Azielio

Azielio
chapter 51



"cantik, kan?"


Kiara tersenyum lebar... Yudana mengulurkan tangannya agar Kiara menggambar jam tangan dipergelangan tangannya.


"jam Tangan nya belum"


Kiara menggambar jam tangan ditangan yudana...


mereka saling tersenyum.


"ayo! sekarang nyanyilah, ayo"


yudana tersenyum manis...


Kiara tersenyum saat melihat gambar cincin di jemari tangannya.


dikantor Angga...


karyawan berkata "ini berita kita berikutnya"


ternyata itu berita tentang pernikahan yudana dan Kiara.


"apa ini?" ucap Angga.


"ini belum dikonfirmasi ini, kontroversi pernikahan yudana yang mendadak"


Angga memikirkan sesuatu...


"tapi menurut beberapa sumber, yudana punya wanita idaman lain. ada yang tidak beres, karena dia teman baik anda, makanya aku minta izin anda. tapi ini berita besar... kita harus lebih dulu memberitahukannya" ucap karyawan panjang lebar.


Angga memikirkan sesuatu lagi...


dirumah full house


Kiara berteriak kegirangan dan membangunkan yudana yang tiduran di sofa.


"selesai juga"


"Kiara, sudah selesai? si ayam..."


yudana mau membaca tapi buru buru diambil lagi oleh Kiara yang tersenyum melihat karyanya.


"aku juga tidak mau lihat, aku tidak tertarik... ceritanya pasti tidak menarik"


walaupun bilang begitu seperti nya yudana kesal karena tidak diperbolehkan membacanya.


"Yudana, hari ini... adalah hari day"


"apa? hari day?"


"nanti kamu juga akan tahu... jangan kemana mana oke"


saat Kiara sampai dikantor Angga Kiara segera menuju ruangannya Angga untuk memberikan laporan novel yang telah dia buat... karena sekarang Kiara bekerja sebagai pembuat skenario film dan Kiara telah menggundurkan diri sebagai sekretaris.


"untuk apa? harusnya aku yang berterima kasih, untuk cerita yang hebat"


"ya!"


Kiara awalnya ragu tapi akhirnya tersenyum...


yudana sedang menghias rumah sebagai hadiah untuk Kiara yang telah menyelesaikan skenario pertamanya.


plus... meja makan yang romantis sedetail mungkin...


tapi yang agak menyebalkan... yudana membuat tulisan dari balon buat panggilan kiara adalah ayam...


"kamu ada acara lain?"


"bukan begitu sebenarnya hari ini hari d- day"


"hari D-Day?"


"jika begitu lain kali saja kita pergi?"


tidak usah, sekarang saja"


"tidak apa apa?"


"ya"


yudana tampak kesal sambil meniup balon karena Kiara belum juga pulang...


tidak berapa lama telpon rumah bunyi dan yudana buru buru mengangkatnya...


"halo! Kiara! kenapa belum pulang?"


"makan duku saja, tidak usah tunggu aku"


"kamu harus pulang sekarang juga... ada yang mau kutunjukkan padamu, akan kutunggu kamu"


Kiara terdiam dan menutup telponnya... Angga hanya melihat Kiara.


yudana sendiri tampak marah sambil menendang balon balon itu.


Angga melihat Kiara hari ini banyak diam dan sedih, bukan Kiara yang ceria seperti biasanya.


walaupun Kiara akhirnya sadar dan mencairkan suasana.


"hey, mau dengar cerita lucu?"


"apa?"


"dijepang benda apa yang paling hitam?"


"apa?"


"pizza bakka!"


mereka sama sama tertawa...


"dichina siapa nama pesepak bola terkenal?"


"tidak tahu"


"pung chow!"


mereka tertawa lagi...


"diprancis siapa nama penjahat paling terkenal?"


"tidak tahu"


"put emups!"


mereka tertawa lagi...


"aku cerita itu ke yudana tapi dia tidak tertawa"


Angga terdiam dan berpikir...


"lalu harusnya aku tidak tertawa juga?"


"apa?"


"sebenarnya aku sedikit kecewa... dengan mu Kiara"


"denganku? maksudnya?"


"aku pernah bilang pada yudana kamu tidak bisa berbuat apa apa untuk kiara? kamu tidak bisa berbuat apa-apa demi kebahagiaan nya. seperti nya itu jadi karma buatku.. kamu tidak bisa membuatnya bahagia"