Azielio

Azielio
Chapter 21



yudana membuka matanya "anggap saja ini skandal terakhirku, dan tidak akan ada skandal lainnya yang akan ku buat.


yudana pergi... direktur tidak bisa berkata apa-apa.


diluar Kiara sudah menunggunya... yudana cuek dan terus berjalan tanpa mempedulikan kiara... Kiara lalu mengikutinya.


direktur membuka pintu dan berteriak "yudana, aku sudah jadwalkan jumpa pers Selasa depan".


beberapa jam kemudian Kiara dan yudana sudah sampai dirumah. yudana langsung masuk... meninggalkan Kiara yang tidak percaya melihat sikap nya dan temannya Nia datang menghampiri nya...


"Kiara coba kamu jelaskan? mengapa kamu tidak memberitahuku bahwa yudana itu kamu kenal dan serumah dengannya?"


"maaf Nia, ceritanya panjang. besok aku ceritakan, oke?"


"baiklah, aku pulang dulu ya"


"makasih sudah menjaga rumahku"


"sama sama, sampai jumpa" lalu Nia pun pergi menuju rumahnya...


Marina duduk di atas tempat tidur dengan melipat tangannya... terlihat kesal. Marina seperti memikirkan sesuatu.


sedangkan Yudana dikamarnya langsung melempar jasnya. yudana duduk ditempat tidur... lalu menundukkan kepalanya.


Kiara juga masuk ke kamarnya dengan kesal dan marah.


beberapa jam kemudian Kiara keluar dari kamar nya... bertemu yudana yang selesai mandi. yudana pergi dan membuka pintu... yudana berkata "kiara"


"apa?"


"kalau kamu sudah selesai mandi jangan lupa matikan airnya. mengerti?"


yudana lalu pergi.


Kiara tidak mendengarkan nya...


Kiara masuk ke kamar mandi dan sikat gigi dengan kesal.


setelah mandi Kiara ingat sesuatu lalu masuk ke kamar Yudana yang kala itu sedang memakai celana panjang.


"aaa... tenang! yudana masih memakai celana pendek kok! hehehe... tapi tetap saja hal itu membuat yudana kaget dan melompat ke atas tempat tidur... sedangkan Kiara balik badan dan menutup pintu. yudana cepat cepat berdiri dan membenarkan celananya... belum diresleting. yudana bertanya "mau apalagi?"


"kita harus bicara, tuan yudana"


"apa? bicara apa?"


"apa kamu pura pura tidak tahu?'


"apa?"


"bukannya kamu harus mengucapkan sesuatu padaku? setelah semua kejadian tadi! kamu harusnya menjelaskan semuanya padaku! aku bukan pembantumu yang selalu menuruti maumu! apa aku serendah itu dimatamu?"


Kiara kaget dan bertanya "apa kamu sudah gila? kenapa aku harus menikah denganmu? aku sama sekali tidak menyukaimu! malahan aku sangat membencimu!"


"kau orang yang kasar, jorok dan aku juga sama sekali tidak menyukaimu" saut yudana.


"lalu kenapa kamu menyuruhku menikah denganmu? kamu sudah gila?"


"tenang saja, nanti kita akan bercerai"


"cerai?"


"ya, apa kamu mau terus hidup bersamaku? aku sudah muak dengan semua skandal ini. tenang saja, kamu akan ku bayar setelah bercerai pun aku akan memberimu uang setiap bulannya".


"kamu memang sudah gila"


"oh, rumah ini juga untukmu. pikirkan saja dulu, nanti baru kamu putuskan".


mendengar kata "rumah ini untuk mu", Kiara menoleh.


Kiara duduk di ayunan kursi depan rumah.kiara melihat rumah itu yang dulu rumahnya dan memikirkan tawaran yudana...


esok paginya, Kiara mengprint out perjanjian kawin kontrak nya dengan Yudana... lalu menyerahkannya pada yudana yang duduk dimeja makan.


yudana membaca isi perjanjian itu... setelah selesai membacanya... yudana meletakkan nya diatas meja dan menatap Kiara.


Kiara berkata "ini hanyalah kawin kontrak! dan kita harus buat kontraknya".


Kiara membacakan isinya:


1.kita harus saling menjaga privasi satu sama lain.


2.kita tidak boleh berhubungan badan layaknya pasangan suami istri.



pernikahan ini tidak lebih dari 1 tahun saja.


setelah bercerai hak kepemilikan rumah ini akan berpindah pada Kiara.


5.kalau ada pihak ketiga yang tahu kontrak ini, maka semua perjanjian ini batal, dan rumah ini tetap jadi milik pemilik sebelumnya.


"bagaimana? oke!" kata Kiara.



"oke!" jawab yudana.


mereka pun menandatangani perjanjian itu... dan diakhiri jabatan tangan.