
Saat itu Azielio hanya terdiam mendengar perkataan Ara kekasihnya. Ia sebenarnya ingin meminta menikah dengan Ara karena menjauhi perjodohan sang papa dengan ikatan janji sang kakek dengan sahabat kakeknya dulu. Sang papa tidak bisa mengelak dengan janji itu karena itu adalah janji harus ditepati tidak boleh dipungkiri. Mau bagaimana lagi ia harus mengikuti kata - kata sang ayahnya, ia tidak akan menceritakan tentang perjodohan itu kepada Ara kekasihnya terlebih dahulu ia juga sangat takut bahwa sang papa akan mengetahui bahwa dirinya di Inggris mempunyai seorang kekasih.
Ara yang melihat azielio dari tadi terdiam tidak menjawab pertanyaan nya membuat nya kaget dan menanyakan pertanyaan kembali kepada nya.
"ayo, cepat jawab... apa kamu mau menunggu ku?" tanya Ara kembali, dengan mengalungkan kedua tangannya kepada azielio.
"lebih baik gue iya,in aja deh biar dia ngak curiga sama gue" batinnya.
"baiklah, kalau itu kamu mau... aku akan tetap menunggu mu sampai kamu benar - benar kembali lagi ke Indonesia mencari ku," jawab nya membalas nya dengan sebuah kecupan dikeningnya.
Ara kemudian mengajak azielio berfoto, sebagai kenang - kenangan agar jik nanti nya mereka saling merindukan bisa melihat foto itu. Tetapi tiba-tiba saja Dalam hitungan detik ia mencium pipi azielio lalu menekan tombol jepret pada kamera ponsel nya.
flashback end.
Dirumah yang begitu sederhana, keluarga yang sangat harmonis. Tetapi terkadang diantara orang tua mereka saling berantem jika ada kesalahan diantara mereka. Sementara Kiara Larasati yang sering dipanggil dengan sebutan Kiara itu sedang melukis sebuah pemuda impiannya yang akan menjadi suaminya suatu hari nanti. ya, jika mimpinya itu akan terjadi, selain itu ia adalah penggemar bts juga. Impian nya hanya satu ia ingin sekali bisa kekorea siapa tahu ia beruntung membuat salah satu para member bts jatuh cinta padanya, hahaha.
tiba - tiba Andre datang masuk kekamar nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, siapa lagi adek Kiara yang selalu usil kepadanya. Ia merebut lukisannya dan membawanya lari keluar sambil memperlihatkan nya kepada kedua orang tuanya.
"hei, Andre gue belum selesai ngelukisnya!" teriaknya, dengan kesal terhadap Andre.
"Andre cepat kembalikan!" teriaknya lagi, mengejar nya keluar.
Disaat ia memperlihatkan lukisan Kiara kepada kedua orang tuanya begitu bahagia bahwa sang anaknya begitu mengikuti kepintaran sang ayahnya dulu menjadi seorang pelukis yang handal.
"lukisanmu begitu menarik," ucap ayah Tama, melihat lukisan Kiara dengan seksama.
"kamu memang mengikuti langkah ayahmu, ya kan mas?" melirik suaminya sekilas.
Andre yang mendengar bunda dan ayah nya selalu memuji kakaknya merasa iri, "puji terus..." ucapnya dengan kesal.
Kiara memang senang bahwa kedua orang tuanya memuji lukisan nya, tetapi ia tidak terima bahwa adeknya Andre merebut lukisannya begitu saja tanpa meminta izin kepada nya terlebih dahulu tidak sopan!