
lalu Kiara pergi ke kantor polisi...
"selamat pagi pak, saya ingin melaporkan rumah dan tabungan saya telah dicuri".
suara kepala polisi berkata "Santo sini sebentar? tolong tangani ini dulu".
petugas polisi itu pun pergi "baiklah".
Kiara melihat seorang ibu yang menggendong anaknya.
sang ibu berkata, "demi anak ini, kumohon tolonglah kami".
Kiara keluar dari kantor polisi dan duduk ditaman. Kiara lalu mengambil foto USG bayi yang ada diperut Nara.
Kiara ingin kembali kerumahnya... tetapi rumahnya sudah dijual.... lalu Kiara menghubungi temannya Nia.
suara telpon berdering...
Nia mengangkatnya dan berkata "hallo? ada apa Kiara kok malam malam telpon, kamu belum tidur?"
"emmmm, Nia bolehkah aku menginap di rumahmu beberapa hari?"
"tentu saja boleh".
"kalau begitu bukakan aku pintu, aku sudah sampai rumah mu ini"
"apa? kamu sudah dirumahku, baiklah tunggu sebentar".
Nia membukakan Kiara pintu...
"ayo masuk"
"makasih" ucap Kiara.
pagi harinya mereka sama sama berangkat ke sekolah naik mobil Nia...
Nia melihat sosok laki laki didepan ruang kepala sekolah dan ternyata yudana Anggara.
Nia berkata "wahhh Kiara kebetulan sekali ternyata ada idola ku disini"
"idola?"
"lihat itu Kiara! lihat!"
"apa? dia? dia lagi dasar laki laki itu! mengapa dia kesini? jangan jangan dia tahu aku sekolah disini" Kiara menjadi gelisah.
"Kiara aku mau kesana dulu! aku mau minta tanda tangan nya sama fotonya"
"oke!" jawab Kiara kabur.
beberapa jam kemudian...
"aku mendapatkan fotonya dan tanda tangannya"
"oh ya"
"apa kamu tahu dia akan kekelas kita katanya mau bertemu seseorang"
"apa?" jawab Kiara khawatir.
tiba-tiba wali kelas masuk dengan seseorang lelaki muda tampan ia adalah yudana anggara...
wali kelas berkata kepada Kiara " Kiara kamu hari ini selesaikan ulangan nya baru boleh pergi".
" pergi? pergi ke mana Bu?"
" nanti kamu tahu"
lalu Kiara mengikuti wali kelas keruangan nya.
setelah Kiara menyelesaikan ulangan susulan nya karena besok adalah dimana pembagian raport kelulusan jadi Kiara dibolehkan pergi bersama yudana... karena yudana dari tadi mencari kiara.
sesampainya dirumah nya yudana dan kiara kaget ternyata yang membeli rumah nya yudana...
Kiara berkata "jadi kamu yang membeli rumah ku?"
"apa? jadi kamu yang mempunyai rumah ini?"
"ya, tapi bukan aku yang menjualnya, aku telah ditipu oleh temanku" kata Kiara.
Kiara berkata lagi "sebenarnya aku ingin mengambil nya lagi"
yudana berkata "apa? kamu juga belum mengembalikan uangku yang kamu pinjam waktu itu".
"kan sudah kubilang,aku akan mengembalikan uangmu secepat mungkin".
"yudana tidak percaya "secepat mungkin? apa apaan ini?"
yudana langsung mengusir Kiara keluar dari rumah nya. Kiara berkata "sebentar, tunggu!"
yudana lalu menutup pintu, Kiara menggedor ngedor pintu... lalu pintu terbuka... yudana tersenyum dan Kiara juga tersenyum... tapi... "pluk"... yudana melemparkan tas Kiara kearah halaman... lalu yudana menutup pintu rumah. Kiara tidak percaya atas perlakuan yudana... Kiara buru buru membuka kopernya... ternyata foto figura masa kecilnya bersama kedua orang tua nya retak...
Kiara menangis, "keterlaluan sekali yudana, dia sudah memecahkan foto ku bersama orang tua ku".
pagi itu, yudana keluar dari dalam ruang sambil lari pagi. yudana melihat seseorang tidur dengan wajah tertutup baju kuning di ayunan kayu, depan rumah nya... dan sebuah koper yudana mendekati nya... lalu membuka baju kuning itu... ternyata Kiara.
yudana berkata, "hei! hei! bangunlah mengapa kamu tidur disini? pergi sana!"
Kiara bangun dan duduk lemas.
"yudana bertanya "kenapa kamu masih disini? kamu tidak bangun juga? pergilah".