Azielio

Azielio
Chapter 39



yudana tersudut dan berteriak "ya, aku memang kesana! memang kenapa?"


Kiara menduga "apa kamu kesana mencariku?"


yudana menunjuk dirinya sendiri "siapa? aku? apa aku sudah gila? itu, karena... aku bosan saja dikantor. lagi pula sudah lama aku tidak kesana. aku juga banyak teman disana... itu saja, jangan berpikir yang aneh aneh"


Kiara berkata "hmmm, aku tidak kesana tadi"


yudana kaget "oh? benarkah? memangnya kenapa?"


Kiara bertanya "kamu sudah lama menungguku?"


yudana mengelak "aku tidak menunggumu" Kiara tertawa geli...


yudana tambah kesal "kenapa kamu tertawa? jangan tertawa"


Kiara bertopeng dagu.... menatap kasihan pada yudana yang terlihat kelaparan karena makan dengan sangat lahap.


yudana merasa tidak suka ditatap seperti itu saat sedang makan.


yudana berkata "kamu lihat apa? kamu tidak pernah lihat aku makan?"


Kiara memikirkan sesuatu dan mendobrak meja makan "ayo kita main ice skating"


yudana kaget dan menatapnya...


Kiara berkata "ayo kita main ice skating"


yudana kaget dan menatapnya...


Kiara berkata "aku tidak dapat hadiah apa apa hari ini... setidaknya aku harus kesana..."


Kiara melompat lompat didepan pagar pintu gedung ice skating yang ditutup.


yudana berkata "jam segini pasti sudah tutup"


Kiara bersikeras "bagus kalau begitu, kita bisa main dengan bebas... seperti yang di TV itu. kamu tahu, kan?"


yudana bertanya "memangnya kita syuting film? lalu bagaimana ini?"


Kiara berkata "kita pulang saja?"


yudana menjawab "tunggu sebentar"


Kiara menoleh "berpikirlah?"


yudana menjawab "harus direncanakan dengan matang"


yudana memikirkan sesuatu dan ada ide...


yudana berkata "hey, ikut aku"


Kiara mengejek "cepatlah, kamu tidak bisa main dasar bodoh"


ternyata yudana tidak bisa bermain ice skating...


Kiara "ikuti saja aku"


Kiara menggoda dengan mengulurkan tangan...


yudana akan memegang tangan Kiara...


yudana "pelan pelan saja"


tapi Kiara malah langsung pergi meluncur sendirian.


yudana kesal "aish!"


Kiara berkata "dasar bodoh, apa kamu tuli? kenapa tidak mau dengar kata orang lain? dasar... hidup itu tidaklah mudah"


yudana kesal mendengar nya... tapi karena kehilangan keseimbangan, yudana terjatuh... Kiara tertawa "dasar bodoh, benar benar bodoh"


yudana mencoba berdiri menyeimbangkan kedua kakinya. Kiara masih asyik bermain sendiri...


tapi akhirnya menolong yudana, yudana memegang erat tangan Kiara yang membawa nya ke tengah tengah... lalu perlahan lahan melepas pegangan tangannya... melihat yudana hampir terjatuh... kiara mendekati nya dan yudana memeluk Kiara mulai mengajari yudana main ice skating sambil berpegangan tangan.


setelah puas, mereka berdua duduk bersebelahan...


yudana berkata "aku tidak sebodoh itu, aku pintar soal yang lain"


Kiara tidak percaya "apa itu?"


yudana tertawa


Kiara berkata "kamu tahu yang mengajariku skater handal dulunya ibuku"


yudana menjawab "ibumu pasti bersusah payah mengajarimu... luar biasa sekali"


pagi harinya yudana melihat kiara sudah asyik dibawah... menulis sebuah sinopsis seperti nya karena hari ini hari liburnya.


yudana. berkata "kamu sudah bersihkan semuanya?"


Kiara menjawab "ya, nanti saja"


yudana berkata "aku .aku pergi dulu... saat aku pulang, semua nya harus sudah rapi. oke!"


yudana pergi... Kiara kesal mendengar nya... Kiara haus... dan minuman digelas nya sudah habis.


Kiara menuju dapur... dan tidak sengaja melihat ada kado atas meja... plus setangkai bunga mawar merah dicas bunga! siapa yang mau setangkai bunga mawar merah? bunga dari yudana lho? hehehehe...