
Kiara pun menemui Angga...
Angga berkata "ayo kita makan dulu, akan ku traktir makanan yang enak"
Angga tersenyum...
"soal yang itu... soal yang kamu bilang kemarin itu sebenarnya, pernikahanku dengan yudana... minimal 3 tahun""tenang saja, akan ku urus semuanya"
"apa? hmm? kamu mau mengurusnya demi aku?"
"ya, jadi kamu tidak usah khawatir"
"mungkin kmau sudah salah paham... aku sudah setuju dengannya. kami sudah sepakat untuk menjalaninya"
"bukan itu maksudku, kalau kamu tidak mau menjalani kontrak nya, biar aku yang urus"
"sebenarnya aku meski di kerasin sama yudana...aku tetap bahagia berada didekatnya dan karena dia, aku juga jadi patah hati... aneh sekali kan?"
Angga menatapnya...
Kiara menahan tangisnya dan mencoba tabah dengan tersenyum.
Angga seperti memikirkan sesuatu saat melihat berita yudana diatas mejanya dan dirinya juga merasa binggung karena telah mencintai istri dari adiknya sendiri...
pria diseberang "halo?"
"ya, halo"
direktur sedang berbicara dengan Angga...
direktur berkata " respon dari filmnya buruk sekali"
"beberapa bioskop sudah menghentikan penayangan nya?"
"filmnya begini karena reputasinya yang sudah mendadak menikah"
"iklannya juga payah"
"kalau sudah begini dan kalau terus begini, semuanya pasti akan sulit"
Angga terdiam...
yudana membersihkan rumah sendirian dan merasa kesepian dirumah...
yudana lalu menunggu Kiara di jalan depan rumah, beberapa menit kemudian Kiara muncul dan yudana memanggilnya sambil melambaikan kedua tangannya saking senangnya"
Kiara tampak heran melihatnya....
"sudah tunggu lama?"
yudana berteriak "tidak, aku juga baru pulang"
"harusnya aku pulang telat saja"
"apa?"
"kamu menunguku,kan? untuk menunggu ku memasak untukmu, kan?"
"memang iya, kenapa?"
"kamu sudah bersihkan semuanya?"
"bersih bersih? kamu tidak lihat? bersihkan?"
Kiara hanya melihat sekitar...
"lalu... kamu sudah bilang ke Angga?"
"apa?"
"kalau kamu menyukainya"
"ya"
"cuma bilang terima kasih aku akan jaga hubungan kami ini, jadi kamu tidak perlu khawatir"
yudana berteriak "siapa yang khawatir? aku hanya ingin kalian bahagia"
"baguslah"
"berbahagialah"
"ya baiklah"
yudana berteriak "berbahagialah kalian berdua"
Kiara berteriak "ya, tenang saja"
Kiara mengurungkan niatnya saat tahu yudana sedang sikat gigi dengan membanting keras pintunya.
"Kiara, kamu kenapa?"
"kenapa apanya?"
"kenapa kamu marah padaku?"
"kapan?"
"kapan? jangan pura pura tidak tahu... aku sudah kerjakan semua yang kamu minta dan kamu bisa bertemu Angga sesuka hatimu. aku sudah jalankan semua syarat di kontraknya, kenapa kamu masih marah?"
"bukannya begitu"
"lalu kenapa?"
"ya, terserah mau diriku kayak gimana"
yudana melihat jam tangannya tapi kiara belum turun juga... lalu yudana melihat peralatan makan belum dicuci.
beberapa menit kemudian, kiara turun... langsung makan dan menuju meja komputer sambil membawa cemilan tanpa mencuci peralatan makan.
"Kiara, sudah cuci piring?"
"nanti saja"
"nanti kapan? cuci sekarang"
"kubilang nanti, aku bukan pelayanmu lagi, jadi berhentilah menyuruhku"
"apa? Kiara? kamu tidak mau gaji lagi?"
"apa?"
Yudana berteriak "aku tidak tahu menahu soal skenarioku itu, kalau kamu mau kugaji. buatlah sarapan untuk ku"
"kamu pikir aku butuh uangmu"
yudana mondar mandir didepan Kiara... coba cari perhatian Kiara yang cuek...
"ada apa dengan dia?"
yudana tidak tahan dicuekin sama Kiara...
"Kiara ayo kita bicara sebentar"
"kau sibuk"
"sebentar saja"
"katakan saja, akan kudengar"
"sekarang aku tahu kalau kerjamu banyak sekali... tapi karena kontrak itu, aku sudah membantu mu. kamu tahu itu, kan? kamu tahu,kan? aku tidak tahu kenapa... kamu terus begini aku tidak tahu tapi mulai sekarang... aku yang akan masak"
Kiara menoleh kaget...