Azielio

Azielio
Chapter 24



Nara dan Andi duduk di sofa... saling mengkhawatirkan satu sama lain... sedangkan Kiara dengan marah sambil berdiri dengan menyimpangkan kedua tangannya di dadanya... bunga mawar merah berserakan dilantai.


Nara bertanya kepada Andi "sayang, kamu tidak apa apa kan?"


"kamu sendiri? bayi kita tidak apa-apa, kan?" tanya balik Andi.


"ya, baik baik saja"


"mana sisa uang hasil penjualan rumah dan uang tabungan ku? kamu juga buat kartu kredit atas namaku, kan?" tanya Kiara.


Kiara terdiam dan pura pura tidak dengar...


Kiara melanjutkan "masih ada sisanya, kan? mana sisanya?"


"maafkan aku, Kiara... hanya maaf yang bisa kukatakan padamu" Jawab Andi.


Kiara tidak percaya "apa?"


Andi menjawab "semua ini karena sahamku yang gagal... jadi aku pinjam uang pada rentenir".


"kamu kerja di bank... tapi kamu pinjam uang pada rentenir?"


Andi menjawab "mereka akan membunuhku kalau aku tidak membayarnya... mereka juga mau menjual Nara. bayi kami semakin hari juga semakin besar... dan suatu saat nanti aku juga akan mati".


"mati saja kamu sekarang" jawab Kiara dengan kesal.


Kiara mengambil buket bunga tadi dan mau memukul Andi lagi. tapi di halau Nara "maaf! maaf!"


"maafkan aku, Kiara" jawab Andi.


Kiara frustasi "kalian kan sudah tahu, hanya rumah ini yang kupunya... kenapa kalian masih tega melakukannya?"


"kamu menikah dengan yudana itu juga berkat kami, kan... seperti kata pepatah... dibalik gelap terbitlah terang..." saut Andi.


Kiara tidak percaya "apa?"


Andi menambahkan sambil tertawa "bagaimanapun juga, selamat atas pernikahanmu".


Nara berkata sambil tertawa "selamat!"


Kiara berteriak frustasi... lalu duduk merajuk dilantai kaya anak kecil yang tidak dibelikan mainan oleh orang tuanya.


Andi berkata "ayolah, jangan begitu... kamu membuat kami semakin merasa bersalah".


"apa?"


Andi menjawab "yudana, dia orang kaya,kan juga anak seorang dokter sekaligus pemilik rumah sakit".


Kiara tidak percaya...


Dirumah sakit...


papa yudana berkata "lukamu sudah hampir sembuh... kamu harus makan dengan baik... lalu kamu boleh pulang..."


pasien menjawab "terima kasih, dokter"


"sama sama!" jawab ayah Yudana.


pasien menambahkan "kudengar anakmu akan menikah? yudana anggara itu anakmu, kan? beritanya juga sudah ramai di tv... dia tinggi dan tampan... tapi kenapa anda pendek sekali... bagaimana bisa ya?"


perawat wanita yang menemaninya tertawa geli, sedangkan perawat prianya menyikutnya... ayah Yudana lalu menoleh menatap perawat wanita itu...


ayah Yudana menjawab "dia memang lebih mirip ibunya" lalu ayah Yudana pergi dengan kesal.


sedangkan perawat wanita tadi dimarahi oleh perawat pria disampingnya...


.......


Diruangan ayah Yudana...


tuan pranata Anggara... ayah Yudana sedang membaca koran itu dan terlihat marah sekali...


sedangkan siang itu Kiara sibuk membersihkan rumahnya yang terlihat berantakan... setiap kali sudah selesai... Kiara mencoret daftar pekerjaan nya yang ditempel dipinyu kulkas. Kiara ingat dan terlihat kesal sekali... ******* ***** daftar itu dan membuangnya ke lantai... lalu... "Ting tong" suara bel berbunyi.


Kiara berteriak "ya, siapa?"


Kiara membuka pintu dan ada seorang pria, ia memberi hormat padanya...


Kiara kaget...


yudana pulang ke rumah dan kaget melihat isi rumah yang kacau...


yudana berteriak "hey! Kiara!" yudana ke lantai atas ke kamar Kiara "berantakan sekali". yudana akan pergi... tapi tidak jadi karena melihat beberapa figura milik Kiara... ada foto Kiara bersama Andi dan Nara saat kecil bersama kedua orang tua nya...