Azielio

Azielio
chapter 59



yudana diam beberapa saat lalu mengejar Marina, sedangkan Kiara berdiri diam...


yudana berhasil mengejar dan menghentikan Marina sampai mobilnya dan memegang tangannya. yudana terhenyak melihat Marina menangis...


Marina langsung masuk mobil dan yudana mencoba memanggil nya...


"Marina! Marina! Marina!"


Marina tidak mempedulikannya dan pergi...


yudana menatap mobil Marina yang menjauh...


Marina menangis di dalam mobilnya.


Kiara sendiri merasa bersalah... dan yudana masih berdiri diluar...


"aku minta maaf"


"apa? soal apa?"


"aku... karena aku..."


"bagaimanapun? senang tidak kupanggil mangkuk nasi lagi?"


"apa?"


"kenapa bicarakan itu? soal marina... pertama kali aku bertemu dengannya... saat aku masih 9 tahun... saat liburan musim panas? lalu... araya, saat kami kehilangan nya, kami kehilangan nya... kamu tahu aku punya adek pernah aku ceritakan waktu itu, kan?"


"ya"


"hmm, saat kami kehilangan nya... aku benci papaku, dan pergi dari rumah"


"benarkah? masih 9 tahun kami sudah kabur dari rumah?"


"aku mau pergi... tapi Marina menghalangi ku"


"kenapa?"


"karena dia tidak mau kehilangan ku"


Kiara tersenyum...


"tidak mungkin aku meninggalkannya sendirian, dan pergi begitu saja? jadi kubelikan dia es krim dan berjanji padanya aku akan selalu menjaganya, tapi aku mengingkari nya karena mu. Kiara kamu tahu itu? kamu gadis yang aneh sekali"


"apa? aku aneh? aku seperti burung, ayam, mangkuk nasi... kamu mau bilang itu?"


"dasar bodoh, aku bercanda... kenapa serius sekali... saat Angga bilang akan merebutmu aku marah sekali tidak... tidak begitu juga... aku merasa tidak terima..."


"apa?"


"saat bersamamu... aku bahagia dan senang sekali"


"benarkah?"


"ya, walaupun lawakanmu sudah basi"


Kiara tersenyum...


"dengar saat kamu ada bersamaku... aku bicara begitu banyak, saat aku bersama mu... aku merasa berbeda dan sejenak melupakan Marina"


Kiara menatapnya...


"Kiara, sebenarnya... aku ingin selalu bersamamu... melindungi mu... dan menjagamu... tapi sekarang... aku harus kembali pada Marina"


Kiara diam dan hanya menatapnya...


Kiara mengingat kata kata yudana...


"sebenarnya aku ibu selalu bersama mu... agar kamu tidak terluka, untuk melindungi mu... tapi sekarang... aku harus kembali pada Marina"


boutique Marina...


Marina juga terlihat sedih dan yudana melihat nya dari jauh...


"Marina ini aku bawakan makanan, makanlah sedikit"


Marina hanya menatap...


"aku Minggu depan, aku akan pindah"


"benarkah? kamu yakin?"


"yah, jadi ayo makan"


"kalau kamu tidak disampingku, aku tidak bisa hidup... kamu tahu itu?"


yudana menatap nya...


full house


Kiara masih didepan komputer... lalu yudana pulang...


"sudah pulang"


"masih kerja?"


"ya"


"berarti begadang lagi?"


"emm... menulis skenario itu... bukannya mudah harus teliti dan sabar"


kiara tertawa...


"kamu sudah makan?"


"sudah"


Kiara menatapnya...


"o, ya Minggu depan... aku akan pindah ke apartemen"


Kiara kaget...


"semangat lah, tapi jangan lupakan kesehatan mu juga... dan juga tagihan listriknya"


yudana tersenyum dan pergi meninggalkan Kiara yang terlihat sedih.


didalam kamarnya, yudana terduduk sedih setelah mengatakan itu pada Kiara. pilihan yang sulit baginya untuk meninggalkan Kiara.


tapi disisi lain dia juga berjanji untuk menjaga


Marina dan tidak akan membuat Marina menangis.


Kiara juga sama sedihnya didepan komputer...


diruangan Angga...


"sudah bagus, kenapa direvisi lagi?"


Kiara senyum...


"ada masalah?"


"apa?"


"apa kerjanya terlalu banyak? kamu pasti kelelahan"


"tidak juga"


"mau kutraktir makan siang? cuma itu yang bisa kulakukan untukmu"


"kalau begitu, belikan juga aku air putih"