
Tiba - tiba saja datang tiga laki - laki dengan perawakan yang sama dengan Azielio menggunakan jas biru tua dan seragam sekolah. Ia juga idola disekolah itu yang tak lain sahabat dari azielio yaitu Bastian, Oliver, dan jovian. Mereka bertiga memiliki sikap yang begitu angkuh dan sombong. mereka tidak sengaja melihat keributan didepan gerbang membuatnya menjadi kepo dan akhirnya melihat ternyata sahabat lamanya azielio. Akhirnya mereka saling berpelukan menghilangkan rasa rindu mereka.
"hei, bro bagaimana kabar Lo?? lama tidak ada kabar??" tanya Oliver sambil menepuk punggung nya dengan keras.
"gue biasa meluangkan waktu untuk meneruskan studi ku, kalian bagaimana kabarnya??" tanya azielio balik kepada ketiga sahabatnya.
"Lo lihat??" tanya bastian balik sambil memperlihatkan dirinya begitu bergayanya dirinya.
"Lo, kira kita ini sudah mati," canda jovian sambil tertawa bersama.
Disisi lain, kedua sahabat Kiara sudah kembali sambil berjalan sambil mengibaskan rambut kesana - kemari lalu duduk kembali sambil tersenyum bahagia benar - benar sebuah mimpi bertemu dengan pangeran berkuda putih saja.
"widih, ada yang baru pulang dari melahirkan !" ejek alya kepada kedua sahabatnya, Kiara hanya mengumpet tertawa dengan perkataan Alya.
"ngaco Lo, kita dibilang habis melahirkan?" ucap indri tidak terima dengan perkataan Alya kepada nya.
"emang kenyataan nya begitu, tadi gue liat aja kalian pas balik dari sono langsung kalian kayak ibu - ibu yang baru melahirkan,"
"memangnya gimana cara ibu - ibu melahirkan??" celetuk Kiara sambil tertawa.
Alya memperaktikannya "begini," membuat Kiara menjadi semakin tertawa keras.
kedua sahabatnya wajah mereka memerah merona melihat Alya memperaktikan dengan kelakuan mereka barusan. Tetapi mereka berusaha mengumpat, agar dirinya tidak merasa malu didepan Alya dan Kiara.
"kiara! Lo ketawain kita, Lo jahat banget jadi sahabat..." saut citra tidak terima.
"Lo tega banget jadi kawan, hati - hati nanti ke Lo sasarannya..." saut Indri dengan menakut - nakutinya.
Tidak sengaja azielio yang melewati nya menumpahkan minuman dan tidak sengaja kena kewajah Kiara membuat ketiga sahabatnya menjadi kaget.
"Kiara," umpat Alya.
Kiara terkejut dan terbangun langsung mengebrak meja ingin marah kepada nya. Tetapi ia harus tetap menjaga etika nya menjadi seorang murid yang baik. Tetapi ia melihat sekeliling nya baru menyadari lukisan nya ikut basah membuat nya emosi, amarahnya sudah diubun - ubun lagi ia tidak bisa mengelak.
Azielio tidak meminta maaf sekalipun ia berlalu pergi meninggalkan Kiara dan tidak merasa bersalah anggap saja dirinya sedang menumpahkan air itu kedalam air kolam "tunggu! Lo, ngak mau meminta maaf sedikit pun ke gue?! ha!" teriaknya penuh emosi.
"oh ya, gue lupa... soalnya gue nggak tahu ada Lo disana," ucapnya, dengan pura - pura tidak melihat nya.
"eh, mata Lo buta ya?!" teriaknya kembali.
"ya udah kalau gitu gue minta maaf, puas!" teriaknya berjalan pergi diikuti oleh ketiga sahabatnya.
"eh, manusia jelmaan iblis!" teriaknya, membuat azielio menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya tidak terima dengan perkataan Kiara.
Kiara mendekat padanya dan menamparnya dengan keras untungnya disana tidak ada siapa - siapa hanya ketiga sahabatnya dan sahabat azielio.
Azielio kesakitan dan memengang pipinya, mulanya azielio ingin balik menampar wajah Kiara tapinya dengan sigap dihalangi oleh Alya.
"Lo jangan pernah menampar sahabat gue!!" teriaknya.
"cepat Kiara kita pergi dari sini nanti masalah nya tambah besar," buru - buru membawa Kiara pergi dari sana dan membuat kedua sahabat Kiara menjadi begong dengan kemarahan Kiara yang baru pertama kali ia lihat Kiara marah besar seperti itu.