... mungkin sudah tidak..."
"apa?"
"lupakan saja, kamu sudah makan?"
"belum sih" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"aku mengerti, sebentar lagi kusiapkan sarapan nya"
yudana merasa bigung akan perubahan sikap Kiara.
yudana diam menatap Kiara yang sedang makan... ditatap seperti itu membuat Kiara bingung.
"yudana, mau dengar cerita lucu ngak?"
"cerita lucu?"
"dijepang benda apa yang paling hitam?"
"apa?"
"pizza bakka!"
Kiara tertawa sedangkan Yudana diam...
"di china siapa nama pesepak bola terkenal?"
yudana diam...
"pung chow! gitu aja tidak tahu"
Kiara tertawa terbahak bahak sedangkan Yudana hanya menatapnya diam.
"itu saja?" ucap yudana
"kenapa? tidak lucu?"
yudana berteriak "lucu? lebih baik kamu diam saja"
"aneh sekali menurutku itu lucu"
Kiara tertawa, sedangkan Yudana bigung melihat perubahan sikap Kiara.
"Kiara, kamu pasti ada masalah, kan?"
"tidak, tidak juga"
"ada masalah di keluarga ku kan? apa nenek memarahi mu lagi?"
"tidak"
"tidak, mereka tidak bilang apa apa"
Kiara tambah bigung...
""yudana, kamu bisa panggil ayam, burung, kamu bisa panggil aku sesukamu itu sudah tidak masalah"
yudana benar benar bigung...
"hey, apa ini? bukannya menu hari ini roti"
"kamu tidak suka, makanya kubuatkan nasi"
yudana tambah bigung....
apalagi saat Kiara menurut diperintah oleh yudana untuk mengambilkan apa saja keinginannya waktu Kiara masih bekerja mengetik didepan komputer... yudana bingung.
"Kiara, ambilkan aku air dingin"
"oke"
yudana tambah bigung...
lalu kembali Kiara mengetik...
"Kiara! mengetiknya nanti saja, bersihkan rumah ini dulu"
Kiara menurut dan mulai mengepel lantai...
yudana makin bigung dan kesal...
"Kiara! sekarang nyanyikan lagu siberuang"
"apa?"
"kamu tidak mau?"
Kiara mulai bernyanyi...
"mana menarinya?"
Kiara mulai menyanyi sambil menari...
yudana sudah tidak tahan dan berteriak keras
"kiara sebenarnya kamu kenapa?"
"kenapa apanya?"
"kamu buat aku penasaran... kamu jadi penurut sekarang?"
Kiara terdiam...
"kamu pasti melakukan kesalahan, kan?"
"aku hanya... aku hanya pelayan sementara disini... jadi tidak ada gunanya aku melawan mu"
"apa? sementara?"
"kamu mau selamanya hidup denganku?"
Kiara melanjutkan mengepel...
yudana melihat Kiara tidak memakai cincin kawinnya.
"mana cincin mu?!"
Kiara menarik tangan nya.
"sudah kuduga... aku tahu kamu pasti begini... kamu menghilangkan cincinnya, makanya kamu bersikap begini, kan?"
"apa?"
"kamu tahu berapa harganya itu? gajimu setahun tidak akan cukup menggantinya, maksudku uangnya tidak masalah tapi itu cincin pernikahan kita dan juga janji kita ... dulu kamu marah sekali waktu aku menghilangkan nya. kenapa kamu begitu, ha?"
Kiara diam...
"biar kubuatkan"
Kiara menoleh kaget dan yudana pergi...
yudana membuat cincin dijemari Kiara dengan spidol dan senyuman manisnya...