
yudana berpikir...
"saat kamu kembali... aku sudah tidak disini lagi, bodoh. aku akan pindah hari Rabu nanti"
"apa?" Kiara kaget.
"aku pindah ke apartemen"
mereka saling diam dan memikirkan sesuatu.
Kiara masih memikirkan keputusan nya...
marina juga memikirkan sesuatu... dia tampak tidak tenang melihat sikap yudana tadi malam...
"aku pergi dulu"
"bersenang senang lah"
"kamu juga, jagalah kesehatan"
"ya"
"kalau sudah pulang, nanti kutelpon"
"tidak usah"
Kiara pergi...
yudana terlihat tidak tenang... lalu pintu terbuka lagi dan ide Kiara muncul...
"bisa antarkan aku ke Bandara?"
"tidak mau"
Kiara pergi dan yudana terlihat kesal sampai berjalan mondar mandir diruang tamu karena merasa tidak tenang.
tidak beberapa lama kemudian yudana mengintip keluar karena kiara tidak ada... yudana bahkan melihat ke arah jalan... yudana terlihat sedih.
boutiq Marina...
"Marina!"
"oh Yudana!"
"kamu pindah hari ini bagaimana barang barang mu?"
"aku bawa baju ini saja"
"ehmmm..."
yudana tidak sadar "sudah makan? Kiara kamu suka apa?"
Marina kaget dan menoleh...
"apa? apa katamu?"
"kamu mau makan apa?"
Marina marah "kamu panggil aku Kiara tadi"
Marina marah dan matanya berkaca kaca "hei, kalau kamu khawatir kenapa biarkan dia pergi katakan padanya jangan pergi!"
"apa?"
"kamu harus menahan nya bodoh!"
yudana menghentikan mobilnya dan melihat Marina yang terluka... lalu menyadari sesuatu...
yudana berlari disemua sudut bandara mencari Kiara, yudana memanggil nama "Kiara" sambil terus mencari nya... yudana terengah engah menatap lapangan pesawat... tidak berapa lama Marina muncul di belakang nya dan tersadar akan pentingnya Kiara buat yudana... karena yudana ternyata mencintai Kiara.
dibar...
""baginya... semua itu tetap semangat! tidak peduli apapun, dia selalu saja begitu walaupun dia sedikit aneh tapi bersamanya... membuat ku nyaman dan bahagia aku pasti jadi aneh juga"
Marina menatap yudana...
"sebenarnya, aku menyukainya tapi aku selalu saja menyakitinya dan membuat nya menangis bahkan aku tidak bisa melindungi nya"
"kalau begitu, jangan sakiti dia lagi, lindungilah dia mulai sekarang"
"tapi dia sudah pergi sekarang"
"dan... kamu harus pergi ke Kiara"
"aku... aku tidak bisa"
"kenapa? karena aku?"
yudana menoleh dan menatapnya "apa?"
Marina hanya terdiam...
Marina matanya berkaca kaca "yudana aku tahu kamu jatuh cinta pada Marina tapi aku pura pura tidak tahu... karena itu juga menyakitkan buatku... aku berpura pura tidak tahu semuanya aku tidak mau melepaskanmu... aku tahu aku salah..."
yudana masih menatap nya...
"tapi aku tidak mau kamu pergi, karena itu menyakitkanku. hei, patah hati 2 kali menyedihkan bukan? aku bersalah padamu, maafkan aku teman"
"Marina?"
"sekarang pergilah, aku sudah melepaskanmu, aku? jangan khawatirkan aku, kamu tidak tahu aku? sikuat Marina?"
"Marina kamu mau es krim?"
Marina tersenyum "hey! aku sudah besar sekarang aku tidak mau es krim lagi, aku mau alkohol saja"
mereka tersenyum...
"tapi... dia sudah pergi... dia pergi"
"tapi dia akan kembali, tunggu saja dia"
yudana diam...
Marina tersenyum "yudana! semangat!"
meskipun Marina berusaha tegar dan tabah... tapi akhirnya Marina menangis dikamar mandi.