
yudana sendiri minum bir dan terlihat seperti mau menangis.
full house
Kiara dan angga sudah datang dimalam hari...
saat Kiara ingin masuk ke dalam rumah lampu nya tidak menyala dan Kiara menyalakan semua lampu dan mencari keberadaan yudana sampai keatas... Angga membawakan koper Kiara dan terlihat sedih.
mereka berbincang bincang di teras belakang rumah...
Kiara merasa sedih karena tidak menemukan yudana dikamarnya.
"aku tidak bisa pergi meninggalkan nya, dia orang aneh"
"kamu bisa menemui nya nanti"
"katanya, aku tidak boleh menelpon nya lagi"
"apa? dasar aneh"
"sebenarnya, dia brengsek... aku tidak akan menelpon nya"
"boleh aku memukul nya? pukulan hebat sekali"
Kiara tersenyum "aku juga, tapi yudana tidak bisa memukulku" Angga tertawa...
Angga terhenyak saat melihat Kiara menangis, Kiara buru buru menghapus air matanya dan tersenyum. Angga terdiam menatap nya...
Angga perlahan lahan menghapus air mata Kiara... Kiara hanya tersenyum.
Angga memeluk bahu Kiara... sedangkan Kiara hanya tersenyum.
tanpa mereka sadari yudana pulang ke rumah dan melihat kejadian itu... tapi mungkin kalau dilihat dari pandangan yudana? mungkin akan terlihat Angga mencium Kiara ... tentu saja Yudana kaget...
"kamu bisa pergi Sekarang, aku sudah tidak apa-apa"
"benarkah tidak apa-apa?"
"ya"
Angga sedikit lega melihat Kiara tersenyum... walaupun dia masih cemas akan keadaan Kiara saat ini.
yudana terlihat sedih melihat mobil Angga pergi...
Kiara tidak bisa tidur dan melihat cincin di jemarinya.
Kiara kembali ke kamar yudana yang masih kosong... dan menatap foto yudana yang ada di dinding sebelum kembali ke kamarnya.
keesokan paginya, Kiara kembali ke kamar yudana. tapi kali ini dia melihat yudana masih tidur ditempat tidur nya. Kiara tampak senang sekali"
"Yudana! yudana!" teriak Kiara berkali kali...
Kiara bahkan sampai memegang wajah yudana untuk memastikan nya... yang otomatis membuat yudana bangun dengan Bingung. Kiara bahkan sampai mengguncang- guncangkan badan yudana.
"bangun"
"jangan ganggu aku"
"kapan kamu masuk? kamu tidak jadi pergi? cepat bangun!"
"cepat buatkan aku makanan"
"kamu kenapa?"
Kiara tersenyum lebar...
yudana pun sarapan pagi...
"kapan kamu masuk? bukannya kamu bilang mau pindah? kenapa? ads masalah soal apartemen nya?"
"ya"
"apa masalah nya?"
"tidak tahu, hei kenapa banyak tanya? cerewet"
"apa?" Kiara kesal dan seperti mau memukul yudana.
"lalu kapan kamu mau pindah?"
"secepatnya, kenapa? kenapa?"
Kiara kesal dan langsung makan...
"bukannya kamu mau pergi ke stasiun TV?"
"apa? mendadak ada kerja lain"
"mendadak ada kerja lain?"
"kenapa banyak tanya? cerewet"
yudana berteriak "apa?"
"makan saja, jangan banya tanya"
yudana makan sambil menatap kesal pada Kiara. Kiara mengetik sedangkan Yudana sedang merajuk. tahu yudana merajuk, Kiara mendesah pelan sebelum berhenti mengetik dan mendekatinya.
"yudana! yudana!"
"kenapa? apa?"
"aku sudah berpikir..."
"kamu sudah bisa berpikir sekarang? lucu sekali"
"aku tidak tahu kenapa jadi begini, tapi aku tidak mau kita berpisah. jadi ayo kita bicarakan lagi, memangnya ada apa dengan mu?"
"aku tidak mau bicara dengan mu"
"apa?"
yudana berteriak marah tidak jelas "hei, kamu kenapa? belum sehari berpisah sudah begini? dasar aneh, Kiara gadis macam apa kamu?"
"apa?"
"lupakan saja"
"Angga semalam kesini, kan? kenapa kamu tahu? dia hanya mengantar ku pulang"