
pendeta berkata "pengantin lelaki, yudana Anggara! disaat sedih atau gembira, bersediakah kamu bersumpah dan menjaga pengantin perempuan ini seumur hidup. menyayanginya... menghibur hatinya... menghormatinya?"
yudana menjawab "ya! saya bersedia!"
pendeta berkata "pengantin perempuan, Kiara Larasati! disaat sedih atau gembira bersediakah kamu bersumpah menjaga pengantin lelaki ini seumur hidup, menyayanginya... menghibur hatinya... menghormatinya?"
Kiara menjawab terpaksa "ya! saya bersedia!"
lalu yudana memasangkan cincin pernikahan ditangan Kiara... Kiara memandang yudana terlihat tidak suka...
yudana dan Kiara berjalan keluar... Kiara memegang lengan yudana... "blit" kamera masih memfoto mereka berdua. beberapa balon dilepaskan diruangan itu.
siang itu disebuah pulau, yudana dan Kiara berdiri dalam atas kapal yang berhenti dengan memegang segelas minuman. berbulan madu tentunya... yudana menatap Kiara... Kiara jadi salah tingkah.
Kiara bertanya "kenapa kita disini saja? hanya mematung dikapal ini... apa apaan ini?"
yudana protes "apa? siapa suruh kamu kabur?"
Kiara tidak mau kalah "bukan begitu, bukannya kamu yang duluan begitu... kamu tahu betapa sakitnya aku?"
yudana berkata "benarkah? kalau begitu, kabur saja lagi... pergilah"
Kiara kesal "dasar aneh"
yudana mendengarnya "apa?"
Kiara berkata "kamu sudah dewasa, seharusnya bisa berpikir secara dewasa"
"apa kamu bilang?" saut yudana
Kiara kaget dan melangkah mundur " kamu mau apa? ingat kita sudah buat perjanjian itu"
yudana bertanya "kontrak? kamu juga suka, kan?"
Kiara berkata "jangan mendekat!"
yudana sambil membuka kancing bajunya "kenapa? kamu takut?"
Kiara berkata "tidak, aku tidak takut".
yudana sudah melepaskan semua kancing bajunya... Kiara semakin takut dan melangkah mundur "yudana, sadarlah jangan mendekat"
yudana semakin menggodanya dan membuka bajunya "kenapa? mau kabur lagi?"
yudana berkata "huh!"
Kiara kaget dan jatuh ke laut... padahal Kiara tidak bisa berenang.
yudana diatas kapal berkata "aku tidak bisa berenang" Kiara sudah hampir tenggelam...
yudana panik "Kiara! Kiara!" yudana buru buru melompat ke laut dan menolong Kiara.
diatas kapal yudana membaringkan Kiara di dek kapal. yudana khawatir dan menepuk nepuk pipi Kiara "Kiara! Kiara! Kiara!"
Kiara lalu memuntahkan air laut dari mulutnya dan terbatuk batuk.
yudana Merasa sedikit lega...
Kiara duduk di dek kapal dengan memakai selimut... sedangkan Yudana datang dan duduk disebelahnya... yudana menyentuh dahi Kiara dan ditepiskan oleh Kiara yang masih marah!
yudana bertanya "kamu tidak apa apa kan?"
Kiara marah "tidak apa apa! aku hampir saja mati karena mu!"
yudana tidak terima "kamu sudah kutolong, tapi... kamu malah masih marah padaku"
"karena kamu itu pria paling nyebelin di dunia ini yang pernah ku temui... dasar tidak tahu diri... hidup ini tidaklah mudah... yudana. hidup itu tidaklah mudah"
Malam itu Kiara membawa semua barang, sedangkan Yudana hanya menyuruh nya saja tanpa membantu sama sekali. mereka menuju kamar bulan madu. yudana berkata "ayo cepat! hidup itu tidaklah mudah"
sampai di dalam Kiara melihat hanya ada satu tempat tidur saja.
Kiara bertanya " aku tidur di mana?"
"tempat tidur mu diluar sana"
"kenapa aku tidur diluar?"
" ku suruh diluar, di luar saja! kenapa banyak mengeluh?"
Kiara tidak percaya mendengarnya...
diluar Kiara mencari posisi untuk tidur di kursi tapi susah dan tidak bisa tidur... Kiara lalu mengambil selimut dan menatanya dilantai... yudana selesai mandi dan melihatnya "kamu juga boleh tidur dilantai"