
Angga dan yudana saling menatap tajam...
yudana terlihat kesal lagi diparkiran...
full house
Kiara ke kamar dan membuka rak meja... dia kaget menemukan cincin kawinnya ada disana... kemudian memakai cincin itu dijari tangannya dan tersenyum.
Kiara mengetik dan tahu yudana pulang...
"sudah pulang"
"ya"
"katamu pulang cepat? sudah makan?"
yudana makan dengan diam dan terlihat cemberut...
"ada masalah?"
"apa?"
"wajah mu cemberut sekali"
"tidak ada, kenapa?"
"mau dengar cerita lucu?"
"tidak, tidak usah"
"yang ini benar benar lucu"
"kubilang tidak usah, aku tidak butuh itu sekarang"
Kiara berdiri dan mau pergi...
"mau kemana?"
"aku tidak berguna untukmu, kan?"
"duduk lah sebentar"
Kiara duduk...
"Kiara?"
"apa?"
"selama ini, mungkin aku sudah sering menyakitimu, kan?"
"apa?"
"kata orang orang... kamu terluka karena aku"
"orang orang? siapa itu?"
"seseorang pastinya"
"lalu kamu bilang apa?"
"bilang apa? jangan bercanda... aku akan melindungi Kiara... seperti itulah"
Kiara kaget, sedangkan Yudana kebingungan...
"maksudku, kalau aku tidak melindungimu mangkok nasiku nanti siapa yang masak? aku tidak biasa makan mie instan"
Kiara kesal "masih berani juga memanggilku begitu, itu sudah ada dikontrak, kan? aku benci kamu panggil begitu"
yudana tertawa geli...
Kiara kesal "kenapa tertawa?"
"aku tertawa karena lucu, kenapa?"
"jangan tertawa"
yudana tersenyum...
yudana tidak bisa tidur malam itu... seperti nya yudana memikirkan Kiara.
yudana mau lari dipagi hari nya tapi kiara masih tidur, dia ada ide...
yudana menggedor pintu kamar kiara...
"Kiara! Kiara bangun! hey ayam! bangun!"
"apa? belum waktunya aku masak"
"hey! kenapa ayam tidurnya lama sekali? cepat, ganti pakaian mu dan ikut aku"
Kiara membuka matanya kaget...
"apa?"
Kiara langsung lemas...
ternyata yudana mengajak Kiara lari pagi...
"ayo cepat"
"menyebalkan, dasar aneh"
yudana senyum senyum melihat Kiara makan dengan lahapnya...
"bagaimana? lari pagi itu menyenangkan, bukan?"
"ya, dan makanpun jadi enak, kan"
"karena itulah kamu mudah sakit, tapi sekarang kamu jadi sehat, kan"
"aku lebih baik sakit dari pada lari pagi bersamamu... jadi mulai sekarang kamu lari pagi sendiri saja, kenapa harus bersamaku? kenapa?"
"aku tidak mau, mulai sekarang... kita harus lari pagi bersama"
"kukira kamu akan bersikap baik padaku, tapi malah makin menyebalkan begini?"
"jangan salah paham dulu, hey... ini untuk kesehatan mu juga, kan dan juga... ini juga bukan soalku, kalau kamu mau pergi atau melakukan sesuatu... katakan padaku... kita lakukan bersama sama... itu adil,kan"
"apa?"
"dan... aku belum tahu soal gosip pernikahan kita"
"gosip pernikahan kita?"
"tapi tenang saja, semuanya akan kuatasi"
"kamu khawatir padaku?"
"maksudku, gosipnya akan kuatasi... kalau ada yang mengganggumu... dan membuat mu kesal...tenang saja, aku akan hadapi mereka. mengerti?"
Kiara senyum...
didepan komputer...
"aku baik baik saja... tapi kamu yang ku khawatir kan"
bel rumah berbunyi...
"siapa?"
ternyata Nara...
"hai, Kiara!"
"ada apa?"
"apa? aku mau bertemu dengan mu"
"kamu berbuat salah lagi?"
"apa? berbuat salah? boleh aku masuk?"
Nara buru buru masuk ke dalam...
"aku selalu cemas kalau kamu kesini"
"sudah kubilang bukan soal itu, yudana tidak dirumah?"
"ya, dia sedang lari pagi... dia memang suka lari pagi"
"filmnya yang kemarin gagal dipasaran"
"apa? gagal apanya?"
"bela suaminya..."
"mana uangnya? katamu kamu bawa hari ini"