
Kiara menarik pintu lemari nya sehingga yudana yang terlempar keluar...
Kiara terkeyut "astaga, sedang apa kamu disini?"
yudana bigung dan ada ide...
yudana hanya berkata "kejutan!"
Kiara langsung memukuli badan yudana karena kesal.
kiaraa menjawab "pergi sana!"
yudana memegang pipinya yang sakit...
Kiara berkata "aku mengerti sekarang, karena kamu melakukan itu? itu karena reaksi obatnya, kan?"
yudana memegang pipinya yang sakit.
Kiara berkata "aku mengerti sekarang, kenapa kamu melakukan itu? itu karena reaksi obatnya, kan?"
yudana menjawab "bukan begitu"
"aku mengerti! aku mengerti sekarang, mulai sekarang, biar aku saja yang minum semuanya. obat nya agak aneh, kan?"
"Kiara, ayo buat kontrak baru"
"apa?"
"kita... kita sudah banyak melanggar. jadi, ayo buat kontrak baru... supaya jelas dan tidak bisa dilanggar. berapa kali kita berkelahi karena itu? dan soal pihak ketiga yang tahu soal pernikahan kita... itu bukan salahmu juga,kan?"
"benar! benar!"
"jadi, ayo kita buat aturan baru.
hmmm?"
Kiara dan yudana membuat kontrak yang baru... yudana sedikit penasaran dengan isi kontrak yang dibuat oleh Kiara. yudana terlihat kesal tapi akhirnya tersenyum.
yudana dan Kiara menaruh isi kontrak itu di atas meja.
yudana menjawab "kamu duluan"
Kiara memberikannya... dan ada beberapa lembar kertas.
yudana protes "hey! ini, panjang sekali?"
"kita harus teliti,kan"
Kiara membacakan isi kontrak miliknya:
*satu: dilarang bersikap tidak sopan, berusaha menjaga sikap*
yudana menjawab "hey! hey! hey! aku tidak butuh itu, kamu bukan tipeku. aku tidak suka gadis sepertimu.
*dua: saling memberitahu keberadaan masing masing*
*tiga, kalau terlambat pulang, harus memberitahu*
*empat, setiap pelanggaran dikenai sanksi 5000 RB* bagaimana" ucap Kiara.
"5000rb" ucap yudana.
"kenapa? takut?"
*Lima, saat Kiara sedang sibuk, maka yudana dengan senang hati mengerjakan semua tugas rumah*
yudana menjawab "tugas?"
"saling tolong menolong seperti orang lainnya"
"lucu sekali, memangnya kamu sibuk apa? apanya yang seperti orang lain? kamu itu otak burung, ingat? otak ayam"
*enam, Yudana tidak boleh memanggil Kiara dengan sebutan burung,ayam,vacuum cleaner dan mangkuk nasi*
"lalu aku panggil apa?"
"panggil apa? namaku saja"
"tidak mau, aku tidak mau... itu tidak bisa diterima... aku sudah terbiasa memanggilmu begitu,kan?
kenapa aku harus memanggil namamu?"
"lalu... kamu mau kupanggil bebek?"
"apa?"
"kita lanjutkan...
*tujuh, saling mengungkapkan kasih sayang, bukan karena cinta, tapi karena menjaga pandangan orang lain*
*tujuh, makan apa saja yang ada*
"oke, aku mengerti tidak perlu baca semuanya"
"apa? benarkah?"
"kontrakku cuma 1 syarat, pernikahan kita minimal 3 tahun"
Kiara kaget "apa? 3 tahun?"
"hey! aku kan sudah setuju dengan dengan semua syaratmu"
Kiara protes "tapi itu tidak masuk akal"
"pikirkan lagi, baru 6 bulan menikah langsung bercerai, paa kata orang nanti?"
"aku tidak peduli, pokoknya aku tidak mau"
"itu menurut mu, bagaimana dengan keluarga ku? bagaimana perasaan mereka nanti? mereka semua akan kecewa kamu mau bertanggung jawab?"
Kiara terdiam... sedangkan Yudana diam diam tersenyum manis.
yudana melihat Kiara yang galau, duduk di luar karena mempertimbangkan isi kontrak yang baru. sedangkan Yudana tampak tersenyum bahagia.
yudana semangat menandatangani kontrak yang baru, sedangkan Kiara awalnya enggan...
walaupun akhirnya terpaksa menandatangani juga. yudana merasa lega... yudana tersenyum "sekarang mana kontrak lamanya"
Kiara lesu "baiklah!"
ternyata kontrak itu di simpan Kiara dikulkas tapi sudah diberi plastik.
"ternyata disana?"
"benar!"