Azielio

Azielio
chapter 47



Marina mulai berkata "yudana, saat kita masih kecil... kamu masih ingat rehan? anak itu... anak yang suka berkelahi itu"


"ah, teman waktu dismk itu?"


"ya, benar"


"lalu... kamu menangis karena penghapusmu diambilnya, kan. lalu aku merebutnya dan berkelahi dengannya"


"tapi.... karena badanmu kalah besar dengannya. kamu malah dihajarnya, kan?"


"lalu angga datang dan mengambil penghapusnya lagi"


"ya, benar. saat itu, kukira Angga satu satunya orang yang bisa menjagaku tapi sekarang aku tahu kamu Juga begitu padaku. kamu selalu ada di sampingku, aku tidak menyadarinya. yudana, aku... ingin kamu... selalu bersamaku?"


yudana hanya diam dan menatap Marina.


Kiara masih menunggu yudana pulang... bahkan sampai ketiduran di depan rumah,tidak berapa lama yudana pulang...


yudana pun memanggil "Kiara, sedang apa disana?"


"oh, kamu sudah pulang"


"kubilang tidak usah tunggu aku, kan. dasar keras kepala? apa kamarmu disini?"


yudana memberikan bunga mawar pada Kiara...


"ini"


Kiara tersenyum lebar dan tampak bahagia menerima bunga itu.


mereka pun duduk di sebuah taman....


Kiara pun berbicara "kamu tahu, waktu aku bertemu dengan Angga kakakmu. aku juga dapat bunga dari nya"


"lalu apalagi?"


"kami makan spaghetti, beli es krim, dan jalan jalan ditaman"


"benarkah? kamu suka itu?"


"tapi kamu tahu dia bilang apa... dia bilang dia tahu semuanya... dia tahu kamu menikahiku bukan karena cinta. dia tahu semuanya, dia bilang saat melihatku dia selalu kasihan. dia juga bilang... sebelumnya dia tidak pernah berkata seandainya tapi semenjak bertemu denganku, dia terus berpikir seandainya... dia lebih dulu bertemu denganku. seandainya yudana belum menikahiku dan dia masih punya kesempatan bersamaku"


"apa? lalu... kamu bilang apa padanya?"


"pikirkan saja dulu, baru dijawab itu yang dia bilang. lalu... aku harus bilang apa? oke? atau aku tidak bisa? kamu tahu, kita masih terikat kontrak. kita sepakat saling peduli satu sama lain, kan? yudana, aku... apa boleh... aku menyukainya?"


yudana menatapnya...


yudana merenung dikamarnya... yudana mengingat kata kata Marina dan Kiara. dua pilihan yang sulit untuk yudana.


Marina "yudana, aku... aku ingin bersamamu, kamu mau?"


Kiara "kalau pernikahan ini hanyalah pura pura... berarti dia ( Angga ) juga punya kesempatan"


yudana tampak galau... pilihan yang sulit!


setelah yudana selesai kumur kumur, yudana memegang sikat gigi Kiara.


saat tahu Kiara masuk, buru buru sikat gigi Kiara disembunyikan nya dibelakang punggungnya.


"si ayam, mana sarapan nya?"


Kiara menatap tajam...


"maaf, aku tidak akan memanggil ayam lagi, jadi kupanggil apa? ah, Koko!"


"apa kamu bilang?"


"Koko, mana sarapan nya? Koko yang baik"


Kiara cuek dan mencari sikat gigi nya.


"mana?"


yudana menyerahkan sikat gigi Kiara...


"ini"


Kiara mengambil nya dengan kesal.


yudana tersenyum "itu tidak kuapa apakan"


Kiara tidak percaya dan mencium sikat giginya.


"kita sudah sepakat, kan?"


"aku kan sibuk, jadi giliranmu"


"memangnya kamu sibuk apa? sibuk apa?"


"aku mau bertemu Angga sore nanti, kenapa?"


"tidak ada... jadi kalian... mau makan malam bersama?"


"mungkin"


"kalau kamu mau bertemu Angga, pergilah. kamu tidak perlu izinku, kita bersama karena kontrak itu. pernikahan ini hanya sebatas bisnis... tanpa menggunakan perasaan kita. hatimu... itu milikmu"


Kiara terlihat kesal mendengarnya.


Kiara akan pergi menemui Angga...


Kiara marah marah "baguslah, baik aku akan lakukan sesuka hati ku"


Kiara terlihat sedih...