
"mengapa dia ngak pernah kasih tau gue, kalau dia punya kenalan cewek juga?" ucapnya.
"dia kan hanya saling mengenal bukan memiliki hubungan, kan?" ucapnya.
meskipun ia benci sekali dengan kakaknya ia tidak ingin merusak hubungan antara seseorang yang ia cintai dengan kakaknya Angga. karena baginya Angga juga seseorang yang telah menjaga nya dari kecil apalagi ia yang selalu menemani nya disaat sedang sakit, karena ia mengingat kejadian waktu itu, perasaan bencinya menjadi hilang dan tidak ingin melukai hati salah satunya.
Beberapa jam kemudian Kiara dan Angga telah keluar dari restoran itu dan Marina yang melihat mereka keluar bersamaan menghapus air matanya, mendekati mereka dan merangkul lengan Angga dengan mesra.
"aku menunggumu dari tadi," ucapnya.
"kamu habis menangis? maafkan aku ya," ucapnya.
Marina hanya menganggukkan kepalanya, mereka segera melambaikan tangannya kepada Yudana dan Kiara, menaiki mobilnya yang baru sampai.
"aku sangat senang bisa bertemu dengan nya" ucap Kiara sambil tersenyum.
"oh gue mengerti sekarang, jadi lo hanya membohongi gue selama ini ha!" ucapnya, ingin memukul Kiara.
"dengerin dulu, aku itu tidak ada pilihan lain.. uang aku habis! percayalah.." matanya berkaca-kaca.
"gue tetap tidak percaya," ucap nya, ingin memukul nya lagi.
"baiklah kalau kamu tidak percaya, tapi kamu sangat kasar sekali pada ku?"
"memangnya kenapa kalau gue begitu? lo mau bisa apa, huh?"
Kiara mengancamnya "akan kubalas kamu, yudana"ucap nya emosi, dengan sikap Yudana kepada nya.
yudana tak percaya "apa? sialan".
yudana hampir memukul kiara lagi, karena ia tidak suka dibohongi oleh orang lain. Tetapi ia harus mengerti mengapa Kiara melakukan itu.
Kiara merasa kaget "astaga! kasar sekali, kamu tidak bisa berpikir jernih" ucapnya emosi.
Yudana hanya diam, tidak berkata apa pun kepadanya. Ia berjalan meninggalkan Kiara sendirian Disana tetapi Kiara menantang nya.
"pukul saja, pukul saja aku!" teriak nya.
Kiara mendekatkan kepalanya pada yudana yang semakin mundur... lalu... Kiara memukulkan kepalanya pada dahinya yudana... sebelum pergi
yudana meringis kesakitan. sampai Kiara dia lupa bahwa besok ia akan ulangan, jadinya Kiara harus belajar.
tiba tiba suara telpon Kiara berbunyi... Kiara mengangkat nya dan berkata "hallo?"
"maafkan aku, karena tadi aku lagi tidur" kata Kiara berbohong.
"oh" ucapnya singkat.
"kamu tau nggak aku tadi lagi makan malam dengan keluarga, aku bertemu dengan artis yang bernama yudana Anggara dia sungguh tampan" kata Nia bahagia.
Kiara merasa kesal karena Nia teman nya membicarakan tentang yudana anggara, bagi kiara yudana itu sangat menyebalkan.
"Nia sudah dulu ya, aku harus belajar dulu besok aku akan ulangan susulan" jawab Kiara.
"baiklah, semangat untuk ulangan besok" kata Nia.
"makasih Nia atas dukungannya" kata kiara semangat.
"dahhh" Nia pun mematikan telponnya.
tiba tiba dirumah Kiara malam - malam ada yang datang membuka pintu dan Kiara turun ke bawah untuk melihat siapa yang datang.
seorang itu laki - laki tua sekitar umur 50 an,
dia manajer Yudana Anggara. Seseorang yang telah membeli rumahnya, kini ia akan mengambil rumah yang telah ditempati Kiara.
"paman, anda siapa?" tanya Kiara.
"anda mengapa ada dirumah ini? rumah ini telah dijual oleh pemilik rumah ini" menjelaskan nya.
"saya tidak pernah menjual rumah ini," saut Kiara.
manajer yudana menunjukkan surat pemberiannya, "semua surat surat nya juga sudah lengkap" ucapnya.
kiara tidak percaya, " kurang ajar (Andi dan Nara) mereka menjual rumah ku" ucapnya dengan kepala dingin.
"rumah ini telah dijual lebih baik anda pergi dari rumah ini, karena pemiliknya yang sekarang akan tinggal di sini" kata manajer yudana.
"paman, membeli rumah ini bukan dari pemilik rumah aslinya" kata Kiara menyakinkan nya.
"sudah saya bilang rumah ini tidak ada masalah apapun, saya sudah bayar lunas" ucapnya, tanpa berkata apa - apa lagi langsung mengusir Kiara dari rumah itu.
Kiara ngotot tidak ingin rumahnya di ambil oleh orang lain, "aku tidak peduli, ini rumah ku dan sertifikat nya telah dicuri?" ucapnya.
"aku akan melaporkan nya kepolisi" kata Kiara.