Azielio

Azielio
chapter 56



yudana berteriak "apa? masih salah juga aku dimatamu?"


"bukannya begitu"


yudana berteriak "tidak usah diminum kalau begitu"


yudana meminum orange Juice... tapi masih menyisakan sedikit.


"enak begini!aku minta maaf tadi aku berteriak, aku tidak akan mengulanginya"


"aku memang tidak mau minum itu"


yudana kesal dan menaruh gelas di atas meja sebeum pergi.


"aku pergi dulu"


yudana muka memelas "pulang jam berapa?"


"belum tahu"


"cepatlah pulang"


"kalau kamu bersih bersih aku akan cepat pulang"


yudana kesal...


Kiara senyum "aku pergi dulu"


yudana menatap nya pergi...


yudana akhirnya mengikutinya sampai depan pintu...


"hey, aku akan bersih bersih, jadi cepatlah pulang"


yudana masuk kerumah dengan malu malu


Kiara kesal tapi tersenyum....


yudana ke kamar kiara dan menaruh cincin kawin kiara di rak meja.


yudana bersih bersih rumah dan yudana melap jam dinding...


lalu selesai bersih bersih rumah, yudana menelpon Kiara...


"semuanya sudah beres jadi cepatlah pulang sayang"


Kiara diam dan makan dengan cemberut...


"ada masalah?"


"tidak ada, kenapa?"


Kiara senyum...


melihat senyumnya Angga pun ikut senyum...


"Kiara mau dengar cerita lucu?"


"apa?"


"kamu tahu orang yang tercepat didunia?"


"tidak tahu"


"aye drinksall"


mereka berdua tertawa...


"lalu... di Rusia, kamu tahu orang paling kelaparan?"


"siapa?"


"Hungry malnourishky"


mereka tertawa lagi...


"di India, kamu tahu nama seniman terkenal?"


"tidak"


"Al know dunknow"


"lucu, ya?"


"apa?"


"aku tidak akan cerita itu lagi"


Angga diam...


Kiara tertawa Angga jadi ikut tertawa...


"sebenarnya... aku tidak ingin berpisah dengan yudana. dia sedang dalam masalah? aku sudah bilang padanya, memang bukan keputusan yang tepat. tapi setidaknya ini belum waktunya"


Angga diam dan terlihat kecewa...


full house


yudana sedang makan siang sendirian dirumah dan bel rumah berbunyi...


"ya! siapa?"


ternyata Andi...


"Hay!"


"ada apa?"


"apa?"


yudana sadar memakai celemek dan buru buru melepaskannya.


Andi memakai celemek dan mencuci peralatan makan...


"Kiara sudah kelewatan? dia selingkuh dan menyuruh mu mengurus rumah? kamu kelihatan berbeda sekali"


"apa?"


"begitulah sifatnya Kiara"


"ini saja yang harus kubaca?"


Andi kelepasan "bagaimana soal filmmy berikutnya?"


"bukannya filmku berikutnya disutradarai pak Reza?"


Andi kelepasan lagi "minati yang jadi aktor utamanya"


"apa?"


Andi tersadar "yudana kamu belum tahu sama sekali"


yudana kaget dan bingung...


yudana duduk diam sambil memikirkan sesuatu... lalu telp rumah berbunyi...


"ya!"


yudana tampak kaget saat tahu siapa yang menelpon...


"katamu kamu mengejar kiara, tapi apa? tidak berhasil?"


"tidak, semua tidak berjalan baik... kamu diluar perkiraan ku, tapi aku akan harus berusaha sampai kamu menyerah... aku orang yang tidak suka kalah"


"oh benarkah? menakutkan"


"apa aku harus takut? aku bisa menghancurkan hidupmu"


"lucu sekali! lakukan saja, kalau kamu bisa merebut Kiara? aku sangat menghormati.u... tapi kenapa kamu selalu bersikap begitu? kamu selalu meremehkan aku"


Angga senyum "aku pernah mengatakan ini padamu, kan? kamu tidak bisa berbuat apa apa untuk Kiara... ya, kan? cepat atau lambat, gosip pernikahan kalian akan menyebar sebelum itu terjadi, lepaskan saja dia... aku tidak mau dia terluka"


"aku... aku tidak mau menyakiti Kiara... aku ingin melindunginya..."


"dengan kontrak itu, dia yang melindungimu... jangan egois. kamu terlalu sibuk mengurus Marina"


"apa?"


"Kiara... lepaskan dia sekarang"


"aku hargai nasehat mu, tapi aku tetap akan ber